20:00 . ASN Dilarang Bepergian Keluar Daerah Saat Libur Isra Mi'raj dan Hari Raya Nyepi   |   19:00 . PPKM Mikro Dilanjut 2 Minggu dengan Perluasan 3 Provinsi   |   18:00 . Peringati Hari Perempuan Internasional, Gertag Lakukan Aksi Sosial   |   18:00 . Masih Pandemi, Pemberangkatan 1.464 CJH Terancam Tertunda   |   17:00 . Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Dana Bos, Disdik Bojonegoro Berikan Bimtek   |   16:00 . Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Dander Terbakar   |   15:00 . Manfaatkan Sumber Daya Alam di Desanya, Sumiati Produksi Minuman Sari Belimbing   |   14:00 . Bupati Anna Memberikan Pembinaan Takmir Masjid Zona VI Bojonegoro   |   13:00 . Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi Kembali   |   12:00 . Pasien Sembuh Meningkat Lagi Menjadi 1.194.656 Orang   |   10:00 . BMKG Djuanda Prediksi Cuaca Bojonegoro Siang Ini Berpotensi Hujan Disertai Petir   |   09:00 . Daftar Kapolsek yang Dimutasi   |   08:00 . Asah Kemampuan Melalui Inovasi, Kuliner Gemawira Jatim Gelar Pelatihan Somay Lele Rawit   |   07:00 . Rambut Rontok Secara Tiba-tiba, Waspada Penyakit Autoimun Alopecia Areata   |   06:00 . Jadi Tangguh dengan Strategi Iman, Aman, Imun   |  
Mon, 08 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Oknum Wartawan Diduga Memeras

Pelaku Pemerasan Kepala Desa Bukan Wartawan TKP

blokbojonegoro.com | Wednesday, 22 March 2017 16:00

Pelaku Pemerasan Kepala Desa Bukan Wartawan TKP

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com -
Pasca penangkapan dua oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Kades Pejok Kecamatan Kepohbaru, Pimpinan Redaksi (Pimred) media TKP langsung merespon perihal tersebut.

Lantaran merasa dicatut medianya oleh salah satu pelaku, Pimred TKP bernama Muhaimin mendatangi Polres Bojonegoro. Kedatangannya untuk meluruskan BP yang diringkus Polres Bojonegoro bukanlah wartawan media TKP.

"Saya beserta redaksi sengaja datang ke Polres untuk menemui Kapolres mengenai penangkapan oknum wartawan yang mengaku dari Berita TKP, bahwasanya apa yang disampaikan oleh oknum tersebut tidak benar adanya," jelasnya.

Bahkan ia juga meminta tidak hanya dua orang yang mengaku wartawan tersebut. Dalam kasus ini paling tidak pemberi juga harus harus ikut diusut, karena tidak menutup kemungkinan Narto (mantan Kades Pejok) bersedia memberi uang karena merasa bersalah.

Seperti diberitakan, RS (43) warga Desa Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, dan BP (41) warga Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik memeras korban dan mengaku dari wartawan. Keduanya mengaku dari pers utusan Kejati (Kejaksaan Tinggi) Jawa Timur dan menanyakan tentang dana hibah yang menurut kedua terlapor tidak sesuai antara RAB dengan fakta di lapangan.

Keduanya bersedia tidak mempublikasikan hal tersebut dengan syarat membayar sebesar biaya Rp160 juta (untuk biaya medianya). Tapi karena tidak direspon dari korban, kemudian terlapor menurunkan biaya menjadi Rp100 juta.

Korban merasa tertekan dengan kata-kata terlapor, lalu korban memberikan uang sebesar Rp10 juta sebagai uang muka kepada kedua terlapor, sedangkan sisanya akan diberikan pada tanggal 20 Maret 2017 sebesar Rp45 juta, dan tanggal 30 Maret 2017 sebesar Rp45 juta.

Kedua terlapor ini kembali mendatangi rumah korban untuk menagih kekurangan uang yang mereka inginkan, dan saat itulah petugas menangkap kedua pelaku. [oel/mu]

Tag : pemerasan, wartawan bodrek


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat