07:00 . Setop, Jangan Kulum Bibir untuk Ratakan Lipstik   |   22:00 . PN Tolak Praperadilan Kasus Pemalsuan AJB dan Dugaan Penyerobotan Tanah Hotel Bojonegoro   |   18:00 . Belum Ada Intruksi, Cabor Panahan Belum Gelar Latihan   |   17:00 . Lezat Terjangkau, Nikmati Bakso Kerikil Bang Har   |   16:00 . Sumber Bening Bisa Aliri Sawah Seluas 1.900 Hektar di 3 Kecamatan   |   15:00 . Toko Kaset Jadul, Legendaris, Ada Sejak 1979   |   14:00 . Akan Lakukan Aksi, ini Harapan Suporter Persibo   |   13:00 . Masuk Musim Kemarau, BPBD Belum Terima Laporan Kekeringan   |   12:00 . Mekar Merekah, Bunga Bougenville Hiasi Sepanjang Jalan Raya Bojonegoro   |   11:00 . Kejutan dari Pertamina EP Jelang HUT Kemerdekaan RI   |   10:00 . Enak-enak di Kamar Kos, 2 Pasangan Lagi-lagi Diamankan Satpol PP   |   09:00 . Jaga Kebersihan Sumber Air, Bupati Kerja Bhakti Bareng Warga   |   08:00 . Dapat Suntikan Modal Rp310 Juta, BUMdes Ngujung Diharapkan Segera Bisa Kembalikan Kerugian   |   07:00 . 7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat   |   06:00 . Inilah Jadwal Donor Darah UDD PMI Bojonegoro Bulan Agustus 2020   |  
Wed, 12 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 26 August 2017 11:00

OPSHID Bojonegoro di Film Wage

Proses Pembuatan Film tak Semudah yang Dibayangkan

Proses Pembuatan Film tak Semudah yang Dibayangkan

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Dalam proses pembuatan film Wage, yang di dalamnya turut serta Organisasi Pemuda Shiddiqiyah (OPSHID) Bojonegoro, berjalan cukup melelahkan. Akan tetapi, banyak manfaat yang dirasakan dan sangat berkesan. Hal itu disampaikan oleh salah satu pemuda OPSID Bojonegoro, M. Asep Awaludin yang turut menjadi bagian dalam film Wage.

"Meski berperan sebagai figuran, tapi banyak ilmu dan pengetahuan yang kami dapatkan. Selain itu, ternyata proses pembuatan film tak semudah yang dibayangkan," ujar Asep.

[Baca juga: Tayang Oktober, OPSHID Bojonegoro Turut Peran di Film Wage ]

Pemuda kelahiran Bojonegoro 27 November 1989 itu menjelaskan, Sosok Wage Rudolf (WR) Soepratman merupakan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Namun tak banyak masyarakat, khususnya pemuda yang tahu tentang perjalanan hidup dari sosok Wage.

Salah satunya, nama Rudolf adalah nama Belanda yang diberikan sewaktu dirinya masih kecil dan diasuh oleh kakaknya, yakni Reokiyem. "Tapi kami menyebut nama aslinya yakni Wage Soepratman," jelasnya.

Sedangkan pada proses pembuatan film, diakui Asep ternyata butuh banyak waktu dan cukup melelahkan. Misalnya untuk scene yang hanya beberapa menit saja, persiapannya sudah satu hari dan pengambilan adegan biasa memakan waktu berjam-jam.

Pada proses pengambilan gambar dilakukan di Kota Tua Semarang dan Magelang mulai tanggal 22 Juli hingga 22 Agustus 2017 kemarin. "Selesai syuting kemarin, semua kru ke Jombang untuk syukuran," terang pemuda asal Desa Ngraseh, Kecamatan Dander itu.

Asep berharap, dengan adanya film Wage yang akan diputar serentak pada tanggal 28 Oktober 2017 mendatang, generasi muda bisa mengerti bagaimana perjuangan dari Wage Soepratman yang telah menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menjadi lagu wajib nasional. [ito/mu]

Foto: Doc. M Asep Awaludin

Tag : wage, film, wr soepratman, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat