08:00 . Ayo Wisata dengan Tetap Patuh Prokes   |   07:00 . 6 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mengencani Pria yang Lebih Muda   |   06:00 . Melirik Potensi dan Inovasi Desa Pilanggede   |   00:00 . Sambut Maulid Nabi, Polres Gelar Santunan dan Ajak Anak Bermasker   |   23:00 . Ada yang Berbeda, Apel Kebangsaan Sumpah Pemuda di Atas Angin   |   22:00 . Mengenal Lebih Dekat Kampus Unugiri   |   21:00 . Damkar Evakuasi Sarang Tawon di Desa Suwaloh   |   20:00 . Pemkab Ajak Perguruan Tingi Kesehatan Ikut Membangun Bojonegoro   |   19:00 . Patuhi Prokes Ketat, STIKes Rajekwesi Bojonegoro Gelar Wisuda   |   18:30 . Jangan Lupa saat Ingin Berwisata   |   18:00 . Hari Sumpah Pemuda Berbagi Masker   |   17:00 . Mahasiswa Ners STIKes ICSsada Bojonegoro Launching Posyandu Remaja   |   16:00 . BPBD Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   15:00 . Penyesuaian Tatanan Baru, Jam Kunjung Perpusda Dikurangi   |   13:00 . Pedagang Sayur di Pasar, Patuh Protokol Kesehatan   |  
Thu, 29 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 05 February 2018 14:00

Kang Yoto: BPS Andalan Jadi Tolak Ukur Pembangunan

Kang Yoto: BPS Andalan Jadi Tolak Ukur Pembangunan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi andalan dalam menentukan tolak ukur pembangunan. Sehingga data yang dihasilkan harus berkualitas, supaya kebijakan yang diambil untuk menyikapi hasil survei sesuai kebutuhan masyarakat.

"Data BPS bisa diandalkan. Jika data BPS tidak dapat diandalkan, maka sama saja dengan dirinya akan menjadi pemimpin yang sesat. Oleh karenanya diharapkan bahwa data yang dihasilkan BPS ini menjadi data yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Bupati Bojonegoro, Suyoto ketika membuka pelatihan petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di hotel Dewarna, Senin (5/2/2018).

Kang Yoto menjelaskan, tentang implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs di Bojonegoro melalui kolaborasi empat sekawan. Diceritakan, di awal kita masuk dalam fase from Minus To Zero. Saat itu masyarakat mengeluhkan masalah infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan mental aparatur pemerintah yang dianggap bermental korup.

Namun lambat laun kita beranjak dari Zero to Plus yang didukung dengan beberapa program antara lain Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC). Pasalnya semua itu tak lepas dari kebijakan yang diambil pemerintah yakni dengan enam pilar pembangunan pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

"Jika dulu musrenbang di semua tingkatan hanya sebatas menggugurkan kewajiban dan memenuhi rukun syarat saja, maka kini musrenbang benar benar dilakukan berdasarkan data riil yang ada dilapangan," terangnya.

Ditambahkan, sehingga bukan lagi pembangunan yang tak berlandaskan data dan kebutuhan, namun pembangunan yang mengakomodir semua kepentingan di setiap lini.

"Partisipasi dan data menjadi salah satu titik balik Bojonegoro membangun dan berbenah diri," pungkas Bupati Bojonegoro dua periode itu. [zid/ito]

Tag : Bps, data, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat