09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 17 January 2018 15:00

Ratusan Warga Bojonegoro Menjadi TKI di Luar Negeri

Ratusan Warga Bojonegoro Menjadi TKI di Luar Negeri

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Selama tahun 2017, jumlah warga Bojonegoro yang menjadi TKI mencapai 627 orang. Rata-rata tujuannya adalah negara Asia Pasifik, seperti Taiwan dan Hongkong.

Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Joko Santoso mengatakan, jumlah itu yang tercatat resmi di Disperinaker. Ditengarai ada juga yang menjadi TKI secara ilegal.

"Kalau yang ilegal kami tidak bisa mendeteksinya," jelas Joko.

Dikatakan, tingginya minat warga Bojonegoro menjadi TKI didorong karena kondisi ekonomi. Biasanya karena penghasilannya kecil. Kemudian mereka memutuskan untuk merantau ke negara lain dengan harapan mendapat gaji yang lebih besar. "Rata-rata karena ingin upah yang besar," ujarnya.

Jumlah TKI tersebut, lanjut dia, merata di semua kecamatan. Mulai Kedungadem, Sugihwaras, Kepohbaru, dan Margomulyo. Dan rata-rata dari kalangan masyarakat desa. [oel/mu]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB