17:00 . Kembali Naik, Inilah Harga Logam Mulia Hari Ini   |   16:30 . Patuh Prokes, EMCL Sosialisasikan Program Bronjong Sungai   |   16:00 . Vaksin dan 3M Paket Lengkap Proteksi Kesehatan Masyarakat dari Covid-19   |   15:30 . Tahapan Uji Klinis Vaksin   |   15:00 . Jalin Silaturahmi Bersama Insan Pers, Korem 082/CPYJ Gelar Jalan Sehat   |   14:30 . Kondisi Terkini Longsor Jembatan Glendeng   |   14:00 . Sedikit Demi Sedikit Omzet Asinan Salak Merangkak Naik   |   13:30 . Update Testing di Indonesia   |   13:00 . Selama Pandemi, Ribuan Istri Gugat Suami, Ini Penyebabnya   |   12:00 . Kebab Rp5 Ribuan Enaknya Bikin Ketagihan   |   11:00 . Guyangan Park, Pelosok Kota Migas dengan Alam Mempesona   |   10:00 . Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   09:00 . Beredarnya Program Stimulus Tarif Tenaga Listrik di Masa Pandemi, ini Kata PLN Bojonegoro   |   08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan dengan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 27 January 2017 20:00

Diduga Menipu, Presiden Boromania Dibui Polrestabes

Diduga Menipu, Presiden Boromania Dibui Polrestabes

Reporter: --
 
blokBojonegoro.com - Presiden Bojonegoro Mania (Boromania) Priyanto alias Jasmo ditengarai berhasil menipu dan membawa uang Rp 171 juta milik Afid Kusmawan warga Karang Menur Surabaya. Afid memberikan uang ratusan juta, lantaran tertarik proyek yang ditawarkan pria asal Jalan Pahlawan, Desa/Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Boronegoro. 
 
"Tersangka ini menawarkan dua proyek ke korban yang teryata hanya fiktif" kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Shlitonga, Jumat (27/1/2017).   
 
Awalnya korban akan diberikan proyek pengadaan barang berupa 1 unit Excavator yang nilainya mencapai 2,1 Miliar. 
 
Afid membuat korban lebih yakin atas proyek tersebut pria yang mengaku masih aktif sebagai presiden Boromania ini mengaku kalau dirinya kenal dekat dengan Kepala Bagian Perlengkapan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 
 
"Dari sini, korban mengajak dua rekannya untuk berpura-pura sebagai orang dinas penangganan proyek, hingga membuat korban percaya," lanjut Shinto.
 
Untuk bisa memenangkan tander, tersangka mengatakan ke korban harus menyediakan uang Rp 21 juta untuk diberikan ke pengurus tender. Ketika ditunggu sampai 5 Juli 2016 hingga sampai 26 Agustus 2016 korban bertemu tersangka guna bertanya proyek pengadaan barang excavator.
 
Jasmo, justru memberikan proyek  pengadaan baju seragam dinas yang nilainya mencapai sekitar Rp 7,3 milyar. Apalagi dalam pertemuan itu korban juga memberikan sebuah dokumen tentang perencanaan tersebut. 
 
Pada 30 Agustus 2016, korban kembali menemui tersangka untuk menindaklanjuti proyek tersebut. Jasmo kembali mengatakan agar tander bisa dimenangkan, korban harus memberikan uang Rp 150 juta. 
 
Karena nominal yang ditawarkan nilainya tinggi, korban memberikan uang secara mengangsur sebanyak lima kali, dan pada tanggal 27 September 2016 korban bertemu lagi sama tersangka di Pasar Atum, Kota Surabaya. 
 
Disana tersangka sendiri bersama rekannya yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni Fika Prasetya alias Karim Prasetyo. "Waktu itu teman saya suruh mengaku sebagai pejabat pembuat komitmen pemkab Bojonegoro," kata tersangka.
 
Korban baru mengetahui kalau dirinya telah ditipu, ketika menemui Andi Tjandra selaku Kepala Dinas Bojonegoro untuk menanyakan dua proyek tersebut. 
Ternyata Andi memberikan jawaban kalau proyek tersebut tidak ada atau fiktif. "Merasa ditipu korban mencoba mengubungi tersangka, tetapi tidak mendapatkan tanggapan. Korban pun melapor ke kami (Polrestabes Surabaya)," papar Shinto.
 
Laporan tersebut ditindak lanjut, tersangka Jasmo berhasil diamnkan di rumahnya. "Idenya proyek ini saya yang buat, dan uang habis buat senang-senang juga kebutuhan keluarga," aku bapak tiga anak. 
 
Kini tersangka mendekam dalam penjara Polrestabes Surabaya dan akan dijerat Pasal  378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun. Polisi juga masih memburu dua rekan tersangka yang kabur. [lis]
 
Sumber: http://beritajatim.com/hukum_kriminal/288582/jasmo
_presiden_boromania_bojonegoro_tukang_tipu.html

Tag : kriminal, hukum, jasmo, boromania


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat