19:00 . Besok 43 Organisasi di Bojonegoro-Tuban Tanam Pohon Serentak   |   18:00 . Peringati HMPI, Bupati Ajak Tanam Pohon Jaga Ekosistem Lingkungan   |   17:00 . Bansos Bencana Terealisasi Sekitar Rp250 Juta   |   16:00 . Penerima Bantuan Subsidi Upah Guru dari Kemendikbud Ditentukan Pusat   |   15:00 . Dokter Cantik Ajak Kenali Vaksin   |   14:00 . Realisasi Dana Bantuan PCPEN Mencapai Rp423,23 Triliun   |   13:00 . Program Pemulihan Ekonomi Nasional Sokong Pendidikan Nasional Hadapi Pandemi Covid-19   |   12:00 . Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS di Kemenag Mendapat BSU PTK   |   11:00 . Kemenag Alokasikan Bantuan Pemulihan Ekonomi untuk Pendidikan Keagamaan   |   10:00 . Provinsi Prioritas Mayoritas Mengalami Penurunan Kasus Positif   |   09:00 . Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)   |   08:00 . Indonesia Berpengalaman dan Siap Distribusi Vaksin Sampai ke Pelosok   |   07:00 . Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?   |   06:00 . Ayo Warga Jatim Jangan Lengah Lur.....   |   05:00 . 4 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Tambahan Baru 5 Orang   |  
Fri, 27 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 16 April 2018 08:00

Dispensasi Nikah di Bojonegoro Masih Tinggi

Dispensasi Nikah di Bojonegoro Masih Tinggi

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Pernikahan dini atau dibawah umur di Kabupaten Bojonegoro masih tergolong tinggi. Buktinya, dalam satu bulan saja di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro tercatat masih ada 8 kasus dispensasi nikah karena umur calon pengantin masih kurang, tepatnya bulan Maret.

"Total selama 3 bulan tahun 2018 awal ini ada 34 kasus dispensasi nikah yang masuk di PA Bojonegoro," kata Kepala Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik kepada blokBojonegoro.com.

Ia menjelaskan, pada bulan Januari masyarakat yang meminta dispensasi nikah (diska) ada 11 perkara, sedangkan pada Februari sebanyak 15 perkara.

Sebelumnya pada tahun 2017 yang lalu dispensasi nikah menurun. Sholikin berpendapat, jika salah satu penyebab turunnya angka diska di Kabupaten Bojonegoro adalah tingkat pendidikan yang sudah baik.

"Semakin tinggi diska berati tingkat pendidikanya di suatu daerah itu masih rendah. Jika semakin kecil jumlah diskanya berarti pendidikan sudah semakin tinggi," jelasnya.

Ia menjabarkan, selama ini perhatian dalam bidang pendidikan sudah terbukti. Sehingga diharapkan angak diska nanti akan terus berkurang. "Kalau nikah di usia dini kan berarti tidak sekolah ke jejang yang lebih tinggi. Saat ini bupati telah mencanangkan wajib sekolah hingga diberikan bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk SMA," terangnya.

Ditegaskan Sholikin Jamik, disamping penyebab tingginya diska karena tingkat pendidikan rendah, juga dilatarbelakangi faktor ekonomi serta moral yang masih rendah pula. "Apabila diska kecil berarti angka kemiskinan bisa dibilang turun," tandasnya. [top/mu]
 

Tag : diska, dispensasi nikah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 15:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat