12:00 . Setiap Desa Sediakan Tempat Isolasi Khusus Bagi Pemudik   |   11:00 . Peduli Bersama Lawan COVID-19, Ormada Bojonegoro Galang Dana   |   10:00 . Sehari Produksi 1.000 Bak Cuci Tangan   |   09:00 . Tahap II, 109 Kades Dilantik Lewat Video Conference   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 6 April   |   07:00 . Dear Ladies, Ini 5 Hal yang Paling Ditakuti Laki-laki saat Menjalin Komitmen   |   18:00 . Bagikan Sembako, Zahir Mania Baksos Ke Daerah Pelosok   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Membagikan Alat Penagkal Covid-19   |   16:00 . Jumlah ODP Bojonegoro Masih Ada 53 Orang   |   15:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Serahkan Alat Protokol Kesehatan   |   14:00 . 4 Kades di Sugihwaras Dilantik Melalui Vidcon, Satu Kades Langsung Oleh Bupati   |   13:00 . Lantik 109 Kepala Desa, Bupati Berpesan Warga Bojonegoro Tunda Mudik   |   12:00 . Live Streaming: Pelantikan Kepala Desa Tahap II   |   11:00 . Pekerja Migas di Bojonegoro Jalani Rapid Tes   |   10:00 . Tangkal Covid-19, Personil Polres Dapat Extra Fooding   |  
Tue, 07 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 19:00

Musik Lesung Tanjungharjo

Melalui Lesung, Berharap Desa Dikenal Dunia

Melalui Lesung, Berharap Desa Dikenal Dunia

Pengirim: Pemuda Tanjungharjo

blokBojonegoro.com - Para pendahulu telah meninggalkan adat dan norma kehidupan yang berbudi luhur. Nilai-nilai yang mereka tinggalkan disampaikan melalui produk seni dan budaya. Termasuk seni musik lesung. Jenis musik perkusi bagi kehidupan masyarakat agraris.

Lesung merupakan alat giling atau tumbuk padi tradisional. Dari lesung masyarakat berpenghidupan. Dari lesung anak-anak mendapatkan makanan. Dan dari lesung pula aneka racikan bumbu diolah, untuk kemudian disantap.

Untuk menggiling dari padi diperlukan alu. Sebuah kayu berbentuk silinder yang fungsinya menghancurkan sekam padi, agar berasnya keluar. Alu yang dipukul-pukulkan pada lesung itu menghasilkan bunyi-bunyian elok nan menghanyutkan suasana.

Bunyi-bunyian tersebut kemudian diramu menjadi lagu. Terdapat lagu-lagu khas pada musik lesung. Ada yang berjudul jangan menir. Ada pula yang berjudul bluluk ceblok. Sesuatu yang sangat akrab dengan masyarakat desa.

Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi musik lesung dilahirkan. Seperti di Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas. Gerusan zaman membuat musik lesung di kampung salaknitu tidak punya generasi. Satu-satunya yang masih eksis adalah grup musik lesung Jumengglung.

"Sangat jarang ada panggung yang disediakan untuk musik lesung. Yang bisa kita lakukan biasanya pada moment perayaan kemerdekaan seperti saat ini," ujar pelestari musik lesung, Fahrur Rozi.

Dirinya mengaku prihatin jika musik lesung harus hilang ditelan zaman. Dia mengatakan pemain musik lesung biasanya adalah perempuan. Terdiri dari 5 hingga 7 ibu-ibu dengan alu di tangannya. Hal ini tak lepas dari ajaran agama, bahwa penyangga agama dan negara adalah perempuan.

Keprihatinan Fahrur berawal dari satu bibinya yang merupakan pemain musik lesung. Dibutuhkan ketelitian, imbuh Fahrur, dalam menabuh alat dari kayu jati itu. Masing-masing penabuh memainkan ketukan dan tempo yang berbeda.

Ke depan dirinya hendak mempersiapkan para pemuda agar mau belajar. Karena jika tidak ada penerus musik tradisional tersebut bisa lenyap. Dan dibutuhkan kolaborasi dengan alat musik lain agar musik lesung penyajiannya lebih menarik.

"Beberapa lagu khas lesung sudah kita inventarisir. Kami masih berupaya melibatkan pemuda agar sajiannya kian menarik, misalnya dikolaborasikan dengan keyboard, gitar dan kontrabas," sambung Fahrur Rozi.

Fahrur Rozi beranggapan bahwa musik lesung adalah produk nyata peradaban desa. Dan jika dikemas dengan baik dan menarik, bisa jadi dapat membuat desanya dikenal dunia. 

Tag : Musik, lesung, tanjungharjo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat