21:00 . Safari Ramadhan Ke-6, Bupati Himbau Lebaran ini Agar Tidak Mudik Dahulu   |   20:00 . Proyek Gas JTB Diandalkan Penuhi Kebutuhan Gas Jatim   |   19:00 . Di Masa Pandemi, PEPC Tetap Berkontribusi Besar Pada Pajak Negeri   |   18:00 . Panen Kayu Putih di Wilayah Selatan Bojonegoro   |   17:00 . Penjual Nasi Kotak Dapatkan Pelanggan Banyak Saat Bulan Ramadan   |   16:00 . Permudah Masyarakat Mencari Kerja di Website Disperinaker   |   15:00 . UNUGIRI Langsungkan Pelantikan Ormawa Secara Online   |   14:00 . Disnakkan Pantau Stok Dan Harga Komoditas Peternakan   |   12:00 . Perusahaan Tempat Kerja Mangkir Bayar THR? Laporkan ke Sini   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Tindaklanjuti Inpres Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek   |   09:00 . Tak Boleh Mudik, Layanan KAI Dibatasi Hingga 5 Mei   |   08:00 . Meriah, Yayasan Bina Mulia Gelar Lomba se-Karisedanan   |   07:00 . Hati-hati, Jam Kerja Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Jantung!   |   20:00 . Hari Kartini, Polwan Polres Bagi Masker dan Imbauan Larangan Mudik   |   19:00 . Harga Cabai Terpantau Stabil di Pasaran   |  
Thu, 22 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Desa Klino Menjadi Penghasil Porang

blokbojonegoro.com | Monday, 30 April 2018 11:00

Desa Klino Menjadi Penghasil Porang

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur banyak sekali potensi pertanian. Salah satunya, adalah penghasil ubi porang.

Bentuk porang sendiri, mirip dengan ketela rambat. Namun, bentuk porang lebih besar selain itu juga berpohon bukan merambat. Pohon porang jika dipotong akan menghasilkan lendir dan itu sangat gatal jika terkena kulit manusia.

Tanaman yang biasa dikenal dengan nama ilmiah amorphophallus muelleri itu, banyak ditanam di area hutan daerah setempat. Sebab, kondisi tanah yang subur juga suhu udara sejuk membuat tanaman ubi tersebut menjadi potensi daerah setempat.

Tak ayal, tanaman tersebut saat ini banyak ditanam di desa setampat. "Saat ini warga banyak yang sudah panen porang," kata Dwi Purnomo, kepada blokBojonegoro.com.

Porang kata dia, cara perawatanya sangat mudah, selain itu juga tidak memerluka pupuk. Karena, walau tanpa pemupukan pun tanaman porang sudah bisa subur dan berisi besar.

Selain itu, alasan masyarakat memilih menanam tanaman porang harga jualnya juga tinggi. Harga porang kering dibandrol Rp21.000 hingga Rp50.000 per kilogramnya.

Sementara ini, lanjut Dwi, petani porang menjual hasil panennya ke daerah Kecamatan Saradan, Kabupatan Madiun. Sebab, banyak pedagang dari sana, selain itu jarak antara Desa Klino dengan Kecamatan Saradan juga dekat.

"Daerah Klino ini kan perbatasan dengan Kabupaten Madiun. Jadi kadang masalah jual beli pun juga di daerah Madiun," terangnya. [top/ito]

Tag : ubi, porang, klino, sekar


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat