22:00 . Pedagang 3 Pasar di Rapid Test, 2 Orang Rekatif   |   21:00 . Sekarang Urus Administrasi, e-KTP, KK, Akte Bisa dari Rumah   |   20:00 . Total 3 Orang Sembuh Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Kanor Zona Merah, Baureno Tambah 3 Positif   |   18:00 . Warga Talok Manfaatkan Bantaran Bengawan Solo untuk Ditanami Ale   |   17:00 . Reaktif, 2 Pedagang Pasar Baureno Diisolasi ke BLK   |   16:00 . Rapid Tes RS Swasta Tak Diakui   |   15:00 . Inilah Hasil Lengkap Rapid Test 3 Pasar   |   14:00 . Pedagang Pasar Sumberrejo Ikuti Rapid Test   |   13:00 . Sempat Ketakutan, Pedagang Sambut Positif Rapid Test   |   12:00 . Disdik Rumuskan Kebijakan Normal Baru di Sekolah   |   11:00 . Ditemukan Meninggal, Korban Terseret Sejauh 8 Kilometer   |   10:00 . Diduga Takut, Banyak Pedagang Pasar Sumberrejo Tutup Stand   |   09:00 . Kades Sukorejo, Pasar Krempyeng Dipindah Sudah Difikirkan Matang   |   08:00 . Pedagang Tiga Pasar Tradisional di Rapid Test   |  
Sun, 31 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 15 June 2017 08:00

Anggota DPRRI: FDS Diterapkan, Dhiniyah akan Terganggu

Anggota DPRRI: FDS Diterapkan, Dhiniyah akan Terganggu

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com -
Program Menteri Pendidikan yang akan memberlakukan Full Day School (FDS) dipastikan mengganggu pembelajaran lain, termasuk keagamaan. Sebab, selama ini pendidikan dhiniyah di desa-desa berlangsung pada sore hari.

Hal itu dikatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Bojonegoro-Tuban, DR. Hj. Anna Mu'awanah. Menurutnya, banyak program lain yang sebenarnya perlu serius digarap, bukan memunculkan sesuatu yang masih pro dan kontra.

"Dengan penerapan FDS dipastikan pembelajaran dhiniyah akan terganggu," terang politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut kepada blokBojonegoro.com.

Bunda Anna, sapaan karib perempuan yang mempunyai Perguruan Tinggi di Kabupaten Tuban itu menegaskan, pondasi keagamaan yang ditanam sejak masih dini jangan sampai terganggu oleh program baru. Seperti contoh anak yang masih duduk dibangku SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) ketika sore hari akan mengaji, namun jika diberlakukan FDS sudah tidak dimungkinkan.

"Sementara saat diselenggarakan malam hari tidak mungkin, karena anak akan mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dari FDS tersebut," jelasnya.

Untuk itu, Bunda Anna berharap untuk rencana kebijakan FDS segera dihapuskan. "Sangat tidak efisien, karena murid pasti juga akan merasa jenuh jika harus satu hari berada di sekolahan," imbuhnya. [ifa/lis]

Tag : fds, dprri, anna mu'awanah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat