08:00 . Persibo Bojonegoro Tunggu Kabar Baik dari Asprov PSSI   |   07:00 . Haruskah Berolahraga Saat Sedang Menstruasi?   |   23:30 . 28 Warga Dapat Penghargaan, 3 Kecamatan Ini Pemenang Gunungan Terbaik   |   23:00 . Kembang Api Malam Puncak Hari Jadi Bojonegoro   |   22:00 . Merinding, Suporter Bernyanyi Pasca Tandang Persibo Vs PSG   |   21:30 . Meriah,Malam Grebek Berkah di Alun-alun Bojonegoro   |   21:00 . Tumpah Ruah di Grebek Berkah   |   20:30 . Parkir Dadakan di Jalan Kota   |   20:00 . Penuh Sesak di Alun-alun   |   19:00 . Car Free Night (CFN) di Seputar Alun-alun   |   18:00 . Tahan Imbang PSG 1-1, Persibo Kokoh di Puncak Klasemen   |   17:30 . Ritual Tari Waranggono   |   17:00 . 45 Pelari Arak Api Abadi Menuju Pendopo Bojonegoro   |   16:30 . Prosesi Pengambilan Api Abadi   |   16:00 . Begini Prosesi Pengambilan Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro   |  
Sun, 20 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 15 April 2017 11:00

Meski Panen, Bawang Merah Masih Mahal. Ini Penyebabnya

Meski Panen, Bawang Merah Masih Mahal. Ini Penyebabnya

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com -
Hasil panen bawang merah petani di Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro hanya bisa dijual di sekitar pasar Kedungadem dan Sumberrejo. Pasalnya, hasil panen baru sedikit dan belum bisa memenuhi kebutuhan di kedua pasar tersebut.

"Hasil panenan dijual di Pasar Kedungadem dan Sumberrejo," kata salah satu petani asal Desa Megale, Kecamatan Kedungadem, Cipto.

Hal itu yang membuat panen bawang merah di Kecamatan Kedungadem masih belum bisa menurunkan harga bawang merah yang beredar di pasaran. Karena sampai saat ini harga bawang merah masih dijual diharga tinggi. Di samping itu, banyak petani menyimpan bawang merah untuk dijadikan benih, agar bisa ditanam.

"Sebagian juga digunakan benih untuk petani. Saat kemarau, terjadi panen raya bawang merah di Kedungadem, itu baru bisa menjual ke luar kota," imbuhnya.

Sementara itu, Supri yang juga petani bawang merah di Desa megale mengungkapkan, bahwa panen banyak tapi sebagian bawang disimpan untuk kebutuhan bibit saat tanam tiba. Jadi, kata Supri, kebutuhan terbagi dua, satunya bawang dijual, satunya disimpan sebagai bibit.

"Kebanyakan petani di sini masih tanam padi. Maka dari itu kebuthan bawang merah belum tercukupi, dan harga bawang merah masih mahal," terang Supri. [ifa/mu]

Tag : panen bawang, bawang kedung adem, petani bawang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat