22:00 . Diduga Akibat Obat Nyamuk, Rumah di Desa Banjaran Terbakar   |   21:00 . Bojonegoro Siaga Merah, Bupati Himbau Warga Tetap di Rumah   |   20:30 . 1 Positif Covid-19, Bojonegoro Zona Merah   |   20:00 . Harga Emas Antam Merosot Rp8.000 Per Gram   |   19:00 . Tinjau CPP Gundih, GM Pertamina EP Asset 4 Pastikan Kondisi Aman   |   18:00 . 5 Orang Selesai Pemantauan, 4 Tambahan ODP Baru di Bojonegoro   |   17:00 . Peringati Nisfu Sya'ban, Generasi Muda PPP Berbagi Sembako   |   16:00 . BPS Perpanjang Sensus Online Hingga 29 Mei 2020   |   14:00 . Bentuk Kepedulian Kapolres Kunjungi Posko di Perbatasan   |   13:00 . Kapolres Kunjungi Posko Covid-19 di Perbatasan   |   12:00 . Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Kambing Pilih Jual Online   |   11:00 . CPP Gundih Terbakar, Pertamina EP Tangani Cepat   |   10:00 . Bersama PMI, Stikes Rajekwesi Amalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi   |   09:00 . LIVE: Musrenbang Kabupaten Bojonegoro Tahun 2021   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 Daerah Sekitar Bojonegoro Per 8 April   |  
Fri, 10 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 26 February 2018 19:00

Belum Musim Berbuah, Harga Salak Wedi Naik

Belum Musim Berbuah, Harga Salak Wedi Naik

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com -
Buah khas dari Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yakni salak, kini tidak hanya bisa dinikmati langsung setelah dikupas, tetapi di tangan-tangan kreatif masyarakat Wedi, salak bisa diolah menjadi berbagai macam kuliner  seperti kurma salak, dodol, madumongso, molen kering, kopi, dan sirup salak.

Namun di bulan ini para pembuat olahan salak Wedi sedang mengalami hambatan. Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Subkhan mengatakan, musim panen raya salak Wedi berada di Bulan Desember-Januari, sedangkan untuk saat ini sulit mendapatkan bahan baku untuk olahan salak, karena sekarang kebun salak sedang tidak berbuah.

"Sekarangkan kebun yang di sini belum berbuah, namun akan panen lagi di bulan Juni-Juli," tutur Pak Khan sapaan akrabnya.

Kemudian untuk mengatasi kelangkaan buah salak, ia biasanya membeli dari kebun tetangga yang masih berbuah, namun itupun belum dapat memenuhi jika ada banyak pesanan. Meski salak langka, dan ada salak pondoh, tapi ia tetap memilih salak Wedi sebagai bahan baku.

Hal itu dibenarkan oleh pedagang buah salak Wedi, Maysaroh, jika saat ini salak Wedi juga sedang langka, biasanya di meja tempat ia jualan berisi penuh dengan buah dengan kulit bersisik itu, tapi sekarang hanya ada beberapa keranjang saja.

"Sekarang harganya Rp10.000 per 10 biji salak, jika ada yang ambil 100 biji harganya Rp80.000," imbuhnya. [ani/lis]

Tag : Salak, wedi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat