09:00 . Kesembuhan Covid-19 Nasional Meningkat Lagi Sebanyak 1.182.687 Orang   |   05:00 . 9 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 8 Orang di Bojonegoro   |   17:00 . Lestarikan Lingkungan DLH dan Muspika Tanam Ratusan Pohon   |   16:00 . Dinsos Dapat 500 Bantuan Kursi Roda, Berharap Tak Terpakai   |   14:00 . Begini Peran Keberadaan Posko Desa dalam Penanganan Covid-19 Secara Nasional   |   13:00 . Daerah Yang Masih Zona Oranye Harus Segera Berbenah   |   12:00 . BMKG Djuanda Prediksi Musim Hujan Selesai Dasarian II   |   11:00 . Peningkatan Kualitas Penanganan Jawa - Bali Berdampak Menekan Kasus Nasional   |   10:00 . Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Menjadi 1.176 356 Orang   |   09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   05:00 . 3 Hari Berturut-turut Kasus Konfirmasi Positif di Bojonegoro 53 Orang   |   21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |  
Sat, 06 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Oknum Wartawan Diduga Memeras

PWI Bojonegoro Kecam Pemerasan oleh Oknum Wartawan

blokbojonegoro.com | Wednesday, 22 March 2017 17:00

PWI Bojonegoro Kecam Pemerasan oleh Oknum Wartawan

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Tertangkapnya dua oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasaan terhadap mantan Kepala Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro, membuat ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Bojonegoro angkat bicara.

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro mengecam keras terhadap tindakan tersebut, karena mencoreng kinerja dan profesi jurnalis yang seharusnya menjadi sarana informasi yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, tindakan pemerasan ini tidak hanya melanggar Kode Etik dan UU Pers, tapi adalah pelanggaran UU Pidana Umum yang sudah seharusnya dilakukan tindakan hukum.

“Karena kasus dua oknum wartawan jelas pelanggaran pidana dan mencoreng citra wartawan, sudah seharusnya dipidana," tegas Sasmito.

Sasmito juga mengatakan, bahwa masyarakat sekarang harus lebih cerdas untuk mengerti tugas dan fungsi wartawan, karena seorang wartawan dalam melakukan liputannya sudah jelas tidak diperkenankan meminta imbalan apapun.

“Jika ada wartawan yang datang kepada narasumber dan mengatakan dengan ancaman akan memuat sebuah berita jika tidak dikasih uang, itu patut dipertanyakan, dan jangan segan-segan melaporkan pada polisi,” tutur pria yang juga Sekretaris IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Bojonegoro ini.

Terhadap dua Oknum Wartawan tersebut, dirinya juga meminta harus dilakukan tindakan hukum sesuai dengan perilaku dan perbuatannya yang merugikan masyarakat dan juga mencoreng nama wartawan di Bojonegoro.

Dirinya juga mengaku mendapatkan banyak laporan dan informasi terkait banyaknya ulah oknum wartawan yang mendatangi narasumber terutama kepala desa dan meminta sejumlah uang, hal ini seharusnya tidak terjadi, dan jika memang ada demikian narasumber bisa melapor ke Polisi agar diproses. [oel/mu]

Tag : pemerasan, wartawan bodrek


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat