11:00 . Reuni Angkatan Awal Ponpes Attanwir yang Luar Biasa   |   09:00 . Halal Bihalal, Momen Semangat Bekerja Bersama-sama Usai Cuti Lebaran   |   21:00 . Tabrak Tiang PJU, Pemotor di Bojonegoro Terpental hingga Meninggal   |   18:00 . Gempa Lagi, Tercatat 580 Kali Gempa Sejak Maret   |   13:00 . Tradisi Lebaran, UKMP Griya Cendekia dan LPM Spektrum Unugiri Halal Bihalal ke Pembina   |   18:00 . Libur Lebaran DLH Bojonegoro Kumpulkan 490,4 Ton Sampah   |   11:00 . PKC PMII Minta Angka Diska di Bojonegoro Ditekan   |   09:00 . Hendak Mancing di Embung, Bocah SMP di Bojonegoro Tenggelam   |   07:00 . Cuti Bersama Usai, ASN dan PPPK Ketahuan Bolos akan Kena Sanksi   |   18:00 . Tenggang Rasa Berkendara   |   12:00 . Kenang Masa Sekolah, Konco Selawase Attanwir Gelar Reoni   |   11:00 . Kasat Lantas Bojonegoro: Viralkan Jika Ada Bus Ugal-ugalan, Akan Kami Tindak   |   20:00 . Kru Bus yang Adu Jotos dengan Pemudik di Bojonegoro Diamankan Polisi   |   18:00 . Puncak Arus Balik, Jalur Bojonegoro Ramai Lancar   |   17:00 . Jumlah Pemudik di Rest Area Bojonegoro Meningkat Saat Arus Balik   |  
Fri, 19 April 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Musim Kemarau, Warga Bisa Melintas Bengawan Tanpa Perahu

blokbojonegoro.com | Thursday, 17 August 2017 10:00

Musim Kemarau, Warga Bisa Melintas Bengawan Tanpa Perahu

Reporter : Joel Joko

blokBojonegorp.com - Sejak dua bulan terakhir jembatan penyeberangan Bengawan Solo mulai dibuat warga Bojonegoro. Pembuatan jembatan tersebut dilakukan karena sungai sudah dangkal dan perahu tidak bisa menyeberang.

Priyono, salah seorang pembuat jembatan mengatakan, setiap musim kemarau warga bisa melintas bengawan tanpa menggunakan perahu. Jembatan bambu sudah bisa digunakan untuk menyeberang dari Desa Ledok Kulon, Kecamatan Kota Bojonegoro, ke Kecamatan Trucuk, maupun sebaliknya.

"Biaya pembuatan jembatan tersebut tidak murah. Sekali membuat membutuhkan biaya Rp.10 juta. Panjang jembatan itu adalah 150 meter. Jembatan tersebut menghabiskan seratus batang bambu," ungkapnya.

Kasi Bina Angkutan Air Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Sugeng Agung Sudarmanto menjelaskan, jembatan penyeberangan Bengawan Solo itu dibuat karena kebutuhan masyarakat. Saat kemarau, imbuhnya, perahu penyeberangan tidak bisa beroperasi. Sebab, air sudah dangkal. Satu-satunya cara supaya bisa menyeberang adalah membuat jembatan tersebut.

Menurut Agung, terkait keamanan, selama ini tidak ada masalah. Hal itu berdasar pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya. Kecelakaan tidak pernah terjadi. ’’Selama ini memang tidak ada standarnya. Namun, jembatan tersebut aman,’’ katanya.

Setiap musim kemarau, penyeberangan perahu Bengawan Solo itu setidaknya berubah menjadi jembatan. Berdasar pantauan blokBojonegoro.com ada beberapa titik jembatan penyeberangan yang menuju ke arah Trucuk.[oel/ito]
 

Tag : seberang, bengawan, jembatan, bambu



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat