23:00 . Berkas Lengkap, Dua Calon Rebutkan Kursi Ketua   |   22:30 . Praktek Padamkan Api   |   22:00 . PEPC Turut Berpartisipasi Tingkatkan Kewaspadaan Tanggap Darurat di Purwosari   |   21:00 . Ujian Perades di Balen, Inilah Nama-nama Peraih Nilai Tertinggi   |   20:00 . Desa Prayungan Masuk 5 Besar PPID Award, ini yang Dilakukan   |   19:30 . GP Ansor Ngambon Peringati Hari Santri dengan Donor Darah   |   19:00 . Inilah Pemenang Lomba Dalam Rangka Hari Santri   |   18:30 . Patuh Prokes Upacara Hari Santri Virtual Khidmat   |   18:00 . Harga Telur Ayam Ras Naik Kembali   |   17:30 . Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan di Permukaan atau Benda?   |   17:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD untuk Nakes di Bojonegoro dan Tuban   |   16:00 . Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang   |   15:00 . BPJS Kesehatan Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik   |   14:00 . Peringatan HSN, Santri Harus Patuhi Prokes   |   13:30 . 3 Wajib Melawan Covid-19 (Iman, Aman dan Imun)   |  
Fri, 23 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 03 February 2018 00:00

BPNT Rp110 Ribu Per Bulan Akan Ditransfer Langsung ke KPM

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabeth menuturkan penyesuain data penerima beras sejahtera (Rastra) yang kedepan akan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak harus menunggu akhir tahun. Verifikasi data lapangan bisa dilakukan melalui musyawarah di tingkat desa.

Hal ini disampaikan saat pemamparan tentang BPNT di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Jumat (2/2/2018) pagi tadi. Dijelaskan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) ini telah mengalami beberapa kali transformasi yang semula Beras Miskin (Raskin) kini menjadi Rastra dan mulai bulan Maret tahun 2018 akan menjadi BPNT.

Dengan program BPNT, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak lagi mengambil uang sebagaimana Program Keluarga Harapan (PKH). Sebab, bantuan akan ditransfer langsung kepada masing-masing KPM untuk menghindari salah sasaran penerima.

Kini disebut Bansos atau bantuan sosial karena tidak adalagi uang tebus. Dikatakan jika dulu Rastra ada uang tebus Rp1.600 per kilogram kini ditahun 2018 sudah tidak ada uang tebus namun kuota yang semula 15 kilogram kini menjadi 10 kilogram per KPM.

Masih dalam keterangannya, Helmi menuturkan program BPNT nanti akan diterimakan berupa beras dan telur.

"Bahan pangan yang bisa dibeli hanya beras dan telur, pilihan ini berdasarkan pertimbangan bahwa dua bahan pangan ini bisa dihasilkan oleh masyarakat sekitar. Sehingga akan meningkatkan penyerapan produk lokal," bebernya.

Beras dan telur bisa dihasilkan di daerah sedangkan jika minyak dan gula adalah pabrikan. Nantinya setiap KPM akan mendapatkan bantuan sosial senilai Rp110.000 per bulan dan akan dibelanjakan beras dan telur di warung yang telah ditunjuk. [top/lis]

Tag : bulog, rastra


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat