19:00 . Kartu Petani Mandiri (KPM) Solusi Untuk Petani di Bojonegoro   |   19:00 . Khusus Kloter 75, CJH Bojonegoro Berangkat dengan Jemaah Asal Surabaya   |   18:00 . Bupati Tantang Disperta Kembangkan Tehknologi Pertanian   |   17:00 . Mudahkan Pejalan Kaki Menyebrang, 2019 Dishub Pasang Tiga Pelican Cross   |   16:00 . Ajari Anak dan Gandeng Semua Pihak Tingkatkan Peran Keluarga   |   15:30 . Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri   |   15:00 . 14 Pelajar dan 1 Gepeng Terciduk Polres Bojonegoro   |   14:00 . Kelompok Tani Wanita Meriahkan Launching KPM   |   13:00 . 3.500 Hektar Sawah di Bojonegoro Kekeringan   |   12:00 . Dua Pengemis Diamankan Satpol PP, Satunya dari Luar Bojonegoro   |   11:00 . KUA dan Cabang IPHI Kanor Bentuk Banom MTP   |   10:00 . Meningkat, Kasus Persetubuhan Anak Ancam Bojonegoro   |   09:00 . Tak Ingin Produksi Migas Terus Turun, Ini Upaya SKK Migas   |   08:00 . Harga Cabai Mahal, Warga Pilih Cabai Kering   |   07:00 . Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan   |  
Tue, 23 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 08 January 2018 08:00

Catatan Dahlan Iskan (5)

Tahun Disayang Tuhan

Tahun Disayang Tuhan

Oleh: Dahlan Iskan

Inilah hasil evaluasi saya tentang tahun 2017: Tuhan sangat sayang kita. Sayang Indonesia. Apa tandanya?

Pertama, tidak ada kemarau panjang selama tahun lalu. Bahkan sudah selama tiga tahun terakhir.

Produksi beras melimpah. Petani tenang. Ayem. Tentrem.

Bisa panen tiga kali setahun. Bahkan ada yang empat kali. Harga bahan makanan pokok stabil. Stabil-rendah.

Kedua, harga minyak mentah dunia begitu rendahnya tahun lalu. Hanya sekitar 50 dolar per barrel. Pemerintah tidak mensubsidi BBM pun harga BBM stabil. Stabil-rendah.

Bayangkan misalnya kalau tahun lalu terjadi kemarau panjang. Terutama di saat ekonomi agak lesu seperti itu. Tidak mustahil kalau harga pangan tidak terkendali.

Lalu impor pangan terjadi. Besar-besaran. Jadi isu pilitik. Lalu gonjang-ganjing.

Bayangkan juga kalau harga minyak mentah dunia tinggi. Tidak usahlah sampai 100 dolar per barel seperti lima tahun lalu.

Kalau saja tahun lalu harga minyak mentah sampai 85 dolar per barel bisa kita bayangkan sulitnya negara. Terutama di saat APBN begitu ketatnya. Yang disebabkan penerimaan pajak begitu beratnya. Di saat pembangunan infrastruktur begitu digenjot. Saya ngeri membayangkannya.

Seandainya harga minyak mentah 85 dolar per barel, pilihannya begitu sulit.

Kalau BBM tidak disubsidi harganya akan dua kali lipat dari sekarang. Harga-harga barang ikut membumbung. Inflasi melambung. Dengan segala risiko ikutannya. Rakyat akan bergejolak.

Tapi, kalau BBM disubsidi, APBN bisa jebol. Rupiah akan melorot. Inflasi tak terkendali. Rakyat bergejolak.

Terima kasih Tuhan. Anda baik sekali kepada Indonesia. Campur tangan Anda begitu hebatnya. Anda beri kemarau basah. Anda atur harga minyak mentah begitu rendah.

Alhamdulillah. Ya Allah, Alhamdulillah. Kami bersyukur kepada-Mu.

Apakah Tuhan masih terus sayang kita di tahun 2018 ini? (*)

Tag : dahlan iskan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat