19:00 . Novemberan, Ketika para Seniman Beradu Lestarikan Sastra   |   18:00 . Pemantau Pemilu Harus Bersertifikasi Bawaslu RI   |   17:00 . Persiapan UN, Dinas Pendidikan Masih Validasi Data Siswa   |   16:00 . Rapat DPRD Molor, Wabup: Sudah Biasa   |   15:00 . Wow...! Pemkab Siapkan Rp12 Milyar Untuk Gaji Kenaikan PNS   |   14:00 . Banyak Doorprize, Tandai Lahirnya Pojok Kependudukan di YSM Margoagung   |   13:00 . Peringati Hari Anti Korupsi, Kejari Ajak Anak SMP Lomba Pidato   |   12:00 . Pembangunan Lapangan Terbang Dipastikan Kandas   |   11:00 . Sosialisasi Perda HIV, Masyarakat Harus Ikut Mendukung   |   10:00 . Pemuda di Banjarsari Nekat Gantung Diri   |   08:00 . Jumlah Ponpes di Bojonegoro Terus Meningkat   |   07:00 . 8 Pertanyaan yang Dibenci Pria Ketika Kencan   |   23:00 . Tampilan Jean Sebastian Pukau Penonton   |   20:00 . Peduli Sesama, FKPAI Bantu Air Bersih di Kedungadem   |   19:00 . Nita Artsen dan Jean Sebastian Tampil Memukau   |  
Thu, 22 November 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 17 March 2018 06:00

Blok Buku

Akibat Cemburu Buta

Akibat Cemburu Buta

Oleh: Yayuk Ida Rahayu

Fredy Siswanto atau lebih dikenal Fredy S lahir di Semarang, 5 Mei 1954 ia adalah penulis buku roman pinggiran yang dijual oleh pedagang kaki lima. Ia seorang novelis “kondang” pada masannya, ratusan novel Fredy berjaya pada dekade 80 hingga 90-an di Indonesia.  Karyanya masih menjadi buruan kalangan muda sampai saat ini. Fredy S termasuk penulis yang produktif, telah lebih dari 300 judul ditulisnya.

Peredaran novelnya telah menembus negeri jiran seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Satu novelnya yang berjudul “Senyummu Adalah Tangisku” pernah diangkat ke layar lebar dengan pemeran Rano Karno dan Anita Carolina.Beberapa Skenario film layar lebar yang pernah digarapnya antara lain: Di Sana Mau di Sini Mau (1989). Beberapa novel karyanya antara lain: Rintihan Angsa Putih, Bunga-bunga Pohon Cinta dan Mentari di Lubuk Hati.

Dalam novelnya,  “Akibat Cemburu Buta” Fredy menceritakan tokoh utama seorang laki-laki bernama Roy Wicaksono, tokoh ke duanya adalah seorang gadis bule yang sangat cantik bernama Jesica. Kisah cinta keduanya yang ternyata diracuni dengan perasaan cemburu sepupu Roy bernama Anita.  Tak hanya rasa, penulis juga membumbuinya dengan action silat di akhir-akhir kisah.

Awalnya, penulis menceritakan konflik perasaan antara cinta dan cemburu  ketiga pemeran di dalam novel. Alurnya yang mudah dipahami serta tema cinta membuat novel lama ini tetap menarik untuk dibaca. Diawal kisah, dikisahkan bahwa  Roy Wicaksono melihat seorang gadis bule dengan lemah lembut menari tarian Bali saat Roy sedang menyelesaikan pameran di Bali. Dari situ Roy Wicaksono mulai jatuh hati pada gadis bule yang bernama Jesica tersebut. Namun hal itu yang membuat Anita saudara sepupu Roy Wicaksono cemburu karena Anita juga menyukai Roy.  Anita anak dari paman dan bibi Roy ia sebenarnya tinggal di Paris tetapi karena berlibur ia datang ke Indonesia untuk menemui Roy dan menyusul Roy ke Bali.

Sempat terjadi pertengkaran antara Anita dan Roy saat di penginapan di salah satu hotel di Bali. Anita yang begitu cemburu langsung ngambek seketika melihat roy tak hentinya memandang gadis bule tersebut. Roy mencoba menemui Anita di ketuknya pintu kamar Anita, Roy berusaha membujuk Anita untuk tidak ngambek tetapi Roy gagal. Anita menatap Roy dan mengungkapkan isi hatinya bahwa Anita sangat menyayangi Roy. Roy tak menyengka dengan tenang Roy mencoba menjelaskan kepada Anita bahwa Roy hanya menganggap Anita sebagai Adik yang ia sayangi karena ayahnya Anita adalah Adik ayahnya Roy.

Mendengar ucapan Roy tersebut Anita sangat marah ia tidak peduli dengan apa alasan Roy, karena bagi Anita tidak ada salahnya meskipun saudara menikah sama halnya di Paris. Roy sangat marah karena Anita tidak mau menerima keadaan bahwa mereka adalah saudara sepupu apalagi dalam agama tidak diperbolehkan menikah, apalagi ini Indonesia bukan Paris. Sementara itu Anita kabur dari kamar hotel di Bali meninggalkan selembar kertas yang isinya permintaan maaf Anita karena harus pergi meninggalkan Roy begitu saja tanpa pamit. Ia merasa bahwa ia tidak ada gunanya lagi disisi Roy. Karena ia datang jauh-jauh dari Paris ke Indonesia tapi semua itu percuma karena apa yang ia harapkan tak pernah ia dapatkan. Meskipun begitu Anita tetap menunggu Roy sampa benar-benar mendapatkan cintanya. Karena cinta tak mengenal saudara dan Anita titip salam buat Om dan Tante karena Anitatak singgah ke Jakarta dan langsung kembali ke Paris.

Membaca surat itu Roy langsung pasrah, ditutupnya selembar kertas itu dan mulai merenung, namun bayangan Jesica lebih kuat dibanding Anita yang sudah dianggap adiknya. Roy sadar, ia menghela napas dalam-dalam dan kemudian menuju gedung pameran dimana  novel-novelnya telah dipamerkan.Ditengah-tengah banyak wartawan Jesica datang menjupai Roy. Jesica kaget seketika ia melihat banyak wartawan, ternyata novelis yang ia sukai bukunya selama ini adalah Roy Wicaksono yang tak lain Pria yang sangat ia sukai sejak pandangan pertama. Roy sangat senang atas kehadiran Jesica di gedung pameran tersebut dan membawa Jesica pergi ke pantai Kuta. Disinilah akhirnya keduaya saling bertatap mata, bergandengan tangan dan saling mengungkapkan. Jesica mengungkapkan perasaanya dengan bahasa Prancis “ Je, Amie To Roy” yang artinya I love you Roy. Dan kemudian Roy pun membalasnya, I Love You Jesica. Kemudian keduanya berjalan ke tepi pantai.

Roy juga sempat mengucap perpisahan kepada Anita karena besok pamerannya sudah selesai dan Roy harus kembali ke Jakartaa, Jesica terlihat sedih mendengar kabar tersebut. Jesica masih terdiam hingga ia akhirnya meminta Roy segera menceritakan hubungan mereka kepada papa dan mamanya Roy di Jakarta. Roy pun akhirnya pulang, taxi yang membawa Roy dari bandara Soekarno-Hatta berhenti didepan rumah megah dan mewah dimana Roy, kedua orang tua serta adiknya tinggal. Roy segera masuk kedalam rumah disambut bahagia oleh papa, mama, dan adiknya yang terlihat tomboy suka latihan bela diri namanya Susan. Roy masih agak penat setelah menempuh perjalanan jauh dan segera duduk di kursi sofa bersama keluarganya. Keesokan harinya Roy mulai bercerita sama mama dan papanya ketika mereka hendak makan malam. Roy bercerita kepada orang tuanya bahwa ketika di Bali ia jatuh hati pada gadis Bule asal Prancis namanya Jesica. Kedua orang tua dan adiknya mengizinkan hubungan mereka apalagi Roy sudah jatuh hati pada Jesica. Dengan segera Roy memberi tahu kabar gembira ini kepada Jesica.

Meesokan harinya Jesica berangkat menuju Jakarta dengan penerbangan pertama dari Bali menuju Jakarta. Pukul 6.30 Roy berpakaian rapi dengan mobil Mrcedes Benz warna hitam ia pergi bersama adiknya untuk menjemput Jesica. Sesampai di bandara Roy segera masuk diruang tunggu menunggu kedatangan gadis yang sangat ia rindukan. Tibalah Jesica mereka saling berpelukan melepas rindu dan Roy mengenalkan Jesica kepada adiknya. Mereka sangat terlihat bahagia, hingga akhirnya Roy membawa Jesica pulang ke rumahnya yang berada di jakarta serta mengenalkan kepada kedua orang tuanya. Orang tua Roy kaget ketika tahu bahwa Jesica gadis bule tersebut bisa berbahasa Indonesia, ya karena memang sudah satu tahun Jesica selama di Bali banyak belajar bahasa Indonesia.

Sebulan kemudian tampak rumah Roy diterangi lampu kristal dan acara pernikahanpun berlangsung. Penghulu segera menikahkan keduanya tapi sebelum acara dimulai penghulu menuntun Jesica untuk masuk islam dengan membaca dua kalimat syahadat dan Jesica pun mengikutinya. Proses pernikahan berjalan lancar kini tinggal pestanya saja. Banyak tamu undangan yang hadir seperti para wartawan yang mengucapkan selamat kepada Roy yang akhirnya menikah juga dengan gadis bule yang ia jumpai di Bali. Satu minggu setelah Roy dan Jesica menikah ia berencana untuk melakukan bulan madu ke puncak Bogor karena Roy merasa disanalah ia akan menikmati masa-masa pernikahannya bersama istri yang sangat ia cintai.

Roy berangkat bersama istrinya dari Jakarta menuju Villa di puncak Bogor. Ternyata Villa tersebut adalah milik orang tua Roy. Jesica kagum melihat Villa megah di Bogor yang ia tempati saat ini bersama dengan Roy suaminya. Mereka ditemani oleh mang khamid orang yang selama ini telah berjasa mengurus Villa tersebut selama Roy dan keluarganya tinggal di Jakarta.

Sebulan sudah Roy dan Jesica di puncak Bogor, orang tuanya dan Susan menghampirinya di Villa. Jesica memberi kabar bahagia untuk kedua orang tua dan adiknya bahwa ia sedang mengandung anaknya, calon cucu papa dan mama Roy. Papa Roy sangat bahagia apalagi mamanya mereka sebentar laagi akan menjadi Kakek dan Nenek. Hari sudah sore papa dan mama Roy segera kembali ke Jakarta tapi Susan masih ingin bersama Jesica di Villa. Karena Susan sangat sayang sama kakak iparnya. Roy sangat rajin menyelesaikan tugas-tugasnya menjadi seorang Novelis dan besok Roy harus ke Jakarta untuk menerbitkan Novel-novelnya tersebut. Jesica begitu merenung karena akan ditinggal oleh suami yang sangat ia cintai. Ia sempat menjadi guru di Prancis dan ia ingin melanjutkannya disini tetapi Roy tidak mengizinkan karena Jesica adalah tanggung jawab Roy dan Roy sebagai suami yang akan mencarikan nafkah untuknya. Keesokan harinya Roy berangkat menuju Jakarta.

Tak begitu lama setelah kepergian Roy tampak sebuah mobil Avanza memasuki halaman Villa dimana Jesica dan Pak Khami berada. Susan menggelengkan kepala dan tak mengenal siapa di dalam mobil Avanza tersebut. Namun susan segera mengenali manakala seorang perempuan keluar dari dalam mobil yang tak lain adalah Anita. Susan menceritakan kedatangan Anita kepada Jesica, bahwaAnita adalah saudaranya. Anak paman dan bibinya. Namun Susan tidak mengenali siapa laki-laki yang bersama Anita tersebut. Keduanya melangkah menuju Villa dimana Susan dan Jesica berada. Keduanya langsung menuju pintu masuk Villa dan mengetuknya, tak ada jawaban dari dalam. Anita tampak tersenyum dan meminta Rafi segera mendobrak Villa itu dan menggeledah gadis bule itu. Susan menghalangi langkah Rafi dan Anita marah kepada Susan. Tetapi Susan mencoba menjelaskan kepada Anita kalau Villa ini milik keluarga Susan dan Anita harus mengormatinya karena Susan adalah kakak sepupunya. Rafi hendak menerjang Susan namun Susan menyerangnya balik, ternyata Susan bukanlah gadis biasa ia pandai bersilat karena sering latihan bela diri. Rafi benar-benar dibikin bulan-bulanan oleh Susn. Ia tidak menyangka akan merasakan sakit menghadapi kenyataan bahwa Susan bukan gadis sembarangan.

Anita mengeluarkan pistol dari dalam tasnya apabila Susan tidak berhenti menghajar Rafi ia akan membunuh Susan. Susan tidak bisa berbuat apa-apa kini ia menyerah. Dengan segera Rafi mendobrak pintu kamar Villa di Lantai atas. Jesica tampak ketakutan dan bertanya apa maunya Anita dan mengapa mencarinya. Rafi mengikat tangan Jesica dan memukulnya hingga Jesica berlumuran darah di area matanya hingga mengalami kebutaan. Pak Khamid yang saat itu ingin menolong Jesica terkena 3x tembakan pistol Anita. Susan segera menelpon polisi dan kedua orang tuanya beserta kedua orang tua anita datang ke Villa bersamaan dengan para Polisi tersebut. Melihat pistol sudah tidak mengeluarkan suara dengan segera Susan menyerang Anita hingga melemparnya ke kaca. Anita berlumuran darah kedua orang tua Anita kaget melihat anaknya. Hingga Rafi pun menyusul Anita karena Susan tengah menghajarnya dan juga melemparnya ke kaca. Polisi segera menangkap mereka berdua. Kemudian ambulance datang untuk membawa jenazah Pak Khamid dan juga membawa Jesica ke rumah sakit. Roy datang ia sangat bingung dan mengamuk  dengan apa yang sudah terjadi, Susan berusaha menjelaskannya. Roy menghajar para polisi tersebut dan segera berdiri di hadapan susan. Karena Cinta butanya Susan kini Istrinya jadi korban. Semua yang ada disitu terdiam. Dendam cinta Anita begitu buta sehingga berusaha mencelakai Jesica, dengan bantuan Rafi Bahkan ia ingin menyingkirkan Jesica dari kehidupan.

Sebulan kemudian di perumahan komplek eite di Jakarta tampak kedua orang tua Roy duduk di ruang tunggu melihat Jesica dan Roy tengah duduk bersama di serambi rumah. Jesica bertanya kepada Roy apakah Roy tidak mau mencari penggantinya. Tapi Roy dengan segera menjawab tidak, karena Roy pernah berjanji dalam bentuk apapun Jesica Roy akan tetap menyayanginya. Adiknya meledeknya dengan ucapan cinta ni ye.. Jesica tertawa mendengar perdebatan Susan dan Roy, Susan pun ikut tertawa dan kedua orang tua mereka ikut tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ingin lebih jelas membaca ceritanya? Langsung aja cus cari novel-novel Fredy S di lapak buku lawas. Dijamin, akan tertarik dengan kisah-kisah di dalamnya.

Tulisan-tulisan Fredy sangat menarik dengan alur yang mudah dipahami pembaca. Tak hanya itu, bukunya simpel mudah dibawa dan dibaca dimana saja. Ukuran huruf penulisannya sangat pas tidak terlalu kecil sehingga tidak membuat mata sakit.

Namun, sayangnya novel ini tanpa tahun terbit, sehingga pembaca tidak thau tahun berapa novel ini diterbitkan. Selain itu sampulnya kurang begitu menarik dan karena buku lama cetakannya kurang jelas, ada sebagian paragraf yang cetakannya tidak terlihat dan sedikit buram.

*Mahasiswa STIKes ICsada Bojonegoro, Calon Anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kampus Ungu Angkatan ke-5

Identitas Buku
Penulis : Fredy S
Penerbit : TB RONNY SAPUTRA AGENCY
Cetakan : Pertama
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : -
Jumlah Halaman : 128 halaman
Ukuran Buku : 11.5 x 15.2 cm
Peresensi : Yayuk Ida Rahayu

Tag : resensi, buku, positif, blok buku, resensi bagus

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 14:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Saturday, 10 November 2018 20:00

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership

    MINU Karakter Bojonegoro Gelar Educatif of Leadership Hari Sabtu adalah hari libur bagi anak-anak MINU Karakter Bojonegoro. Tetapi tidak untuk Sabtu (10/11/2018) ini. Mengetahui akan pentingnya menjadi pemimpin yang baik sejak dini, diadakanlah Outbond di Maibit, Kecamatan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more