17:00 . Tanpa 2 Pemain Inti, Persibo Optimis Kalahkan Nganjuk Ladang   |   16:00 . Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan   |   15:00 . Biasa Tanam Palawija, Kemarau Kali Ini Petani Mayangkawis Beralih Tembakau   |   13:00 . Disbudpar Targetkan 1,5 Juta Wisatawan Tahun Ini   |   12:00 . Persibo Waspadai Ancaman Tim Tamu   |   11:00 . Sempat Meroket, Harga Cabai Berangsur Turun   |   10:00 . Semakin Bugar dan Banyak Aktifitas di Masa Pensiun   |   09:00 . Bahagia Tampil di Istana Negara, Ini Cerita Penari Thengul   |   08:00 . Terus Diperhatikan, Kualitas dan Kuantitas UDD PMI Harus Ditingkatkan   |   07:00 . Tips Anti Stres untuk Ibu Bekerja yang Baru Jadi IRT   |   22:00 . Kodim Bojonegoro Rotasi Jabatan Perwira   |   21:00 . Majukan PMI, Jejaring Wilayah V Gelar Pertemuan di Bojonegoro   |   20:00 . Puluhan Regu Meriahkan Gerak Jalan SD-MI Kecamatan Kapas   |   19:00 . 8 Tahun Berjualan Kuliner Gloso, Warung Ini Dapat Penghargaan Bupati   |   18:00 . Usai Jawara di Kancah Internasional, Nedi Bertekad Kuliah di Amerika   |  
Thu, 22 August 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 26 August 2017 11:00

OPSHID Bojonegoro di Film Wage

Proses Pembuatan Film tak Semudah yang Dibayangkan

Proses Pembuatan Film tak Semudah yang Dibayangkan

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Dalam proses pembuatan film Wage, yang di dalamnya turut serta Organisasi Pemuda Shiddiqiyah (OPSHID) Bojonegoro, berjalan cukup melelahkan. Akan tetapi, banyak manfaat yang dirasakan dan sangat berkesan. Hal itu disampaikan oleh salah satu pemuda OPSID Bojonegoro, M. Asep Awaludin yang turut menjadi bagian dalam film Wage.

"Meski berperan sebagai figuran, tapi banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan. Selain itu, ternyata proses pembuatan film tak semudah yang dibayangkan," ujar Asep.

[Baca juga: Tayang Oktober, OPSHID Bojonegoro Turut Peran di Film Wage ]

Pemuda kelahiran Bojonegoro 27 November 1989 itu menjelaskan, Sosok Wage Rudolf (WR) Soepratman merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun tak banyak masyarakat, khususnya pemuda yang tahu tentang perjalanan hidup dari sosok Wage.

Salah satunya, nama Rudolf adalah nama Belanda yang diberikan sewaktu dirinya masih kecil dan diasuh oleh kakaknya, yakni Reokiyem. "Tapi kami menyebut nama aslinya yakni Wage Soepratman," jelasnya.

Sedangkan pada proses pembuatan film, diakui Asep ternyata butuh banyak waktu dan cukup melelahkan. Misalnya untuk scene yang hanya beberapa menit saja, persiapannya sudah satu hari dan pengambilan adegan biasa memakan waktu berjam-jam.

Pada proses pengambilan gambar dilakukan di Kota Tua Semarang dan Magelang mulai tanggal 22 Juli hingga 22 Agustus 2017 kemarin. "Selesai syuting kemarin, semua kru ke Jombang untuk syukuran," terang pemuda asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander itu.

Asep berharap, dengan adanya film Wage yang akan diputar serentak pada tanggal 28 Oktober 2017 mendatang, generasi muda bisa mengerti bagaimana perjuangan dari Wage Soepratman yang telah menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menjadi lagu wajib nasional. [ito/mu]

Foto: Doc. M Asep Awaludin

Tag : wage, film, wr soepratman, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 13 August 2019 08:00

    Teladani Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi

    Teladani  Auliya, Jemaah Tahli Ziarah dan Wisata Religi Demi memperkuat spiritual keagamaan dan meneladani perjuangan para waliyullah, sekaligus menyambut Kemerdekaan RI-47, jemaah tahlil Dukuh Ngantulan, RT.19/RW.03, Desa Bulu, Kecamatan Balen, mengadakan ziarah ke makam auliya. Selain itu dalam...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat