15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |   06:00 . Semiloka Program Sahabat Pertamina   |   17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 April 2018 06:00

Blok Buku

Ayah Pemilik Cinta yang Sesungguhnya

Ayah Pemilik Cinta yang Sesungguhnya

Peresensi : Dewi Fatimah Kusumawati*
 
Nikmatus Sholihah, cewek asli malang yang hobi dan kerjanya nulis. Selain novel, dia juga content writer dan penulis skenario. Demen banget nonton anime, drama Asia dan film. Ia juga dikenal sebagai penulis novel best seller. Selain novel yang berjudul "Ayah Pemilik Cinta yang Sesungguhnya" ia juga mengeluarkan novel berikutnya yang berjudul "Kalau Baper Makan Dulu".
 
Novel yang berjudul "Ayah Pemilik Cinta yang Sesungguhnya" ini mengkisahkan tentang Denta anak tunggal dari keluarga yang cukup kaya tetapi memiliki phobia yang tidak biasa, dia memliki phobia yang cukup dibilang unik karena dia mempunyai phobia pada seorang perempuan, itu disebabkan karena dia trauma pada masa lalunya.
 
Tiba-tiba saja ayahnya datang ke asrama Denta dan menginginkan anak semata wayangnya itu untuk pulang ke rumahnya. Ayahnya merasa kesepian menempati rumah besarnya sendiri, sejak Denta SMA dia sudah tinggal di asrama dan meninggalkan ayahnya itu sendirian dirumah. Merasa kesepian Pak Wirawan merupakan ayahnya Denta, memaksa Denta untuk pulang.
 
Namun, Denta menolak untuk pulang dia ingin tetap di asrama, tetapi Wira tetap memaksa Denta masuk ke dalam mobil, dan mengemasi barang- barang Denta, Wira mengomel di sepanjang jalan dengan mengomeli anaknya itu tapi Denta tidak memperdulikan ayahnya yang sedang mengomel tidak jelas. Denta sesekali melirik ke ayahnya, ia berpikir ayahnya itu sangatlah keren,tampan bahkan dia tidak pantas dipanggil ayah, meskipun usianya sudah 40 an tpi ayahnya itu tidak menua sama sekali.
 
Saat mobil masuk kedalam garasi, Wira segera turun dan langsung masuk rumah yang diikuti Denta, Denta berpkkir rumahnya ini masih sama, tatanannya yang masih sama, warnanya juga masih sama dengan yang terakhir kalinya ia meninggalkan rumah ini, Wira mengomel lagi dan memarahi anak kesayangan itu tapi Denta langsung lari ke lantai 2 menuju kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang yang berukuran besar lain dari ukuran ranjang kamar asramanya yang bisa dibuat tiduran seorang saja. 
 
Pada malam hari perut Denta keroncongan dia segera turun tangga dan menuju ke arah ruang makan, disana ayahnya sedang makan, ia segera menghampiri dan ikut makan bersama ayahnya, setelah makan selesai Denta ingin langsung masuk ke dalam kamar tetapi tiba-tiba Wira berbicara bahwa Denta akan segera pindah kesekolah umum yang disana pasti ada banyak perempuannya, Wira ingin agar Denta menghilangkan phobia itu , dia tak ingin anaknya itu tidak suka perempuan selama-lamanya. 
 
Denta menolak atas kemauan ayahnya itu ia marah karena sampai kapan pun dia tidak akan pernah pindah sekolah. Ayahnya merasa kalah akhirnya dia mempunyai pilihan bahwa Denta tidak jadi pindah tetapi dia harus tinggal di rumah dan tidak kembali ke asramanya. Denta pun setuju atas pilihan ayahnya itu ia tidak akan kembali ke asrama dan tetap tinggal dengan ayahnya itu.
 
Paginya saat Denta hendak sarapan ia dikejutkan kan karena adanya 3 orang cewek yang juga duduk bersamanya ia adalah Lucy,Rahmi dan Tika. Mereka bertiga disewa oleh ayahnya untuk tinggal bersama, Wira bermaksud agar phobia anaknya itu hilang dengan adanya 3 cewek tersebut. Diantara mereka Lucy yang paling ngebet banget ingin mendapatkan Denta, dia yang paling pintar dengan soal gombal-menggombal.
 
Denta muak dengan adanya cewek-cewek itu di rumahnya, setiap hari Denta hanya teriak-teriak karena tingkah laku cewe-cewek itu sudah gila menurutnya. baginya mereka hanya pengganggu saja, pelarian Denta yaitu beramain HP dengan membuka twitternnya, ia sangat lah ngefans dengan penulis yang ia sukai yaitu Geofani Ismail, penulis terkenal yang sangat ia gemari, sampai pada akhirnya dia ketemuan dengan penulis itu di sebuah kafe di daerah Malang. 
 
Betapa terkejutnya ternyata penulis yang ia sukai itu adalah seorang perempuan padahal dia mengira Geofani Ismail itu adalah lelaki, tetapi yang datang dengannya adalah seorang perempuan yang bernama Gita, perempuan ini cukup cantik baginya tetapi tetap saja dia phobia pada perempuan, sampai ia meninggalkan Gita sejak pertemuannya pertama itu, dia tidak mau lagi bertemu dengan Gita.
 
Denta sakit demam, ayahnya sedang di luar kota jadi dia dirumah hanya dengan Lucy,Rahmi dan Tika. Lucy lah yang paling perhatian, dia mengompres Denta, mengobati Denta dan di bahkan memasak bubur untuk Denta makan. Dan anehnya Denta hanya mengikuti yang diperintahkan lucy dia menuruti semua yang dibilang lucy, dia juga tidak teriak-teriak saat ada perempuan ada di dekatnya, bahkan lucy sampai tertidur disamping ranjang Denta semalaman karena merawat Denta. 
 
Dikabari Denta sakit ayahnya langsung pulang kerumah untuk menjenguk anaknya yang lagi sakit, Wira langsung membawa Denta ke rumah sakit, ternyata Denta sakit demam berdarah untung saja belum telat penanganannya saat di rumah. Lucy sangat kawatir dengan Denta dia selalu di samping Denta setiap hari. Wira sempat berpikir bahwa Lucy sangat cocok dengan anaknya, Wira juga berfikir mungkin Lucy akan menjadi menantunya.
 
Sejak saat itu sifat Denta sedikit berubah terhadap Lucy, ia berpikir tidak semua perempuan seperti masa lalunya. Tiba-tiba masa lalunya kembali lagi datang kerumah, perempuan yang paling dibenci oleh Denta yaitu ibunya kembali ke rumah memohon kepada Wira dan Denta untuk memaafkan dia yang sudah meninggalkan demi bersama lelaki lain.
 
Wira sangat marah, dia begitu emosi dengan kembalinya, dia mengusir ibunya Denta dan meminta agar tidak mengganggunya dan Denta. Denta yang melihat ayahnya mengusir wanita yang paling dibencinya hanya diam saja dengan tatapan kosong. Ia berpikir bisa-bisanya perempuan itu kembali kesini.
 
Dihari yang sangat memuakkan dia datang ke kafe pada hari itu tak sengaja dia melihat ayahnya bersama cewek lain dan berduaan, dia sangat marah melihat kejadian itu, kemudian dia kabur dari kafe itu dan datang menemui Gita ia bersenang-senang dengan Gita, dia juga mengatakan bahwa phobianya sudah mulai menghilang. Hubungan Gita semakin baik dengan Denta, sebenarnya Gita menyukai Denta tetapi Gita sadar bahwa Denta menyukai wanita lain yaitu Lucy.
 
Denta mendengar kabar bahwa teman Lucy yaitu Rahmi menyukai ayahnya dia tidak terima karena dia tidak mau mempunyai ibu tiri, ayahnya juga tidak keberatan jika tetap single itu yang dipikirkannya, tetapi Lucy memarahi Denta bahwa ayahnya sangat butuh perempuan yang mendampingi nya. Denta  mendengar perkataan Lucy memang ada benarnya, ayahnya sangatlah butuh pedamping, dia datang menemuhi ayahnya dan bertanya apakah ayahnya akan menikah lagi, ayahnya menjawab bahwa ia tidak membutuhkan pedamping “ada kamu di samping ayah udah bikin ayah tenang”. Mendengar itu Denta terharu dan memeluk ayahnya.
 
Saat malam hari Denta sedang berbicara dengan Lucy di ruang tamu, tak sengaja mereka berdua mendengar ayahnya berbisik-bisik di belakang tangga, dan ternyata benar Denta melihat ayahnya sedang memeluk Rahmi, melihat itu Denta tertawa dengan Lucy ia menyingung, “kemarin aku kasih lampu hijau, tapi ayah bilang tidak mau nyari pendamping”, mendengar itu ayahnya melepaskan pelukan Rahmi, Wira menjelaskan bahwa yang dilihatnya hanya salah paham saja.
 
Denta setuju bila ayahnya menikah denga Rahmi, keluarga Rahmi juga setuju atas hubungan Rahmi dengan Wira yang umurnya sudah 40 an, bagi keluarganya tidak masalah asalkan anaknya Rahmi bahagia. Wira dan Rahmi segera bertunangan, melihat itu Denta sangat bahagia bahkan sekarang Denta juga sedang menjalin kisah asmaranya dengan wanita yang pertama kali menyakinkannya bahwa tidak semua wanita sama dengan masa lalunya yaitu Lucy yang siap sedia merawat Denta dengan ikhlas.
 
Novel besutan Nikmatus Sholihah ini memiliki desain sampul buku yang sangat menarik. Selain itu, kertasnya menggunakan kertas khusus novel sehingga enak dibaca dan bahasanya yang sederhana membuat novel ini mudah dipahami. Namun, editor tampak kurang jeli sehingga masih banyak terdapat kata-kata yang salah. [col]
 
 
Identitas Novel
Penulis : Nikmatus Solikha
Penerbit : CAHAYA
Penyunting : Maharani
Tahun terbit : 2017
Jumlah halaman : 196 hal
Dimensi : 130 × 190 mm
 
*Mahasiswa STIKes ICsada, Calon anggota LPM V

Tag : Resensi, blok buku


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat