08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan denan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   06:30 . Angka Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tembus 8.000   |   06:00 . Kembali Longsor, Jembatan Glendeng Ditutup Total   |   05:00 . 7 Pasien Sembuh, 7 Tambahan Kasus di Bojonegoro   |   04:00 . Angin Kencang, 3 Pohon Tumbang   |   00:00 . Jembatan Ambruk Diterjang Banjir   |   23:00 . Dukung Anak Belajar dari Rumah saat Pandemi   |   22:00 . Peduli di Masa Pandemi Covid-19, Disabilitas di Bojonegoro Bagikan Ribuan Masker   |   21:00 . Datangi Kejari di Pantura, Kajati Jatim Sebut Banyak Inovasi Kejari Bojonegoro   |   20:30 . Waspada Efek Jangka Panjang Covid-19   |   20:00 . Dishub Bojonegoro Himbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif Menuju Tuban   |   19:00 . Jembatan Glendeng Penghubung Bojonegoro-Tuban Kembali Ditutup Total   |   18:30 . Gejala Covid-19 Pada Lansia   |   18:00 . Dinsos Bojonegoro Rakor Terkait Evaluasi PKH 2020 dan Rencana PKH 2021   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 September 2017 19:00

Unigoro Cetak Generasi Muda Anti Korupsi

Unigoro Cetak Generasi Muda Anti Korupsi

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Berbagai inovasi ditanamkan pada mahasiwa-mahasiswi Universitas Bojonegoro (Unigoro), untuk menjadi generasi muda yang tangguh. Untuk itu dalam kegiatan Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus), Yellow Campus berkomitmen mencetak generasi muda anti korupsi.

Sehingga dalam kegiatan Ospek yang diikuti 688 mahasiwa-mahasiswi, Sabtu-Minggu (16-17/9/2017), tidak hanya dikenalkan kondisi kampus dan proses belajar mengajar, tapi juga diberikan pengenalan serta pemahaman terkait korupsi dengan mengundang Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Muhaji.

"Menjadikan mahasiswa Unigoro generasi muda anti korupsi, agar saat di masyarakat menjadi tangguh dan tidak korupsi," kata ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro Unigoro, Arief Januarso di sela-sela pembukaan Ospek, Sabtu (16/9/2017).

Mas Arif juga menjelaskan, setiap tahunnya ada perbedaan tema dan mahasiwa terus mengalami peningkatan. Setidaknya dari lima fakultas, yakni Hukum, Fisip, Ekonomi, Pertanian dan Teknik itu lebih dari 3.000 mahasiwa-mahasiswi.

"Dalam Ospek ini dikenalkan sistem pembelajaran mahasiswa, etika mahasiwa dan sebagainya. Termasuk materi dari kajari tentang korupsi dan Exxon kaitannya pengenalan migas," jelasnya.

Ditambahkan, saat akreditasi kampus Unugoro, asesor juga kagum inovasi yang dilakukan kampus. Pasalnya handphone dosen terkoneksi dengan internet. "Serta mahasiswa dapat membayar Online dan orang tua dapat memantau anaknya dalam proses perkuliahan melalui aplikasi itu. Tidak semua kampus negeri maupun swasta punya," imbuhnya.

Sementara itu Rektor Unigoro, Slamet Kyswantoro menekankan, setiap fakultas ada dosen wali yang diberi tanggungjawab awal sampai mahasiswa lulus. "Agar mahasiswa tidak megurus kartu rencana study saja. Diharapkan yang menyangkut perkuliahan dikonsultasikan pada dosen wali," terangnya.

Sehingga mahasiswa juga aktif mengikuti proses perkuliahan dan kampus melalui dosen dapat memberikan bimbingan kepada mereka. Hal ini perlu dilakukan sebagai kontrol dan pengawasan terhadap mahasiwa.

Sedangkan Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Muhaji mengenalkan terkait korupsi agar mahasiswa memahami praktek-praktek korupsi. "Ruang lingkup tindak pidana korupsi ada 30 jenis, termasuk kerugian keuangan negera, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, gratifikasi dan lain-lain," terangnya.

Muhaji juga mengapresiasi tema anti korupsi yang dicanangkan Unigoro, sehingga kedepannya mencetak generasi muda paling tidak meminimalisir tindak pidana korupsi. "Karena saya yakin didunia ini korupsi tidak bisa hilang, tapi kita menyambut baik paling tidak tercetak generasi muda anti korupsi," ungkapnya.

Usai memberikan materi, Muhaji bersama ketua YSB, rektor dan civitas akademik Unigoro serta mahasiswa menandatangani kain kuning sebagai bentuk dukungan anti korupsi. Selain disambut positif Kejaksaan Negeri, ratusan mahasiswa yang mengikuti Ospek juga antusias ingin memahami korupsi karena banyak mahasiswa yang bertanya saat materi yang disampaikan. [zid/ito]

Tag : unigoro, kampus, kuning


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat