08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan denan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   06:30 . Angka Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tembus 8.000   |   06:00 . Kembali Longsor, Jembatan Glendeng Ditutup Total   |   05:00 . 7 Pasien Sembuh, 7 Tambahan Kasus di Bojonegoro   |   04:00 . Angin Kencang, 3 Pohon Tumbang   |   00:00 . Jembatan Ambruk Diterjang Banjir   |   23:00 . Dukung Anak Belajar dari Rumah saat Pandemi   |   22:00 . Peduli di Masa Pandemi Covid-19, Disabilitas di Bojonegoro Bagikan Ribuan Masker   |   21:00 . Datangi Kejari di Pantura, Kajati Jatim Sebut Banyak Inovasi Kejari Bojonegoro   |   20:30 . Waspada Efek Jangka Panjang Covid-19   |   20:00 . Dishub Bojonegoro Himbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif Menuju Tuban   |   19:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Total   |   18:30 . Gejala Covid-19 Pada Lansia   |   18:00 . Dinsos Bojonegoro Rakor Terkait Evaluasi PKH 2020 dan Rencana PKH 2021   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 07 February 2017 14:00

Dinas Pertanian Ingin Petani Maju Secara Pemikiran

Dinas Pertanian Ingin Petani Maju Secara Pemikiran

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Kebanyakan petani di Kabupaten Bojonegoro masih minim pengetahuan tentang cara bercocok tanam. Seperti halnya yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Suko Wahyu Widarto di Desa Sarangan Kecamatan Kanor, Selasa (7/2/2017).

"Banyak petani yang tidak menghitung pengeluaran untuk pembelian obat-obatan untuk pertanian, sehingga tidak banyak dari petani yang mendapatkan keuntungan dari hasil panen sangat sedikit, bahkan banyak pula yang minus," jelasnya.

Petani yang maju secara pemikiran, katanya, adalah petani yang bisa mengatur biaya pengeluaran yang sedikit dengan hasil yang memuaskan. "Dan petani yang pandai bukan yang hafal semua merek obat-obatan yang ada, melainkan juga bisa mempertimbangkan efek yang ditimbulkan oleh bahan-bahan kimia tersebut," terang Suko Wahyu kepada petani Desa Sarangan.

Dinas Pertanian kepada para petani di Kecamatan Kanor mengimbau, agar penanaman padi dilakukan pada bulan Mei secara serentak, agar terhindar dari hama wereng dan juga terhindar dari banjir Bengawan Solo.

"Lebih baik panen dua kali dengan hasil yang maksimal dari pada panen tiga kali dengan hasil yang mengecewakan," kata Suko Wahyu.

Disamping itu, diharapkan untuk semua petani agar lebih memilih menggunakan pupuk organik ketimbang pupuk kimia, ia juga berharap para petani bisa melihat situasi untuk bertanam padi agar tidak diserang hama. "Paling tidak mengikuti prosedur dari pihak pemerintah desa," Tutupnya. [din/mu]

Tag : petani bojonegoro, desa sarangan, petani desa sarangan, sarangan kanor


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat