21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |   09:00 . Semangati Kiai Kampung, Gusdurian Berikan Sepeda dan Peralatan Ibadah   |   08:00 . Selesai Observasi, Mahasiswa Asal Bojonegoro Kuliah di Cina Pulang   |  
Tue, 18 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 02 January 2018 07:00

Bagaimana Kebiasaan Saling Berkirim Pesan Mampu Mempererat Hubungan?

Bagaimana Kebiasaan Saling Berkirim Pesan Mampu Mempererat Hubungan?

Reporter: - 
 
blokBojonegoro.com - Mengirim pesan lewat aplikasi percakapan seperti Whatsapp dan sejenisnya telah menjadi bagian dalam budaya berkomunikasi saat ini.
 
Jika zaman dahulu sebuah kisah cinta bersemi dengan saling mengirim sepucuk surat, mawar merah, dan sejenisnya untuk menunjukan perasaan. Di era modern telah terganti oleh hadirnya emoji dalam apllikasi percakapan daring.
 
Namun, seni komunikasi lewat tulisan memang tidak dapat tergantikan. Riset menunjukan bahwa pasangan dengan kebiasaan saling mengirim pesan tertulis baik lewat aplikasi percakapan atau SMS memiliki kepuasan yang lebih dalam hubungannya.
 
Psikolog di Pace University, New York, mengamati 205 orang Amerika Serikat berusia antara 18 dan 29 tahun, yang semuanya memiliki hubungan percintaan.
 
Setiap peserta diberi pertanyaan tentang berbagai aspek kebiasaan mengirim pesan, mulai dari frekuensi inisiasi hingga sifat percakapan mereka - apakah hanya sekadar menyapa, menunjukan kasih sayang, atau malah menimbulkan masalah.
 
Responden juga mengikuti survei standar yang mengukur gaya dan tingkat keterikatan dalam hubungan mereka.
 
Para peneliti menyimpulkan bahwa kesamaan persepsi dalam kebiasaan texting atau berkirim pesan sangat berkorelasi dengan kepuasan hubungan.
 
Temuan ini menyoroti pentingnya kesamaan persepsi antarpasangan mengenai perilaku mengirim pesan untuk tingkat kepuasan mereka. Bahkan, kebiasaan mengirim pesan ini mampu memprediksi kecemasan dan penolakan akan kasih sayang.
 
Namun, para periset menambahkan bahwa temuan mereka mungkin tidak berlaku untuk pria karena 74 persen mayoritas peserta riset adalah perempuan. Periset pun menyarankan agar perempuan sangat mementingkan kesesuaian saat mengirimkan pesan.
 
Para peneliti juga menyarankan agar para pasangan melakuklan konseling agar hasil riset ini semakin bermanfaat.
Menurut periset, para pakar dalam hubungan mungkin bisa membantu para pasangan mengenai masalah dalam hubungan mereka.
 
Selain itu, mereka juga bisa memberi saran mengenai perilaku mengirim pesan yang bisa meningkatkan kepuasan dan fungsi hubungan.
 
Akan tetapi, para psikolog menganjurkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai peran kesesuaian perilaku mengirim pesan, baik dalam hubungan asmara maupun hubungan lainnya.
 
Agar kepuasan dan fungsi hubungan asmara Anda semakin meningkat, lakukanlah 8 Kegiatan yang Rutin Dilakukan Pasangan Bahagia dan pahamilah 5 Pertengkaran yang Biasa Terjadi Pada Pasangan Bahagia.
 
*Sumber: kompas.com

Tag : Pendidikan, kesehatan, asmara


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat