21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |   19:00 . Personil Binamulia Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir   |   18:00 . Asiknya Mancing di Embung Ngraden Kecamatan Padangan   |   17:00 . NU Sebut Vaksin Ikhtiar untuk Sehat   |   16:00 . Uang Nasabah BRI yang Sempat Hilang Telah Dikembalikan   |   15:00 . Warga Deling Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Teras Rumah   |   14:00 . Farida Hidayati Serahkan Hibah 20 Mesin Jahit dan 2 Laptop Pada Pelatihan DPD LDII   |   13:00 . Desa dan Masyarakat Menjadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Terorisme   |   12:00 . Jalan Menuju Dusun Bangkle yang Belum Teraliri Listrik Memprihatinkan   |   11:00 . Peningkatan Zona Kuning Harus Memotivasi Daerah Masuk Zona Hijau   |   10:00 . Integrasi Data Pusat - Daerah Akan Meningkatkan Kualitas Keakuratan   |   09:00 . Kedatangan 10 Juta Dosis Vaksin Untuk Mencukupi Kebutuhan Vaksinasi Tahap 2   |   08:00 . Warga Napis Manfaatkan Lahan untuk Budidaya Terong   |   07:00 . Selain Bau Mulut, Waspada 3 Masalah Kesehatan Ini Jika Malas Menyikat Gigi   |  
Fri, 05 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Isu Garam Bercampur Kaca, Bisa Dimanfaatkan Oknum Nakal

blokbojonegoro.com | Wednesday, 16 August 2017 18:00

Isu Garam Bercampur Kaca, Bisa Dimanfaatkan Oknum Nakal

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dengan adanya isu garam yang bercampur kaca yang semakin meluas di kalangan masyarakat kota Ledre, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, berharap tidak dijadikan sebuah hal yang dibesar-besarkan lantaran isu tersebut.

Pasalnya, hal tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal yang tidak bertanggungjawab untuk membuat resah seluruh masyarakat. Selain itu, biasanya juga dijadikan untuk menjatuhkan perusahan tertentu lantaran persaingan produk.

"Hal tersebut sering terjadi lantaran persaingan produk dari satu perusahan dengan perusahaan lainnya," ungkap Kabid Bina Usaha Perdagangan, Agus Haryana.

Disisi lain, jika menemukan adanya garam yang bercampur kaca, diharapkan masyarakat langsung melapor ke Dinas Perdagangan, agar bisa ditindaklanjuti lagi. Pasalnya, kata Agus, dulu juga pernah ada garam yang bercampur kaca yang beredar di kabupaten tetangga dan juga beredar di Bojonegoro, namun sekarang sudah tidak ada produknya.

"Pastinya masyarakat lebih tau tentang apa yang beredar di tengah-tengah masyarakat, tentang produk-produk yang tidak sesuai dengan aturan, oleh karena itu Kami mohon untuk kerjasamanya," lanjut pria 50 tahun ini.

Selain itu, jika masyarakat masih ragu tentang garam yang mau dikonsumsin, masyarakat bisa terlebih dahulu mengecek menggunakan air panas maupun dingin untuk melarutkan garam, sehingga lebih jelas. [din/mu]

Tag : garam bercampur kaca, garam kaca bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat