18:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field 'Ngopi Susu' Bareng Wartawan   |   17:00 . Kembali Naik, Inilah Harga Logam Mulia Hari Ini   |   16:30 . Patuh Prokes, EMCL Sosialisasikan Program Bronjong Sungai   |   16:00 . Vaksin dan 3M Paket Lengkap Proteksi Kesehatan Masyarakat dari Covid-19   |   15:30 . Tahapan Uji Klinis Vaksin   |   15:00 . Jalin Silaturahmi Bersama Insan Pers, Korem 082/CPYJ Gelar Jalan Sehat   |   14:30 . Kondisi Terkini Longsor Jembatan Glendeng   |   14:00 . Sedikit Demi Sedikit Omzet Asinan Salak Merangkak Naik   |   13:30 . Update Testing di Indonesia   |   13:00 . Selama Pandemi, Ribuan Istri Gugat Suami, Ini Penyebabnya   |   12:00 . Kebab Rp5 Ribuan Enaknya Bikin Ketagihan   |   11:00 . Guyangan Park, Pelosok Kota Migas dengan Alam Mempesona   |   10:00 . Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   09:00 . Beredarnya Program Stimulus Tarif Tenaga Listrik di Masa Pandemi, ini Kata PLN Bojonegoro   |   08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan dengan Vaksin dan 3M   |  
Sat, 05 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 29 May 2017 11:00

Masuk Kemarau, Warga Kedungadem Mulai Kesulitan Air Bersih

Masuk Kemarau, Warga Kedungadem Mulai Kesulitan Air Bersih

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Setelah sekitar dua minggu tidak turun hujan di sekitar Desa/Kecamatan Kedungadem, ternyata membuat banyak sumur warga setempat mulai kering.

Salah seorang warga setempat, Dian Bagus memaparkan, banyak warga setempat yang harus mencari air, bahkan membeli guna mencukupi kebutuhan sehari-hari ke desa tetangga (ngangsu), seperti di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo, yang mempunyai sumber air lumayan melimpah.

"Kalau langsung membeli ke rumah warga Ngampal, biasanya cuma mengganti biaya listrik saja, sekitar 500 sampai 1.000 rupiah percerigen dengan daya tampung sekitar 40 liter," ujar pemuda yang juga mempunyai tempat akhir penjualan rongsokan ini.

Khusus untuk mencukupi kebutuh sehari-hari, seperti mencuci, mandi dan lain-lain, pria dengan perawakan agak gemuk itu membutuhkan sekitar tiga cerigen air bersih. "Biasanya juga ada dari orang lain yang yang menjual seharga 3.000 percerigen, dengan menggunakan mobil pengangkut air," lanjutnya.

Selain itu, ia juga harus membeli air sekitar satu bak truk roda empat, dengan cara membungkus bak Truk tersebut menggunakan terpal, untuk memenuhi kebutuhan membersihkan rongsokanya, yang juga mengambil air dari Desa Ngampal dengan harga sekitar 50 ribu pertruk.

"Kekeringan terjadi karena belum ada hujan turun dan juga belum adanya Perusahaan Air Minum (PAM) di desa ini, padahal di desa lain sudah terpasang PAM," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com.

Dian juga berharap kepada pemerintah, agar turut memberi solusi untuk kekeringan yang terjadi, yang dirasa belum ada tindakan khusus dari pemerintah setempat maupun pusat. [din/mu]
 

Tag : air, kemarau


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat