09:00 . 35 Wartawan Ikuti Lokakarya SKK Migas dan KKKS   |   08:00 . Dua Kecamatan Ini Selesai Rekapitulasi Perhitungan Suara   |   06:00 . 17.765 Pelajar SMP di Bojonegoro Ikuti UNBK   |   20:00 . Mobil Muatan Perabotan Terbakar di Jalan Raya Kapas   |   19:00 . Puncak Arus Balik Liburan, Penumpang Terminal Rajekwesi Meningkat   |   18:00 . Tingkatkan Ekonomi, Warga Bogo Tanam Tanaman Kelor   |   17:00 . PPS dan Saksi Sempat Adu Argumen Pertanyakan Penulisan di Plano   |   16:00 . Ada Seminar Pakaian Khas Daerah di Festival Kartini   |   15:00 . Banser Ikut Amankan Rekapitulasi di Kanor   |   14:30 . Rekapitulasi Suara di Kanor Dijaga Ketat   |   14:00 . Buka Festival Kartini, Bupati: Pejuang Gender Harus Tetap Ingat Kodrat   |   13:00 . Bawaslu: Selama Pemilu Tidak Ada Laporan Kami Terima   |   12:00 . Forum IKM Gelar Bazar Produk di CFD Bojonegoro   |   11:00 . Real Count, Jokowi Ungguli Prabowo Hingga 67.53 Persen   |   10:00 . Hari Kartini 2019, Ini Sejarah & Kutipan Inspiratifnya   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 25 March 2018 16:00

Isi Masa Pensiun, Pria ini Ternak Puluhan Burung

Isi Masa Pensiun, Pria ini Ternak Puluhan Burung

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com -
Bunyi suara burung perkutut terdengar seperti bersahut-sahutan di kediaman Rasiban (60) warga Dusun Ngelambangan, Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Hampir sudut teras dan di sekeliling rumahnya terdapat burung yang ia pelihara.

Pria yang merupakan pensiunan Mantri (Polisi Hutan) itu, tak hanya memelihara dan beternak burung perkutut saja. Namun, juga ada banyak burung pemakam biji-bijian lainya, di antaranya ada burung derkuku, brenggolo, puter dan lain sebagainya.

"Sambil menyalurkan hobi memelihara burung sebanyak ini, sebagian saya jual," kata bapak dua anak tersebut, kepada blokBojonegoro.com di rumahnya.

Memelihara burung, lanjut Isdarwaji, sudah sejak puluhan tahun lalu. Dulu, kata dia, saat masih menjadi Polisi Hutan dirinya sudah hobi memelihara burung,  namun hanya beberapa pasang saja.

Baru, setelah dirasa mudah perawatannya, akhirnya ketika ia pensiun dirinya memilih fokus untuk beternak burung perkutut. Dirinya mengaku sengaja memilih burung-burung pemakan biji-bijian. Sebab, biaya murah.

"Kalau makannya biji-bijian kan hemat. Biasanya burung-burung tersebut saya kasih makan jagung, gabah dan lain-lain," jelasnya.

Saat ini, sambung Isdarwaji, dirinya memiliki sekitar 80 ekor burung baik perkutut, derkuku, brenggolo maupun puter. Dari hasil ternaknya itu sebagian ia jual.

Untuk harga burung sendiri, beber dia, sangat bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp300 ribu lebih per ekornya. Tergantung sering atau tidaknya burung itu bersuara saat manggung. "Semakin sering bersuara ya semakin mahal," jelas Rasiban. [top/ito]
 

Tag : hobi, burung, pelihara, polisi, hutan, setren, ngasem

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more