09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 17 January 2018 11:00

Strategis Untuk Jualan Pentol, Amankah SPBU dari Ledakan?

Strategis Untuk Jualan Pentol, Amankah SPBU dari Ledakan?

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Ramainya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa titik di Kabupaten Bojonegoro, menjadikan daya tarik tersendiri bagi para penjual makanan, khususnya para pedagang pentol. Namun, apakah SPBU tersebut aman dari sebuah ledakan maupun kebakaran?

Mengingat, diketahui sendiri para penjual makanan yang terbuat dari bahan tepung kanji tersebut, di dalam grobaknya ada sebuah kompor yang terus menyala untuk memanaskan pentol. Sehingga api tersebut bisa memicu sebuah kebakaran saat ada pengisian bahan bakar.

"Memang sangat berbahaya, namun mau bagaimana lagi mereka juga mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya," terang petugas keamanan salah satu SPBU di Bojonegoro.

Pria yang tidak mau mengatakan namanya ini menjelaskan, dalam satu hari banyak pedagang pentol yang bergantian untuk menempati pintu masuk maupun pintu keluar SPBU. Serta, ia juga tidak mengetahui secara persis jarak aman antara pengisian bahan bakar dengan sebuah api.

"Di sini ada sebuah got dan itu sebagai garis penjual pentol agar tidak masuk terlalu dalam ke SPBU, sehingga bisa dipakai sebagai garis keamanan," lanjut pria yang selalu menggunakan baju hitam ini.

Salah seorang penjual pentol yang berinisial 'MS' mengungkapkan, memilih SPBU sebagai tempat berjualan pentol lantaran dirasa sangat setrategis dari pada tempat lainnya. Bahkan, dalam satu hari saja ia bisa mendapatkan uang sampai Rp300 ribu, bahkan sampai lebih.

"Biasanya setengah hari saja sudah habis dagangan. Berbeda dengan berjualan keliling yang hasilnya tidak banyak, bahkan jualanya tidak sampai habis," papar pria asal salah satu desa di Kecamatan Kanor.

Untuk keamanan sendiri, ia mendapat himbauan agar mematikan kompor saat mobil tangki pengisian bahan bakar datang dan melakukan penambahan bahan bakar. Pasalnya, hal tersebut dirasa sangat berbahaya lantaran uap saat mengisi yang terbawa oleh angin bisa langsung menyambar kompor yang menyala.

"Kalau setiap mobil tangki datang saya selalu mematikan kompor untuk meminimalisir sesuatu hal yang tidak diinginkan," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com.

Seperti diketahui, bahwa saat mengisi bensin di SPBU masyarakat dilarang menyalakan rokok, memotret, menggunakan handphone, harus mematikan mesin motor, apalagi menyalakan api, karena semua bisa memicu kebakaran. [din/mu]

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB