17:00 . Kembangkan Skill, SMK Pemuda Taruna Bojonegoro Luncurkan SMK MINI   |   16:00 . Musim Tanam, Petani Dominasi Agunan Ajuan Gadai   |   15:00 . Rp38 M untuk Peningkatan Fasilitas Sekolah   |   14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |   11:00 . Transfer dari Pusat Telat, Bantuan Pangan Non Tunai Terlambat   |   10:00 . Jumat Pahing Penjual Bunga Boreh Pasang Lapak   |   09:00 . Fokus Keselamatan Kerja, Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3   |   08:00 . DLH Beserta Perangkat Desa Gelar Jumat Bersih   |   07:00 . Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?   |   12:00 . Berapa Passing Grade SKD CPNS 2019 yang Bisa Masuk Tahap SKB?   |   11:00 . Musim Durian Tiba Pedagang Dadakan Menjamur   |   10:00 . Curah Hujan Tinggi, Disperta Berharap Petani Daftar AUTP   |   09:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |  
Fri, 21 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 03 March 2018 19:00

Buah Sulit Didapat, Produksi Olahan Salak Turun

Buah Sulit Didapat, Produksi Olahan Salak Turun

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Para pembuat olahan salak khas Desa Wedi Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, mengeluh sulitnya mendapatkan bahan baku salak Wedi untuk produksi menjadi 'kurma salak'.

Salah satunya Rumisah, yang mengatakan saat musim seperti ini bahan baku salak Wedi sulit didapatkan. Kebun yang dimilikinya belum bisa mencukupi untuk bahan baku.
"Sementara beli salak dari kebun tetangga yang masih ada buahnya, untuk kebutuhan produksi," tutur Rumisah saat ditemui blokBojonegoro.com.

Saat tidak musim panen, tentu produksi olahan salak yang ia buat turun. Jika musim panen ia bisa menghabiskan sekitar 3000 buah salak wedi untuk diolah, namun berbeda dengan musim sekarang ini. "Sekarang hanya bisa sekitar 1000 buah salak saja untuk diproduksi," tutur pemilik label produksi Bunda Arum itu.

Karena ada penurunan produksi, tentu berakibat pada permintaan pasar yang tidak dapat terpenuhi secara maksimal. "Pesanan ada banyak, tapi bahan bakunya sekarang sulit didapatkan karena masih belum musim panen," pungkasnya. [ani/mu]

Tag : olahan salak, salak wedi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat