21:00 . Pasien Positif Covid 19 Bertambah 9 Orang   |   20:00 . Putra Asli Bojonegoro, Prof Dr Phil Al Makin Jabat Rektor UIN Suka   |   19:00 . Bersama TNI, Disdukcapil Bojonegoro Gelar Pelayanan di Desa   |   18:00 . BSA Sunan Giri Bojonegoro Praktik Kerja Lapangan Online   |   16:00 . Angka Covid-19 Masih Tinggi, Disdik Belum akan Gelar KBM Tatap Muka   |   15:00 . Progress Recovery CPP Gundih On The Track   |   14:00 . Tingkat Kualitas Pendidikan Kesetaraan, Disdik Lakukan Tes untuk Tutor   |   13:00 . Panitia Kurban Wajib Tahu Ini   |   12:00 . Cegah Kematian Ibu dan Bayi, Menuju Bojonegoro Sehat, Aman dan Sejahtera   |   11:00 . Orang tua, Siswa dan Sekolah Wajib Faham Ini   |   10:00 . Kasat dan Empat Kapolsek di Polres Bojonegoro Dimutasi   |   09:00 . Proses Pemakaman Mantan Bupati H. M. Santoso   |   08:00 . Lestarikan Bengawan, 25 Ribu Bibit Ikan Ditebar   |   07:00 . Anak Anda Pemalu? Ini Tips untuk Tingkatkan Rasa Percaya Dirinya   |   22:00 . Bertambah Lagi 4 Orang yang Sembuh dari Covid-19   |  
Sat, 11 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 28 March 2017 09:00

Ketua PWI Kecam Tindakan Debt Collector Ancam Wartawan

Ketua PWI Kecam Tindakan Debt Collector Ancam Wartawan

Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com - Terkait dugaan pengancaman dan penghalangan tugas wartawan saat melakukan peliputan saat peristiwa perampasan sepeda motor oleh tiga oknum debt collector di Jalan Veteran kemarin,  PWI Bojonegoro sangat mengecam keras dan meminta kepada Polisi untuk mengusut tuntas terhadap kasus tersebut.
 
Menurut Ketua PWI Bojonegoro,  Sasmito Anggoro bahwa tindakan tiga oknum debt dollector tersebut merupakan pelanggaran terhadap UU Pers No 40 tahun 1999, karena telah menghalangi dua wartawan yaitu Yusti Balangga dari Kompas TV dan Bambang Yulianto dari Metro TV. Mereka juga mendorong dan mengancam kedua awak media dengan kalimat kasar.
 
"Sikap mereka sudah menghina insan pers dengan kalimat tidak pantas," ungkapnya kesal.
 
Pria yang juga Sekretaris IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)  Kabupaten Bojonegoro ini mengatakan bahwa bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan ataupun mengancam dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka sesuai pasal 4 dan 3 si pelaku dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp500 juta.
 
Hal tersebut diungkapkan Sasmito setelah menerima kabar kasus kekerasan yang menimpa dua wartawan televisi di Bojonegoro. " Ini ketentuan pidana yang diatur dalam undang-undang pers," ucap Sasmito.
 
Lebih lanjut Sasmito juga menjelaskan bahwa,  dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.
 
Oleh karena itu, dengan adanya kasus penghadangan dan pengancanan terhadap dua wartawan tersebut maka PWI meminta kepada Polisi Untuk mengusut tuntas Kasus tersebut.[oel/ito]

Tag : Pwi, Bojonegoro, wartawan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat