20:00 . Putra Asli Bojonegoro, Prof Dr Phil Al Makin Jabat Rektor UIN Suka   |   19:00 . Bersama TNI, Disdukcapil Bojonegoro Gelar Pelayanan di Desa   |   18:00 . BSA Sunan Giri Bojonegoro Praktik Kerja Lapangan Online   |   16:00 . Angka Covid-19 Masih Tinggi, Disdik Belum akan Gelar KBM Tatap Muka   |   15:00 . Progress Recovery CPP Gundih On The Track   |   14:00 . Tingkat Kualitas Pendidikan Kesetaraan, Disdik Lakukan Tes untuk Tutor   |   13:00 . Panitia Kurban Wajib Tahu Ini   |   12:00 . Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Menuju Bojonegoro Sehat, Aman dan Sejahtera   |   11:00 . Orang tua, Siswa dan Sekolah Wajib Faham Ini   |   10:00 . Kasat dan Empat Kapolsek di Polres Bojonegoro Dimutasi   |   09:00 . Proses Pemakaman Mantan Bupati H. M. Santoso   |   08:00 . Lestarikan Bengawan, 25 Ribu Bibit Ikan Ditebar   |   07:00 . Anak Anda Pemalu? Ini Tips untuk Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya   |   22:00 . Bertambah Lagi 4 Orang yang Sembuh dari Covid-19   |   19:00 . Penerima Beasiswa Banyu Urip Gelar Pertemuan Online   |  
Fri, 10 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 24 January 2017 06:00

Program Pendidikan ExxonMobil

Pusat Belajar Guru untuk Peningkatan Kualitas dan Kemajuan Pendidikan

Pusat Belajar Guru untuk Peningkatan Kualitas dan Kemajuan Pendidikan

Reporter: Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Belajar itu tak berbatas ruang dan waktu. Anak kecil, remaja, orang dewasa, tidak ada kata henti untuk belajar. Di rumah, di sekolah, di alam terbuka, belajar bisa dilakukan dimana saja. Setidaknya itulah prinsip yang dipegang teguh Wiwik Widawati, 40 tahun. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro itu masih terus belajar dan mengajak guru-guru untuk terus menimba ilmu.

Wiwik, begitu dia disapa, kini mengelola Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro. Sebagai pengelola, dia giat mempromosikan PBG ke sekolah-sekolah. Dia bersama ratusan guru di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur belajar dan berbagi ilmu di sana. “Kita belajar banyak hal. Terutama yang berkaitan dengan perkembangan ilmu dan teknologi pengajaran,” ungkap dia.

Wiwik meyakini bahwa guru harus berwawasan luas, tahu perkembangan keilmuan, dan menghargai ilmu itu sendiri. Di PGB inilah, kata dia, guru-guru berkumpul, berdiskusi, bertukar pengalaman dan belajar dari para ahli. “PBG sudah punya 25 guru ahli dan 15 orang pengelola,” tutur dia.

Dari diskusi dan berbagai kegiatan ilmiah di PBG, para guru mampu menerbitkan jurnal ilmiah. PBG Bojonegoro telah menerbitkan beberapa jurnal ilmiah yang saat ini menjadi rujukan di dunia pendidikan. Dalam menyusun jurnal tersebut, para guru melakukan serangkaian survey, diskusi, dan penulisan mengenai minat belajar. Hasil survey itu juga menjadi modul dalam paket pelatihan yang ditawarkan PBG Bojonegoro.

Gedung PBG Bojonegoro yang terletak di Jalan Rajawali No.3 Bojonegoro, berdiri di atas lahan seluas setengah hektar dengan fasilitas cukup lengkap. Guru-guru dengan leluasa bisa menggunakan fasilitas laboratorium Bahasa, laboratorium sains, laboratorium komputer, perpustakaan, dan ruang pertemuan. Tidak mengherankan jika gedung tersebut tak pernah sepi kegiatan, selalu ada aktivitas diskusi, pelatihan, atau pun seminar.  

Semua fasilitas tersebut bisa dinikmati secara gratis oleh anggota PBG yang saat ini sudah mencapai 1.036 guru. Tidak hanya guru, PBG juga sering digunakan oleh masyarakat umum. Biasanya mereka menggunakan ruang pertemuan untuk pelatihan, seminar, atau hanya sekadar rapat. Perpusatakaan termasuk yang paling sering digunakan. Hingga saat ini, anggota yang terdaftar sudah mencapi lebih dari 5.000 orang dari semua kalangan.

Kini PBG sudah diserahterimakan kepada Pemkab Bojonegoro pada Rabu, 28 November 2016. Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto M.Si., yang hadir dalam acara serah terima menyampaikan, ada tiga kunci bagi PBG untuk dapat melampaui batas maksimal. Yaitu tekad, produktivitas dan kerjasama.

Menurut Bupati, tekad atau niat menjadi faktor utama, karena setiap langkah yang diambil selalu diawali dengan niat terlebih dahulu. "Saya berharap PBG yang berada di tangan bapak ibu guru, niatnya harus diperlebar dan diperluas. Mari kita transformasikan bahwa niat kita adalah untuk kebaikan orang lain. Itulah kunci melampaui batas maksimal," papar Bupati di depan ratusan guru yang hadir.

"PBG adalah bagian untuk keberhasilan Bojonegoro di masa yang akan datang," imbuhnya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Drs. H. Hanafi, MM. Menurut dia, PBG merupakan institusi akademik yang diberikan kepada guru agar meningkatkan kemampuan dalam mendidik. PBG, lanjutnya, memiliki tujuan untuk membentuk pendidik Bojonegoro yang profesional dan kompeten, serta menjadikan guru yang kreatif dan berkarakter.

"Sehingga diharapkan akan ada perubahan pendidikan yang signifikan. Selain itu, dengan adanya PBG ini tidak ada lagi kesenjangan komunikasi antara guru tingkat TK sampai SMA," ujarnya. [*]

Tag : emcl, pbg bojonegoro, pusat belajar guru, belajar guru bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat