11:00 . Selama Pandemi, Laju Penjualan Toko Buku Ini Tetap Stabil   |   09:00 . Jumlah Pendonor Darah di UDD PMI Bojonegoro 2020 Menurun   |   07:00 . Meski Divaksin, Orang Masih Bisa Tularkan Virus Corona?   |   17:00 . Imunisasi saat Pandemi? Jangan Ditunda   |   16:00 . Hadir di Pelantikan IMM, Komisi C Bahas Masalah Pembelajaran Daring   |   15:00 . Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro Resmi Dilantik   |   14:00 . Satgas Minta Tokoh Muda Ajak Kaum Milenial Sukseskan Vaksinasi   |   13:00 . Mengantisipasi Masuknya Varian Baru, Pintu Masuk Luar Negeri Diperketat   |   12:00 . Satgas Kedepankan Edukasi Masyarakat Manfaat Vaksinasi   |   11:00 . Perhutani Bersama CEC Bojonegoro Tanam Bibit Durian, Alpukat dan Kayu Putih   |   10:00 . Kesembuhan Pasien Nasional Bertambah Menjadi 718.696 Orang   |   09:30 . Bertekad Kembangkan Lembaga, Siapkan Siswa Mengabdi pada Masyarakat   |   09:00 . Turun Rp3.000 di Akhir Pekan, Harga Emas Dibanderol Rp940.000   |   08:00 . Warga Kedungadem Nekat Bunuh Diri Masuk Sumur   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |  
Sun, 17 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Buka Peluang, Kunyit Bisa Bernilai Ekonomis Tinggi

blokbojonegoro.com | Thursday, 27 April 2017 11:00

Buka Peluang, Kunyit Bisa Bernilai Ekonomis Tinggi

Kontributor : Sutopo

blokBojonegoro.com -
Di Dusun/Desa Ngulan, Kecamatan Ngasem, terdapat usaha pengeringan kunyit. Usaha yang digeluti Junaidi, tersebut merupakan satu- satunya yang ada di Kecamatan Ngasem.

Walau demikian kunyit yang semula dianggap biasa bagi masyarakat pada umumnya . Di tangan Junaidi, pria asli Nagsem itu, kunyit bisa menjadi bernilai ekonomis tinggi.

Berbekal pengalaman dan semangat yang tinggi, pemuda tamatan Sekolah Dasar (SD) itu, merintis usaha kunyit dari 3 bulan yang lalu.

"Usaha ini berjalan sudah 3 bulan. Dulu pernah ikut usaha orang lain 2 tahun di Surabaya, dan akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri di sini," kata pria 37 tahun ini.

Untuk mendapatkan kunyit kata Junaidi, dirinya mengambil dari berbagai daerah lain, seperti Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Seragen, Jawa Tengah.

"Untuk harga kunyit sendiri sekitar Rp1400 perkilogram untuk kunyit basah kualitas biasa dan Rp3500 untuk kunyit basah kualitas super," tegas bapak dengan 3 anak tersebut.

Pria yang mengaku memiliki sembilan bersaudara itu, bersma 4 karyawannya, melakukan pengolahan kunyit dengan menggunakan alat pemotong dan selanjutnya dijemur sampai kering, nantinya jika kualitas jemuran bagus bisa mendapat harga yang tinggi.

"Harga kunyit kering rata-rata Rp15000 per kilo gram, tergantung kualitas yang dihasilkan dari penjemuran," ujar Junaidi saat dijumpai blokBojonegoro.com di sela menjemur kunyit. [top/ito]

Tag : ngulan, ngasem, kunyit, usaha


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat