12:00 . Kemenkes Permudah Lansia dan Pelayan Publik Mendapatkan Vaksin   |   11:00 . Sinau Bareng Mensesneg RI, Siapkan Pendidikan Bojonegoro Masa Depan   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 Nasional Meningkat Lagi Sebanyak 1.182.687 Orang   |   05:00 . 9 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 8 Orang di Bojonegoro   |   17:00 . Lestarikan Lingkungan DLH dan Muspika Tanam Ratusan Pohon   |   16:00 . Dinsos Dapat 500 Bantuan Kursi Roda, Berharap Tak Terpakai   |   14:00 . Begini Peran Keberadaan Posko Desa dalam Penanganan Covid-19 Secara Nasional   |   13:00 . Daerah Yang Masih Zona Oranye Harus Segera Berbenah   |   12:00 . BMKG Djuanda Prediksi Musim Hujan Selesai Dasarian II   |   11:00 . Peningkatan Kualitas Penanganan Jawa - Bali Berdampak Menekan Kasus Nasional   |   10:00 . Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.176 356 Orang   |   09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   05:00 . 3 Hari Berturut-turut Kasus Konfirmasi Positif di Bojonegoro 53 Orang   |  
Sat, 06 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

DPO Pengelapan Uang Ditangkap di Malang

blokbojonegoro.com | Wednesday, 15 March 2017 23:00

DPO Pengelapan Uang Ditangkap di Malang

Reporter: Joel Joko
 
blokBojonegoro.com - Penyidik Polres Bojonegoro akhirnya berhasil menangkap seorang buron pelaku penipuan dan penggelapan. Tersangka NA (45) warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Bojonegoro dibekuk petugas di tempat persembunyiannya di Kecamatan Sukun, Malang.
 
Tersangka menjadi DPO sejak akhir tahun 2014 akhirnya mendekam di jeruji besi Mapolres Bojonegoro untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 
 
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Sudjarwanto mengatakan perbuatan tersangka sudah cukup memenuhi unsur kejahatan pengelapan dan penipuan. Modusnya tersangka meminjam uang sebesar Rp300 juta namun dua kali cek yang diberikan kepada korban, Abdul Kadir Z (32) warga Jl Yos Sudarso nomor 58 B, Kelurahan Kraksaan Probolinggo ternyata kosong atau bodong.
 
"Waktu itu  tersangka membutuhkan biaya operasional perusahaan kontraktor miliknya sebesar Rp300 juta, setelah diberikan pinjaman ternyata tidak dikembalikan," jelas Kasat Reskrim.
 
Tersangka juga menjanjikan akan mengembalikan dalam waktu sebulan dengan komisi sebesar 10 persen dari total pinjaman itu. Kesepakatan itu disaksikan oleh Harjono, teman NAB. Namun setelah jatuh tempo, cek yang diberikan tersangka tidak bisa dicairkan. Selanjutnya Abdul Kadir menagih lagi.
 
Selanjutnya tersangka memberikan sebanyak 2 lembar cek kepada Abdul Kadir senilai masing-masing Rp.150 juta. Namun, kedua lembar cek lagi-lagi dalam kondisi saldo kosong. Karena merasa dirugikan, korban selanjutnya melapor ke Polres Bojonegoro.
 
Karena perbuatannya, tersangja dijerat pasal 378 atau 372 KUHP tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman kurungan penjara maksimal 4 tahun. [oel/lis]

Tag : penggelapan, uang


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat