07:00 . Meski Boleh, Remaja Sebaiknya Tidak Terlalu Banyak Konsumsi Kafein!   |   21:00 . Safari Ramadhan Ke-6, Bupati Himbau Lebaran ini Agar Tidak Mudik Dahulu   |   20:00 . Proyek Gas JTB Diandalkan Penuhi Kebutuhan Gas Jatim   |   19:00 . Di Masa Pandemi, PEPC Tetap Berkontribusi Besar Pada Pajak Negeri   |   18:00 . Panen Kayu Putih di Wilayah Selatan Bojonegoro   |   17:00 . Penjual Nasi Kotak Dapatkan Pelanggan Banyak Saat Bulan Ramadan   |   16:00 . Permudah Masyarakat Mencari Kerja di Website Disperinaker   |   15:00 . UNUGIRI Langsungkan Pelantikan Ormawa Secara Online   |   14:00 . Disnakkan Pantau Stok Dan Harga Komoditas Peternakan   |   12:00 . Perusahaan Tempat Kerja Mangkir Bayar THR? Laporkan ke Sini   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Tindaklanjuti Inpres Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek   |   09:00 . Tak Boleh Mudik, Layanan KAI Dibatasi Hingga 5 Mei   |   08:00 . Meriah, Yayasan Bina Mulia Gelar Lomba se-Karisedanan   |   07:00 . Hati-hati, Jam Kerja Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Jantung!   |   20:00 . Hari Kartini, Polwan Polres Bagi Masker dan Imbauan Larangan Mudik   |  
Fri, 23 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Forkopimda Sepakat Tunda Eksekusi Sengketa Klenteng

blokbojonegoro.com | Tuesday, 28 February 2017 08:00

Forkopimda Sepakat Tunda Eksekusi Sengketa Klenteng

Reporter : Dita Afuzal Ulya Ulya

blokBojonegoro.com - Setelah mediasi yang dilakukan selama kurang lebih 3 jam, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) akhirnya memutuskan untuk menunda pelaksanaan eksekusi putusan MA atas sengketa Kepengurusan Badan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Bojonegoro lantaran mediasi berjalan dengan alot semalam.

Tidak hanya Forkopimda yang setuju untuk menunda eksekusi putusan MA tersebut, namun Anggota DPR RI Komisi 3 Wihadi juga sangat setuju dengan keputusan Forkopimda karena menurutnya Wihadi kasus ini ada kebuntuan hukum atas tuntutan Go Kian An yang sudah habis masa kepengurusannya.

"Lalu apa hak anda untuk menuntut ini semua, kalau Tan Tjein Hwat sudah mau mengalihkan aset ke yayasan Harapan Sinar Bahagia (HSB) kepana masih harus dilakukan eksekusi, untuk apa eksekusinya?," tanya Wihadi kepada Go Kian An.

Meskipun dalam mediasi tersebut Kepala Pengadilan Negeri sudah menjelaskan hasil putusan MA atas Sengketa Kepengurusan, namun Go Kian An tetap kekeuh supaya putusan MA yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap dilaksanakan.

Sampai pada akhirnya Bupati Suyoto mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan eksekusi putusan MA atas sengketa Kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) karena menurut Kang Yoto kedua belah pihak antara Tan Tjien Hwat dan Go Kian An ada didalam mediasi tersebut juga sama-sama untuk umat.

"Intinya, kedua pihak mengingingkan demikian dan lebih baik diserahkan kepada umat saja," kata Bupati.

Namun sampai mediasi berakhir Go Kian An masih tetap kekeuh menolak keputusan Forkopimda untuk menunda eksekusi putusan MA atas Kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) sedangkan pihak Tan Tjien Hwat dan pendukungnya menerima dan sangat setuju dengan keputusan Forkopimda. [ita]

Tag : titd, klenteng, hsb


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat