22:00 . Rumah Sakit Aisyiyah Kenalkan Program Pelayanan Antar Obat Gratis   |   21:00 . Gandeng PT Baladewa, BLK Bojonegoro Optimalkan Penyerapan Tenaga Kerja   |   20:30 . Tambahan Kasus Harian Covid-19 Nasional Minggu Ini Tembus 14 Ribu   |   20:00 . Meski ada Vaksin, Jalani Normal Baru dengan Tetap Disiplin Prokes 3M   |   19:00 . Korban Tenggelam di Desa Ngrejeng Belum Ditemukan   |   18:00 . Protokol Cek dan Ricek Cegah Penularan Virus Hoaks   |   17:00 . Gubernur Khofifah Ajak Donor Plasma Konvalesen   |   16:00 . Rumah Akikah di Desa ini, Satu Bulan Sembelih Kambing Sampai 170 Ekor   |   15:00 . Usulkan 1000 Formasi, 615 untuk CPNS dan 385 PPPK   |   14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |   11:00 . 190 KM Jalan Cor dan 20 KM Jalan Aspal Bakal Dibangun Tahun Ini   |   10:00 . Santunan Korban Catat Tetap Jasa Raharja 2020 Menurun   |   09:00 . Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kesra Gunakan Aplikasi SANDUK   |  
Wed, 20 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ketua PWI Kecam Tindakan Debt Collector Ancam Wartawan

blokbojonegoro.com | Tuesday, 28 March 2017 09:00

Ketua PWI Kecam Tindakan Debt Collector Ancam Wartawan

Reporter : Joel Joko

blokBojonegoro.com - Terkait dugaan pengancaman dan penghalangan tugas wartawan saat melakukan peliputan saat peristiwa perampasan sepeda motor oleh tiga oknum debt collector di Jalan Veteran kemarin,  PWI Bojonegoro sangat mengecam keras dan meminta kepada Polisi untuk mengusut tuntas terhadap kasus tersebut.
 
Menurut Ketua PWI Bojonegoro,  Sasmito Anggoro bahwa tindakan tiga oknum debt dollector tersebut merupakan pelanggaran terhadap UU Pers No 40 tahun 1999, karena telah menghalangi dua wartawan yaitu Yusti Balangga dari Kompas TV dan Bambang Yulianto dari Metro TV. Mereka juga mendorong dan mengancam kedua awak media dengan kalimat kasar.
 
"Sikap mereka sudah menghina insan pers dengan kalimat tidak pantas," ungkapnya kesal.
 
Pria yang juga Sekretaris IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)  Kabupaten Bojonegoro ini mengatakan bahwa bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan ataupun mengancam dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka sesuai pasal 4 dan 3 si pelaku dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp500 juta.
 
Hal tersebut diungkapkan Sasmito setelah menerima kabar kasus kekerasan yang menimpa dua wartawan televisi di Bojonegoro. " Ini ketentuan pidana yang diatur dalam undang-undang pers," ucap Sasmito.
 
Lebih lanjut Sasmito juga menjelaskan bahwa,  dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.
 
Oleh karena itu, dengan adanya kasus penghadangan dan pengancanan terhadap dua wartawan tersebut maka PWI meminta kepada Polisi Untuk mengusut tuntas Kasus tersebut.[oel/ito]

Tag : Pwi, Bojonegoro, wartawan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat