12:00 . Zona Merah di Jatim Bertambah   |   09:00 . Kebakaran Dini Hari Hanguskan Industri dan Olahan Kayu di Sukorejo   |   07:00 . Anak Putus Sekolah Rentan Alami Praktik Perkawinan Anak   |   06:00 . 17 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 19 dan 1 Pasien Meninggal   |   19:00 . Jelang Idul Adha, Pedagang Kambing Mulai Banyak Pesenan   |   18:00 . Dinas P3AKB Lakukan Pelayan MOW untuk Pencegahan Stunting   |   17:00 . 34.923 Kelompok Masyarakat Lansia di Bojonegoro Sudah Divaksin   |   16:00 . Jaring Bakat Minat Siswa Disdik Bojonegoro Gelar KOSN   |   15:00 . Hati-Hati, Penipuan Mengatasnamakan Marketplace atau Brand Ternama   |   14:00 . Kuatkan Struktur Partai, Nasdem Targetkan Menang Pemilu 2024   |   13:00 . Inilah Peraih Nilai Tertinggi Tes Perades di Kecamatan Kapas   |   12:00 . Persibo Bojonegoro Mulai Seleksi Pemain   |   11:00 . Diduga Konsleting Listrik, Rumah Warga Desa Banjarejo Dilahap Jago Merah   |   10:00 . Sempat Jadi Trend, Kini Harga Jualan Sepeda Turun   |   09:00 . 7 Desa di Kecamatan Kapas Gelar Tes Pengisian Perades   |  
Thu, 24 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jumlah Kekerasan Perempuan dan Anak Terus Meningkat

blokbojonegoro.com | Monday, 22 May 2017 06:00

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, kasus ini perlu ada penanganan serius. 

Organisasi perempuan Muhammadiyah yaitu Nasyiatul Asyiah (NA) juga sempat menggelar aksi Minggu (21/5/2017). Menurut dr. Diana Kawulaningsari, Direktur RS muhammadiyah Kalitidu, angka kekerasan terhadap perempuan sejak 2010 terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2015 jumlah kasus meningkat sebesar 9 persen dari tahun 2014. 

"Dari tahun 2010 sampai akhir 2016 jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan terus meningkat," ujarnya. 

Data itu adalah data yang diketahui atau dilaporkan, sedangkan yang tidak dilaporkan mungkin bisa lebih tinggi. Dia mencatat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)/ Ranah Pribadi (RP) yang mencapai angka 11.207 kasus (69%) dan kekerasan di ranah komunitas mencapai angka 5.002 kasus (31%). KDRT/RP ini meliputi kekerasan fisik (38%), kekerasan seksual (30%), psikis (23%) dan ekonomi (9%).

Sedangkan kekerasan di ranah komunitas meliputi kekerasan seksual (63%), fisik (22%) dan psikis (4%), ekonomi (1%), buruh migrant (2%); dan tratiking (8%). Dan Jawa Timur termasuk provinsi paling rawan kekerasan terhadap perempuan. 

Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak juga semakin meningkat. Data yang didapat dari Kementerian Sosial mecatat lima provinsi yang tertinggi kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan urutan pertama di Jawa Timur. 

Sejak tahun 2014 hingga 2016 ini, setidaknya terdapat 188 kasus di tahun 2014, 561 kasug di tahun 2015 dan tahun 2016 hingga bulan Maret ini, sudah tercatat ada sebanyak 105 kasus yang terjadi. 

"Kami berharap ada penanganan serius. Agar perempuan dan anak bisa mendapatkan perlindungan yang aman," terangnya. [ifa/fah] 

Tag : hukum, kekerasan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more