22:00 . Rider Cilik Ikut Roadrace   |   21:00 . Dibuka untuk Umum, Sinau Nge-MC Bareng Disosialisasikan di CFD   |   20:00 . Pedagang dan Peternak Asal Sengon ini Jual Kambing Hingga ke Ibu Kota   |   19:00 . Festival Geopark 2 Teksas Wonocolo 2019, Galakkan Promosi Wisata Bojonegoro   |   18:00 . Meriah Event Road Race Bojonegoro 2019   |   17:00 . Bengawan Solo Menghijau Penuh Eceng Gondok   |   16:00 . Agrowisata Belimbing Olah Belimbing Menjadi Kuliner Unik   |   15:00 . Petani Ngulanan Dander Panen Raya, Harga Gabah Tinggi   |   14:00 . Sejumlah Fasilitas Baru Dibangun Perlancar Lalu Lintas di Bojonegoro   |   13:00 . 31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB   |   12:00 . Dishub Pasang Paku Marka di Jalan Protokol Bojonegoro   |   11:00 . Satu Alat Sampai Lokasi JTB, Masih ada 5 Lagi, Ini Jadwalnya   |   10:00 . Alat JTB Kedua Sampai di Jembatan Timbang Baureno   |   09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |  
Mon, 09 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 30 August 2017 12:00

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (25)

Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh

Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.

Pertemuan itu, untuk meningkatkan aktivitas pasukan gerilya dalam melakukan penghadangan dan serangan di pos-pos yang diduduki serdadu Belanda. Mereka menyiapkan strategi Untuk meningkatkan aktivitas pasukan gerilya dalam melakukan penghadangan dan serangan di pos-pos yang diduduki serdadu Belanda.

[Baca juga: Prambonwetan Melawan ]

Dalam pembagian tugas, seksi Supandi berada di timur jembatan Kali Pacal menyerang pos Belanda, sedangkan Seksi Dihar melakukan penghadangan jika datang bantuan musuh dari timur, yakni Sumberejo. Dalam gerakan tersebut, dua orang diikutsertakan, Prajurit Tarbin dan Prajurit Sakur bersama Dihar yang belum mengenal medan dan untuk penempatan pasukan.

Pada pos Belanda, seksi Supandi melakukan penyerangan dengan menggencarkan tembakan. Dalam aksi tersebut, peluru mortir 5 tepat mengenai sasaran dan meledak di dalam pos.

Sesuai yang diperkirakan, bantuan musuh datang dari wilayah timur yakni Sumberejo menuju pos yang diserang pasukan gerilya. Di perbatasan Desa Suwaloh-Kabunan seksi Dihar sudah menunggu dan melancarkan aksi.

Meski dalam kegelapan malam, deru kendaraan mulai terdengar dan terus mendekat ke titik penghadangan karena memang lampu kendaraan itu sengaja dimatikan. Samar-samar telihat  wajah serdadu dari cahaya yang ada di dasboard kendaraan, pasukan gerilya langsung membidik dan melakukan tembakan serentak setelah SMR regu Munawir memberikan kode tembakan.

"Musuh terpaku sampai lama tidak membalas. Kemungkinan tembakan permulaan tepat mengenai sasaran. Beberapa waktu kemudian tembakan balsan mulai diberikan," dikisahkan oleh Letkol Purn. Dihar dalam buku Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe, yang ditulis oleh Panitia Penyususunan Sejarah Brigade Ronggolawe, 1984: 356.

Para serdadu yang ada di kendaraan, tidak lagi menggunakan fungsi senjata-senjata yang dibawa. Hal itu terbukti dari tembakan yang dilakukan dengan mengunakan SMS 12,7 dan roket asal bunyi dan dapat menembak apapun sasaran yang dihadapi. Karena stelling pasukan belanda yang ada beberapa puluh meter dari kendaraan lawan berada di sudut mati, peluru-peluru berhamburan di atas kepala mereka.

Sekitar satu jam kemudian, bantuan musuh datang lagi dari barat, yakni wilayah Bojonegoro, kendaraan panser tanpa diikuti pasukan. Pertempuran di pos jembatan Kali Pacal sudah sunyi, begitu terdengar suara kendaraan mendekat, seksi diperintahakan untuk munder ke selatan menuju jurusan Desa Sidobandung dan Ngadiluhur.

Dari aksi penyerangan dan penghadangan yang dilakukan oleh seksi Supandi dan seksi Dihar, pasukan gerilya tidak ada yang menjadi korban. Sedangkan dari pihak lawan, kerugian  sudah pasti terjadi pada pos yang diserang dan tempat penghadangan, namun jumlah pastinya tidak diketahui. [ito/mu]

Tag : agresi, militer, belanda


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat