20:00 . Hari Kartini, Polwan Polres Bagi Masker dan Imbauan Larangan Mudik   |   19:00 . Harga Cabai Terpantau Stabil di Pasaran   |   18:00 . Disdik Ajak Seluruh Satuan Pendidikan Mengembangkan E-Library   |   17:00 . Pengurus AMSI┬áJatim Periode 2020-2023 Dilantik   |   16:00 . Satgas Covid-19 Minta Pemda Segera Tindaklanjuti Inmendagri Terbaru   |   15:00 . Berbekal KIS BPJS Kesehatan, Melahirkan Jadi Mudah   |   14:00 . Peringati Hari Kartini, Bupati Hingga OPD Wanita Tampil Cantik Berkebaya dan Bermasker   |   13:00 . Pemprov Jatim Beri Diskon Pengurangan Pokok PKB Hingga Undian Berhadiah   |   12:00 . Bupati Ajak Perempuan Berkontribusi Dalam Pembangunan Negeri   |   11:00 . Pemda Harus Optimalkan Peran Posko Agar Kualitas Penanganan Semakin Meningkat   |   10:00 . Berbagai Kebijakan Terkait Ramadan dan Idul Fitri Tahun ini Demi Mencapai Hasil Signifikan   |   09:00 . 6 Situs Film Online Gratis, Gantinya IndoXXI, Rebahin Hingga Lk21   |   08:00 . 40 Kata-Kata Selamat Hari Kartini Buat Status WA dan IG   |   07:00 . Cara Menghilangkan Jerawat Batu, Ini 4 Langkah yang Bisa Dicoba   |   21:00 . Jumlah Penerima BPNT Turun, Minggu Ini Dicairkan   |  
Wed, 21 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kang Yoto: BPS Andalan Jadi Tolak Ukur Pembangunan

blokbojonegoro.com | Monday, 05 February 2018 14:00

Kang Yoto: BPS Andalan Jadi Tolak Ukur Pembangunan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi andalan dalam menentukan tolak ukur pembangunan. Sehingga data yang dihasilkan harus berkualitas, supaya kebijakan yang diambil untuk menyikapi hasil survei sesuai kebutuhan masyarakat.

"Data BPS bisa diandalkan. Jika data BPS tidak dapat diandalkan, maka sama saja dengan dirinya akan menjadi pemimpin yang sesat. Oleh karenanya diharapkan bahwa data yang dihasilkan BPS ini menjadi data yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Bupati Bojonegoro, Suyoto ketika membuka pelatihan petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di hotel Dewarna, Senin (5/2/2018).

Kang Yoto menjelaskan, tentang implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs di Bojonegoro melalui kolaborasi empat sekawan. Diceritakan, di awal kita masuk dalam fase from Minus To Zero. Saat itu masyarakat mengeluhkan masalah infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan mental aparatur pemerintah yang dianggap bermental korup.

Namun lambat laun kita beranjak dari Zero to Plus yang didukung dengan beberapa program antara lain Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC). Pasalnya semua itu tak lepas dari kebijakan yang diambil pemerintah yakni dengan enam pilar pembangunan pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

"Jika dulu musrenbang di semua tingkatan hanya sebatas menggugurkan kewajiban dan memenuhi rukun syarat saja, maka kini musrenbang benar benar dilakukan berdasarkan data riil yang ada dilapangan," terangnya.

Ditambahkan, sehingga bukan lagi pembangunan yang tak berlandaskan data dan kebutuhan, namun pembangunan yang mengakomodir semua kepentingan di setiap lini.

"Partisipasi dan data menjadi salah satu titik balik Bojonegoro membangun dan berbenah diri," pungkas Bupati Bojonegoro dua periode itu. [zid/ito]

Tag : Bps, data, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat