10:00 . Berdesak-Desakan, Pemilih di Desa Campurejo Pingsan   |   09:00 . Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Disperta Lanjut di Balen   |   08:00 . Pilkades Serentak Bukan Hari Libur Daerah   |   07:00 . Riset: Anak Kedua Laki-laki Cenderung Lebih Nakal   |   21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 17 February 2017 17:00

Fenomena Pergerakan Tanah Wonocolo

Ini Hasil Survey Tim Geodesi PT Pertamina Asset IV

Ini Hasil Survey Tim Geodesi PT Pertamina Asset IV

Reporter: Dita Afuzal Ulya

blokBojonegoro.com - Field Manager PT Pertamina Asset IV Field Cepu, Agus Amperiyanto menegaskan, jika tidak ada aktivitas sumur di lokasi Desa Wonocolo RT.07/RW.02 Kecamatan Kedewan yang kemarin terjadi ledakan dan mengakibatkan pergeseran tanah.

Baca juga [Gandeng PPSDM Migas untuk Analisa Bencana]

Seperti yang telah diberitakan, pihak PT Pertamina EP Asset IV hari ini sudah melakukan pengamatan di lokasi pergeseran tanah oleh tim ahli geodesi atau pengukuran tanah dan hasilnya kondisi topografi di lokasi kejadian terdiri dari lembah, lereng, dan perbukitan. Lokasi kejadian tepat berada di lereng bukit talesan dan di bawahnya terdapat sebuah sungai.

Jenis tanah di lokasi semacam tanah lepas atau berpori, dengan perbedaan elevasi sungai dengan lokasi kejadian kurang lebih 20 meter. Sehingga berpotensi terjadi penurunan atau konsolidasi tanah dari patahan atau sinklin bagian bawah.

"Ini juga akibat beban berlebih di kondisi perubahan cuaca seperti ini, dan bisa terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, sedangkan luas penurunan atau retakan kurang 7.5 hektar dengan ketinggian elevasi dari bibir sungai kurang lebih 20 dan 186 meter dari permukaan air laut," jelas Agus kepada blokBojonegoro.com, Jumat (17/2/2017).

Sehingga, lanjut Agus, apabila terjadi penurunan tanah hampir 1 meter dengan volume tersebut tentu saja bisa menimbulkan suara gemuruh atau dentuman akibat bunyi yang ditimbulkan dari retakan tanah atau bahkan dari pondasi rumah maupun tanaman.

"Sekali lagi tidak ada peta kegiatan kita (pemboran PT Pertamina EP Asset IV Field Cepu,red) di daerah kejadian, karena lokasinya sangat jauh," tegas Agus.

Sementara data yang diperoleh dari tim survey lokasi sumur aktif KSO terdekat Kw. 55 berjarak 966 meter dari lokasi kejadian, sedangkan lokasi sumur PEP terdekat DDG.P1 berjarak 1.360 meter dari lokasi kejadian. [ita/mu]

Tag : ledakan di wonocolo, sumur tua meledak, sumur tua bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat