14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |   11:00 . Alat Berat Berhenti di Ngablak, Warga Tak Seheboh di Wilayah Timur   |   10:00 . Hingga Akhir Tahun, Logam Mulia Masih Dominasi Agunan Pegadaian   |   09:00 . Manfaatkan Rumah Sebagai Spot Foto Instagramable   |   08:00 . Kartar Nusa Bakti Manfaatkan Lahan Desa Sebagai Agro Wisata   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |   01:00 . Unik, Lintasi Jembatan Kendaraan Tanpa Kepala   |   00:30 . Tunggu Alat Berat JTB Lewat, Warga Antre di Pinggir Jalan   |   00:00 . Tanpa Kepala, Alat Berat Lintasi Jembatan   |   23:30 . Pantau Lintasan Jembatan di Komputer   |   23:00 . Start Pukul 22.00 WIB, Jalanan Macet   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 23 February 2018 18:30

Bojonegoro Siaga Banjir

Bengawan Terus Meluap, Warga Mulai Mengungsi

Bengawan Terus Meluap, Warga Mulai Mengungsi

Reporter: Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Tinggi Muka Air (TMA) sungai bengawan solo di Kabupaten Bojonegoro terpantau terus naik. Sehingga masyarakat Kota Ledre yang terdampak banjir mulai mengungsi di Gedung Serbaguna Bojonegoro (GSB).
 
Kebanyakan masyarakat yang mengungsi di gedung yang terletak di Jalan Kh. Mansyur tersebut adalah warga Ledok Wetan. Pasalnya diantara beberapa kelurahan di Kecamatan Kota, kelurahan Ledok Wetan termasuk yang terdampak paling parah.
 
"Kalau ledok kulon kelihatanya belum ada yang mengungsi, lantaran banjir baru berada di halaman rumah mereka," ungkap Camat Bojonegoro, M. Farid Naqib.
 
Mantan Camat Padangan tersebut juga menjelaskan, untuk jumlah pengungsi di Gedung serbaguna sudah mencapai 240 orang. Diperkirakan pada malam hari ini akan terus bertambah, lantaran bengawan solo mengalami tren naik cukup cepat.
 
"Tadi saya sudah mengunjungi rumah masyarakat Ledok Kulon maupun Ledok Wetan, untuk mengimbau agar cepat mengungsi kalau muka air bengawan terus meningkat," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Sedangkan, lanjut Farid, untuk kelurahan yang ada di Kota yang terendam banjir ada 8 kelurahan, meliputi Kelurahan Campurejo, Ledok Wetan, Ledok Kulon, Jetak, Semanding, Banjarejo, Klangon dan Kauman. "Namun, kebanyakan dari mereka lebih memilih berada di rumah maupun membuat tenda di tanggul bengawan," jelasnya.
 
Disisi lain, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Helmi Elisabet menuturkan, bahwa Dinas Sosial sudah mendeklarasikan siap untuk menolong korban banjir. Bahkan juga bekerjasama dengan relawan-relawan lainnya, dengan membuka dapur komunitas di lima titik Kota Ledre.
 
"Sebenarnya Dinas Sosial hanya membuka dapur di Gedung Serba Guna saja, tetapi untuk kelima dapur komunitas tersebut mendapat suplay bahan makanan dari kami," kata perempuan yang akrab disapa bu Helmi itu.
 
Untuk Dinsos sendiri, sudah mendapatkan beberapa bantuan dari intansi-intansi terkait, dengan memberikan sembako berupa beras, minyak, telur, nasi bungkus dan lain-lainnya. Bahkan untuk bantuan makanan yang terdata berupa sarden 100 kaleng, beras 5 kuwintal (KW), 200 dus mi instan, 30 dus air mineral dan telur 50 kg.
 
"Kelihatanya bantuan akan terus datang, kalau melihat debit air yang terus mengalami peningkatan," tutupnya. [din/mu]

Tag : bengawan, solo, banjir


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat