19:00 . Jokowi-Amin Menang 67 Persen di Bojonegoro   |   18:00 . Meski Surat Suara Tertukar, KPU Mengklaim Tidak Ada PSU   |   17:00 . Evakuasi Korban, Jalan Raya Macet Cukup Panjang   |   16:00 . Avanza Vs Truk di Margomulyo, 2 Mobil Ringsek   |   15:00 . Triwulan Pertama, Ada 850 Klaim Asuransi ke Jasa Raharja   |   14:00 . SMPN 1 Kapas Kembali Rebut Juara Pencak Silat O2SN   |   12:00 . Saat Pemungutan Suara, Tiga TPS Surat Suaranya Tertukar   |   09:00 . Panitia Gandeng Mahasiswa dan Komunitas, Ini Alasannya?   |   08:00 . Rayakan Hari Jadi, AMSI Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax   |   07:00 . Kurang Percaya Diri dalam Memimpin? Pastikan Anda Menerapkan 5 Hal Ini   |   22:00 . Akses Menuju 5 TPS di Bojonegoro Putus Akibat Banjir Bandang   |   21:30 . [Cek Fakta] Nenek Bawa Surat Undangan Kenduri ke TPS di Bojonegoro   |   20:00 . Libur Nasional, Pengunjung WWG Meningkat   |   19:00 . Pelaku Serangan Fajar Ditangkap   |   18:30 . Unik.....! TPS Ini Bernuansa Piala Dunia   |  
Thu, 18 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 26 August 2017 12:00

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (22)

Di Sumodikaran, 100 Gerilya Gagal Lumpuhkan 5 Serdadu

Di Sumodikaran, 100 Gerilya Gagal Lumpuhkan 5 Serdadu

Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Tempat yang akan dijadikan lokasi penghadangan musuh, adalah tegalan yang sedang ditumbuhi tanaman jagung dan ketela. Sedangkan di sebelah timur jalan, terbentang luas persawahannya dengan medan datar serta jauh dari desa.

Noorcahyo mulai menjelaskan kebiasaan yang dilakukan oleh tentara Belanda dan menerangkan rencana untuk menghadang musuh tersebut. Tugas-tugas dibagi, yakni Noorcahyo di tengah, Supandi di sayap kanan dan Dihar di bagian kiri.

[Baca juga: Bom Sempat Ngowos di Gardu Proliman, Serdadu Cari Perlindungan ]

Belum selesai melakukan orientasi medan, dari arah Dander terdengar suara kendaraan yang akan melintas. Pasukan gerilya belum sempat menempati stelling, hanya seksi Dihar yang sedikit mempunyai waktu untuk menggeser sebagian seksinya untuk mendekat di jalan besar. Pada saat kendaraan jenis Jeep masuk dalam jarak tembak efektif, langsung diberondong tembakan oleh pasukan gerilya yang mempunyai ruang tembak.

Tampak dari tempat pertahanan pasukan gerilya, bahwa salah satu serdadu terkulai dan senjatanya jatuh di jalan. Namun, berhasil ditolong oleh temannya yang kemudian kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi menuju Bojonegoro. Seksi Dihar yang berada di dekat lokasi penembakan, menemukan senjata yang terjatuh dari musuh, yakni sepucuk jungle rifle.

Dengan tenaga 100 berbanding 5, pasukan gerilya tidak berhasil melumpuhkan atau menangkap musuh, ini merupakan kerugian," Panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe, Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe.

Untuk menghindari serangan balik dari musuh dan mengingat lokasi medan yang dijadikan penghadangan merupakan bidang datar, maka tiga seksi berpencar menuju timur dan barat.  Seperti yang diduga, tak sampai satu jam setelah peristiwa, terdengar suara granat-granat mortir dan gencaran tembakan yang ditumpahkan musuh di lokasi penghadangan.

Namun, hal itu tidak membawa korban. Sebab, penduduk desa sudah menyingkir dan pasukan gerilya sudah berpencar menuju basisnya masing-masing. Meski tampak tidak seimbang antara jumlah pasukan gerilya 100 orang yang tak mampu melumpuhkan 5 orang serdadu Belanda, banyak faktor yang tidak mendukung. Di antaranya adalah waktu kedatangan pasukan gerilya dan datangnya jeep dari selatan hampir bersamaan.

Selain itu, pasukan gerilya masih dalam istirahat karena baru datang dari masing-masing basis. Sedangkan jaraknya masih jauh dari jalan besar sekitar 600 meter.

Hal lainnya, pada waktu itu gerilyawan-gerilyawan kurang memahami teori menembah sasaran bergerak, belum lagi memperhatikan arah dan kecepatan angin. Sehingga, meski hanya 5 orang serdadu, tak satupun yang berhasil menjadi tawanan.

Sumber: Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe, Panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe

Tag : agresi, militer, belanda

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more