18:00 . IAI Sunan Giri Kukuhkan 277 Wisudawan dengan Dua Sesi   |   17:30 . Mengapa Vaksinasi Covid 19 Diperlukan ?   |   17:00 . LDII Ingin Bersinergi Majukan Bojonegoro   |   16:30 . Tetap Patuh Prokes, PW Fatayat NU Jatim Visitasi ASIFA PC Fatayat Bojonegoro   |   16:00 . Pasca Viral, Sehari Soto Seribuan Laku Hingga Ratusan Porsi   |   15:00 . Selamat PWI Jatim Luluskan 17 Wartawan Berkompeten   |   14:00 . Antusias, 52 Grup Bersaing Jadi Pemenang   |   13:00 . Bojonegoro Green Taman Kota Indah dan Cantik   |   12:00 . Berkelok-kelok Jalan Mulus Pelosok Desa   |   11:00 . Satgas Covid-19 Ingatkan Pengalaman Libur Panjang untuk Dijadikan Pelajaran   |   10:30 . Presiden BEM Unirow Ajak Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19   |   10:00 . Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional Terus Meningkat Menjadi 437.456 Orang   |   09:00 . Apa Saja Kandungan Vaksin?   |   08:00 . Ilatifa Fahira Putri, Merintis Usaha Saat Sibuk Skripsi.   |   07:00 . Agar Anak Tetap Aktif, Ini Deretan Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Rumah   |  
Sat, 28 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 22 May 2017 06:00

Jumlah Kekerasan Perempuan dan Anak Terus Meningkat

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, kasus ini perlu ada penanganan serius. 

Organisasi perempuan Muhammadiyah yaitu Nasyiatul Asyiah (NA) juga sempat menggelar aksi Minggu (21/5/2017). Menurut dr. Diana Kawulaningsari, Direktur RS muhammadiyah Kalitidu, angka kekerasan terhadap perempuan sejak 2010 terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2015 jumlah kasus meningkat sebesar 9 persen dari tahun 2014. 

"Dari tahun 2010 sampai akhir 2016 jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan terus meningkat," ujarnya. 

Data itu adalah data yang diketahui atau dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan mungkin bisa lebih tinggi. Dia mencatat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)/ Ranah Pribadi (RP) yang mencapai angka 11.207 kasus (69%) dan kekerasan di ranah komunitas mencapai angka 5.002 kasus (31%). KDRT/RP ini meliputi kekerasan fisik (38%), kekerasan seksual (30%), psikis (23%) dan ekonomi (9%).

Sedangkan kekerasan di ranah komunitas meliputi kekerasan seksual (63%), fisik (22%) dan psikis (4%), ekonomi (1%), buruh migrant (2%); dan tratiking (8%). Dan Jawa Timur termasuk provinsi paling rawan kekerasan terhadap perempuan. 

Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak juga semakin meningkat. Data yang didapat dari Kementerian Sosial mecatat lima provinsi yang tertinggi kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan urutan pertama di Jawa Timur. 

Sejak tahun 2014 hingga 2016 ini, setidaknya terdapat 188 kasus di tahun 2014, 561 kasug di tahun 2015 dan tahun 2016 hingga bulan Maret ini, sudah tercatat ada sebanyak 105 kasus yang terjadi. 

"Kami berharap ada penanganan serius. Agar perempuan dan anak bisa mendapatkan perlindungan yang aman," terangnya. [ifa/fah] 

Tag : hukum, kekerasan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat