22:00 . Rider Cilik Ikut Roadrace   |   21:00 . Dibuka untuk Umum, Sinau Nge-MC Bareng Disosialisasikan di CFD   |   20:00 . Pedagang dan Peternak Asal Sengon ini Jual Kambing Hingga ke Ibu Kota   |   19:00 . Festival Geopark 2 Teksas Wonocolo 2019, Galakkan Promosi Wisata Bojonegoro   |   18:00 . Meriah Event Road Race Bojonegoro 2019   |   17:00 . Bengawan Solo Menghijau Penuh Eceng Gondok   |   16:00 . Agrowisata Belimbing Olah Belimbing Menjadi Kuliner Unik   |   15:00 . Petani Ngulanan Dander Panen Raya, Harga Gabah Tinggi   |   14:00 . Sejumlah Fasilitas Baru Dibangun Perlancar Lalu Lintas di Bojonegoro   |   13:00 . 31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB   |   12:00 . Dishub Pasang Paku Marka di Jalan Protokol Bojonegoro   |   11:00 . Satu Alat Sampai Lokasi JTB, Masih ada 5 Lagi, Ini Jadwalnya   |   10:00 . Alat JTB Kedua Sampai di Jembatan Timbang Baureno   |   09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |  
Mon, 09 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 13 November 2017 22:00

Aku Bisa Usaha (1)

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Siapa sangka, berternak burung menjadi jalan hidup sukses. Kang Zen, sapaan karib Muhammad Muzaini (37) warga Gang Basar, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memulai dari nol untuk menangkar lovebrid hingga beranak pinak.

Reporter: Tim blokBojonegoro.com

blokBojonegoro.com -
Dari jarak belasan meter, suara ngekek burung berbulu indah tersebut telah terdengar nyaring. Tepat di utara musala yang berada di ujung Gang Basar, rumah berlantai dua megah berdiri. Siapa sangka, di lantai dua rumah tersebut tinggal seratusan pasang lovebrid berbagai jenis.

blokBojonegoro.com melihat dari dekat deret puluhan kotak bertingkat untuk rumah burung. Di dalam kotak berukuran sekitar 60 x 40 centimeter, terdapat satu pasang lovebrid. Bukan itu saja, di ruangan berukuran kurang lebih 6 x 8 meter itu juga terdapat kandang koloni yang berisi langsung beberapa pasang.

Kang Zen mempunyai koleksi indukan, atau sepasang lovebrid yang telah produksi, berbagai jenis. Ada lovebrid Euwing, Blue DF, Albino, Purple, Batman, Josan, Pastel, Blorok dan lain-lain. Masing-masing jenis tersebut masih terdapat beberapa turunan yang indah dan membuat terkesan pecinta burung.

"Semua yang saya miliki ini awalnya hanya 3 pasang. Saya mulai mengembangkan tahun 2011," kata Kang Zen.

Dari tiga pasang itulah mulai berkembang hingga tidak terhitung lagi. Sebab, setiap bulan ia minimal bisa melepas ke pasaran 25 pasang. Tergantung anakan yang diproduksi banyak atau tidak. "Waduh, kalau berapa yang sudah dijual, saya tidak bisa menghitungnya," tambahnya sambil tersenyum lebar.

Yang jelas, dulu rumah burung hanya sederhana di bagian rumah orang tua di timur rumahnya sekarang. Bahkan, ia sempat gagal karena kondisi lembab dan lovebird tidak mau menetas. Akhirnya ia pindah ke ruang tamu rumahnya, sehingga mulai berkembang. "Saya menjual sebagian lovebird untuk membangun satu kamar di lantai atas dengan ukuran 3x3 meter. Alhamdulillah berkembang pesat dan karena penuh saya menambah bangunan lagi juga dari hasil penjualan lovebrid," terang pria yang hingga kini masih menjadi karyawan salah satu perusahaan itu.

Menjual Online

Agar cepat bisa laku, Kang Zen menggunakan jasa online untuk memasarkan lovebird miliknya. Termasuk bergabung dengan berbagai komunitas yang membanjiri dunia maya dan media sosial (medsos). Bahkan, beberapa waktu lalu ia sempat mengirim ke wilayah Tangerang, Bekasi dan Jakarta.

"Belum lama ini saya juga ditelepon, jika pemesan sebelumnya siap menampung berapapun lovebird yang saya kirim. Mereka juga berani uang di depan, namun saya memilih melempar ke pengepul yang ada di Bojonegoro saja," katanya.

Saat ini, jenis termahal yang dimilikinya adalah Euwing. Satu burung anakan bisa dihargai Rp3,5 juta ke atas. Tidak hanya itu, ada indukan yang seharga Rp3 juta dan di bawahnya itu juga. "Tergantung jenis indukan. Kemarin ada yang mengambil dia pasang indukan Rp7 juta disini," tambah Kang Zen.

Mengenai harga lovebird, biasanya akan mahal saat lebaran. Karena, perantau yang pulang akan membawa oleh-oleh burung saat kembali bekerja. Namun, akan lebih murah menjelang puasa dan lebaran. Sebab, saat itu banyak yang butuh dana sehingga menjualnya.

"Namanya juga usaha, terkadang ramai dan mahal, namun juga bisa murah. Yang jelas, harus dengan hati senang dan hobi. Sehingga, bisa berkelanjutan dan tidak terbebani," pungkasnya. [mad]

Tag : investigasi, usaha, burung, lovebird


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat