07:00 . Mungkinkah Penggunaan Masker Wajah Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh?   |   20:00 . Bersama Kader Jumantik, Babinsa Gayam Cegah Demam Berdarah Dengue   |   19:00 . Omzet Penjualan Seragam Sekolah Turun, Pedagang Mengeluh   |   18:00 . Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Siapkan 1000 Tanki Air Bersih   |   17:00 . Disruduk Truk Molen, Pengendara Motor Meninggal di TKP   |   16:00 . Memetan, Warga Sonorejo Tumpah Ruah di Waduk   |   14:00 . PMI Bojonegoro Berikan Bantuan Sprayer dan Cairan Disinfektan untuk 9 Ponpes   |   13:00 . Disnakan Pastikan Hewan Kurban Tidak Bisa Tularkan Virus Corona   |   12:00 . Selamat Jalan Mas BS   |   11:00 . Harga Sejumlah Komoditi Terpantau Masih Stabil   |   10:00 . Meski Masih Pandemi, MPLS Tetep Berjalan   |   09:00 . Percepat Pemerataan Pembangunan, Sentuh Wilayah Pinggiran   |   08:00 . PDKB, Polres dan PPA Kanor Gelar Bakti Sosial untuk Disabilitas   |   07:00 . 3 Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak yang Harus Dipenuhi   |   21:00 . Total, 91 Orang Tekonfirmasi Positif di Bojonegoro   |  
Wed, 08 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 27 February 2017 07:30

Penyetem dan Gapitem Fatayat NU Memasyarakat

Penyetem dan Gapitem Fatayat NU Memasyarakat

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Selama ini Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro terkenal dengan makanan yang khas. Diantaranya yang diproduksi oleh kader Fatayat NU Ranting Sarangan, PAC Kecamatan Kanor, PCNU Babupaten Bojonegoro. Yakni, Penyetem dan Gapitem (Gapit Manis).

Hampir setiap ada orang hajatan di desa, selalu terdapat suguhan dua jenis makanan ringan tersebut. Tidak hanya itu, ketika lebaran Idul Fitri dan untuk oleh-oleh, masyarakat setempat juga memproduksi serupa.

"Selama ini Penyetem dan Gapitem sangat khas di Sarangan ini, termasuk yang diproduksi sahabati kader Fatayat NU," jelas salah seorang pengurus Fatayat NU Ranting Sarangan, Barrotut Taqiyah, kepada blokBojonegoro.com.

Dijelaskan, dua resep masakan tersebut hasil tinggalan nenek moyang. Tetapi oleh kader Fatayat NU dimodifikasi dengan berbagai bahan lokal yang lebih sehat dan murah. Seperti untuk penyetem diberi tambahan daun kelor, wortel, bawang prei dan bayam.

"Tetap ada yang cita rasa original, seperti warisan leluhur. Kita selalu menjaga budaya dan khazanah lokal. Sehingga, lestari sampai sekarang ini dan ditambah bahan sehat, alami serta tanpa pengawet," jelasnya.

Senada, Ketua Ranting Fatayat NU Desa Sarangan, Masfi'ah menambahkan, tambahan Gapitem juga tidak kalah luar biasa. Seperti ada rasa jahe, wijen, pandan dan buah pisang. "Tetap yang sehat diutamakan, selain rasa yang mantab," sambungnya. [rud/lis]

Tag : kuliner, sarangan, penyet, gapit


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat