14:00 . Cerita Juru Parkir saat Pandemi   |   13:30 . Adaptasi Kebiasaan Baru saat Pilkada 2020   |   13:00 . Pizzalicious Tetap Stabil Selama Pandemi   |   12:00 . Musim Hujan, Berkah Ganda Warga Sekitar Hutan   |   11:00 . Sempat Sepi Omzet, Penghasilan Usaha Sablon Kini Meningkat Pesat   |   10:00 . Cegah Covid-19, Korem 082/CPYJ Edukasi dan Bagi Masker Kepada Masyarakat   |   09:00 . Rapid Antigen 48 Kepala OPD , 4 Sampel Mengarah Positif Covid-19   |   08:00 . 6 Pasien Sembuh, Ada 8 Tambahan Baru Covid-19   |   07:00 . 10 Tips Menggunakan Media Sosial Saat Melamar Pekerjaan   |   06:00 . 3M, 3T dan Vaksinasi   |   05:00 . Inilah Lima Besar Provinsi di Indonesia Kesembuhan Covid-19 Harian Tertinggi   |   22:00 . AMSI Kembali Menggelar Indonesian Digital Conference 2020   |   20:00 . Wakili Bojonegoro pada Jambore Desa Wisata, TPG Suguhkan Produk Lokal   |   19:00 . Operasi Yustisi, Hukum di Tempat Pelanggar Protokol Kesehatan   |   18:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field 'Ngopi Susu' Bareng Wartawan   |  
Sat, 05 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 16 April 2017 09:00

Produksi Kapuk Setiaji, Sukosewu

Warga Banyak Berhenti Produksi Kasur

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com -
Susahnya mendapatkan bahan kapuk, membuat produksi kapuk di Desa Setiaji, Kecamatan Sukosewu banyak yang berhenti produksi. Padahal sebelumnya ada sekitar 55 KK di desa Setiaji yang setiap hari bekerja membuat kasur dari kapuk.

"Di desa sini sudah banyak yang berhenti produksi karena susahnya mendapatkan bahan dan terkendala pemasaran," kata salah satu pengrajin, Ahmad.

[Baca juga: Pengrajin Kasur Kapuk Susah Dapatkan Bahan ]

Menurutnya kasur dari bahan kapuk saat ini sudah bergeser, kalah dengan kasur dari bahan busa. Hal itu dikarenakan harga kasur dari bahan busa yang lebih murah. Sementara itu untuk harga kasur dari bahan kapuk saat ini dijual sekitar Rp400.000 sampai Rp500.000 per biji.

"Kalau dari busa, harganya banyak yang di bawah itu," terangnya.

Sementara itu pengrajin kasur kapuk lain, Mahmudi mengugkapkan dulunya ada sekitar 55 KK yang di Desa Setiaji yang berproduksi. Dan dalam satu hari semua warga bisa menghasilkan 100 biji. Namun saat ini menurun drastis, bahkan sampai setengah. Sekarang sudah banyak yang tidak produksi lagi, padahal pekejaan ini sangat mengurangi pengangguran.

"Kalau yang tidak punya skill memilih bertani," imbuhnya. [ifa/ito]

Tag : pengrajin, kasur, kapuk, setiaji, sukosewu


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat