07:00 . 5 Tanda Anda Berada dalam Pernikahan Tanpa Cinta   |   14:00 . Semangat Gerak Jalan, Banser Balen Siap Jaga NKRI   |   12:00 . Aneh, Pisang di Kapas Berbuah Dari Tengah Batang   |   11:00 . Agustus, Konveksi Mulai Kebanjiran Pesanan   |   10:00 . Balap Becak, Perempuan Pun Ikut Andil   |   09:00 . Rangkaian HUT RI, Warga Ngasinan Jalan Sehat Bersama   |   08:00 . Dilirik 9 Perusahaan, Disperta Butuh 10.400 Ton Tembakau   |   07:00 . Tips Alami Merawat Payudara Agar Tetap Kencang   |   06:00 . Premenstrual Syndrome   |   19:00 . Kurban Semakin Dekat, Harga Kambing Terus Naik   |   18:00 . Meriahnya Pawai Sepeda Hias Gayam   |   17:00 . Pertamina EP Tajak Sumur Wolai-001 Tepat HUT RI   |   16:00 . Ditetapkan, Inilah Total DPT di Masing-masing Dapil   |   15:00 . Perapian di Kandang Meludeskan Sebagian Rumah Warga Purwosari   |   14:00 . Kreatif, Anyaman Bambu di Sumuragung Dijadikan Hiasan   |  
Mon, 20 August 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 19 January 2018 15:00

1.077 Perceraian di Bojonegoro Karena Faktor Ekonomi

1.077 Perceraian di Bojonegoro Karena Faktor Ekonomi

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com -
Ekonomi di Kabupaten Bojonegoro tengah mengalami pertumbuhan. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya Bojonegoro dari 10 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Namun, hal itu belum berdampak sepenuhnya pada kondisi di lingkup keluarga. Sebab, sesuai data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro,  faktor ekonomi masih menjadi penyebab paling banyak keluarga melakukan perceraian.

"Tahun 2017 ada 1.077 perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi," kata Kepala Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik, kepada blokBojonegoro.com.

Sedangakan faktor lain, yang juga banyak menjadi penyebab perceraian pada tahun 2017 adalah "perselisihan terus menerus" mencapai 973 kasus. Selain itu faktor lain yang masih tinggi menjadi penyebab perceraian adalah meninggalkan salah satu pihak sebanyak 644 kasus.

Tapi menurut Sholikin Jamik, jumlah itu hanyalah faktor penyebab perceraian. Namun, secara keseluruhan jumlah perceraian selama tiga tahun terakhir selalu mengalami penurunan. "Itu artinya pembangunan Bojonegoro sudah bagus. Itu terbukti dengan menurunnya jumlah perceraian setiap tahunnya," jelas Sholikin Jamik.

Hal itu terlihat dari data jumlah pengajuan perkara yang diterima PA Bojonegoro pada tahun 2015 sebanyak 3.194, pada tahun 2016 ada 3.071, tahun 2017 ada 3.025. " Itu artinya dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan," tegas pria Alumni Fakutus Syari'ah, Universitas Muhamadiyah Surabaya itu. [top/ito]
 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.


You need to sign in or register for this service



Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 15 August 2018 06:00

    Desa Kalianyar Rencanakan Pembangunan IPAL

    Desa Kalianyar Rencanakan Pembangunan IPAL Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro terus berbenah. Setelah tahun lalu masuk di Gerakan Bojonegoro Bersinar (GBB) dan tahun ini Desa Berseri tingkat Pratama di provinsi, untuk menambah penataan lingkungan menjadi lebih baik lagi, di desa ini merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)....

    read more

Tabloid bB