20:00 . Akhir Ramadan, Pasar Sumberrejo Buka Pagi Sampai Malam   |   19:00 . Waqaf 10.000 Al-Qur'an GP Ansor Sumberrejo Mulai Didistribusikan   |   18:00 . Perkuat Kerukunan Pemuda Lewat Berbagi Takjil   |   17:00 . 1 Huruf Sama Dengan 10 Kebaikan   |   15:00 . Kanor-Rengel Bakal Tersambung   |   14:00 . Dibangun Jembatan, Penyedia Jasa Perahu Tambangan Sambut Positif   |   13:00 . Harga Ikan Laut di Pasar Bojonegoro Melambung   |   11:00 . Usai Lebaran, Kelulusan SD Baru Diumumkan   |   10:00 . Nilai UN Tidak Jadi Prioritas Penerimaan Siswa Baru   |   09:00 . Besok, PPDB Online SMP Mulai Dibuka   |   08:00 . Saat Malam Ramadan, Lapangan Kecamatan Sumberrejo Bak Pasar Malam   |   07:00 . Teh Manis Buat Buka Puasa, Sehat Nggak Sih?   |   06:00 . Khotmil Quran Mahasiswa Kesehatan   |   05:00 . Pondok Jurnalistik Bersama LPM Kampus Ungu   |   21:00 . Relawan Cinta NKRl Kutuk Petualang Politik Rongrong Wibawa Pemerintah   |  
Mon, 27 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 26 August 2017 11:00

OPSHID Bojonegoro di Film Wage

Proses Pembuatan Film tak Semudah yang Dibayangkan

Proses Pembuatan Film tak Semudah yang Dibayangkan

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Dalam proses pembuatan film Wage, yang di dalamnya turut serta Organisasi Pemuda Shiddiqiyah (OPSHID) Bojonegoro, berjalan cukup melelahkan. Akan tetapi, banyak manfaat yang dirasakan dan sangat berkesan. Hal itu disampaikan oleh salah satu pemuda OPSID Bojonegoro, M. Asep Awaludin yang turut menjadi bagian dalam film Wage.

"Meski berperan sebagai figuran, tapi banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan. Selain itu, ternyata proses pembuatan film tak semudah yang dibayangkan," ujar Asep.

[Baca juga: Tayang Oktober, OPSHID Bojonegoro Turut Peran di Film Wage ]

Pemuda kelahiran Bojonegoro 27 November 1989 itu menjelaskan, Sosok Wage Rudolf (WR) Soepratman merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun tak banyak masyarakat, khususnya pemuda yang tahu tentang perjalanan hidup dari sosok Wage.

Salah satunya, nama Rudolf adalah nama Belanda yang diberikan sewaktu dirinya masih kecil dan diasuh oleh kakaknya, yakni Reokiyem. "Tapi kami menyebut nama aslinya yakni Wage Soepratman," jelasnya.

Sedangkan pada proses pembuatan film, diakui Asep ternyata butuh banyak waktu dan cukup melelahkan. Misalnya untuk scene yang hanya beberapa menit saja, persiapannya sudah satu hari dan pengambilan adegan biasa memakan waktu berjam-jam.

Pada proses pengambilan gambar dilakukan di Kota Tua Semarang dan Magelang mulai tanggal 22 Juli hingga 22 Agustus 2017 kemarin. "Selesai syuting kemarin, semua kru ke Jombang untuk syukuran," terang pemuda asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander itu.

Asep berharap, dengan adanya film Wage yang akan diputar serentak pada tanggal 28 Oktober 2017 mendatang, generasi muda bisa mengerti bagaimana perjuangan dari Wage Soepratman yang telah menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menjadi lagu wajib nasional. [ito/mu]

Foto: Doc. M Asep Awaludin

Tag : wage, film, wr soepratman, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more