19:00 . Sarasehan Ansor, Pemimpin Bojonegoro Harus Harmonis Hadapi Pandemi   |   18:00 . BNI Cabang Bojonegoro Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir   |   17:00 . Bersinergi, CEC Berupaya Meningkatkan Penjualan Produk Melalui Online Marketing   |   16:00 . Harga Bawang Merah Kini Mengalami Penurunan   |   15:00 . Pemerintah Maksimalkan Penanganan Covid-19, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang   |   14:00 . Begini Strategi Menyiapkan Fasilitas Kesehatan Khusus Covid-19   |   13:00 . Banjir Mulai Surut, Warga Sibuk Bersihkan Rumah   |   12:00 . Pemdes Kalianyar Bagikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir   |   11:00 . Awal Tahun Harga Telur Ayam Turun   |   10:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 781.147   |   09:00 . Akhir Pekan Harga Logam Mulia Turun Rp5.000 per Gram   |   08:00 . Bantu Pasien Covid-19, Polres Screening Pendonor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   06:00 . Ayo Dukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen   |   05:00 . 23 Orang Sembuh, 27 Kasus Baru di Bojonegoro, 1 Meninggal   |  
Sat, 23 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ditarget Usai 10 Mei, BI Dampingi Progres Inputing BOS

blokbojonegoro.com | Monday, 30 April 2018 18:00

Ditarget Usai 10 Mei, BI Dampingi Progres Inputing BOS

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Bojonegoro Institute (BI), berusaha terus secara konsisten meningkatkan implementasi BOS (Bojonegoro Open System) di kalangan staf admin SKPD Pemkab Bojonegoro.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimtek yang kedua kalinya, pada hari ini Senin, (30/4/2018). Bertempat di ruang Partnership Room, lantai 4, Gedung Pemkab Bojonegoro. Bimtek yang diselenggarakan oleh Bagian Pembangunan Setda itu diikuti oleh 74 partisipan yang berasal dari SKPD.

"Bimtek ini bertujuan untuk menampung keluhan dan mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh admin SKPD," ujar Kepala Bagian Pembangunan Setda, Masirin.

Lathif, pegiat Bojonegoro Institute, menegaskan, tanggung jawab pengelolaan BOS oleh staf admin SKPD tidak hanya kepada atasan, namun juga kepada masyarakat, pemerintah pusat dan lembaga-lembaga internasional. Oleh karena itu, stakeholder BOS tidak hanya di Bojonegoro, tapi juga di Indonesia dan masyarakat global. "Semua orang menanti keberhasilan BOS ini sebagai praktik terbaik OGP," tutur Lathif.

Para peserta benar-benar memanfaatkan forum Bimtek itu dengan baik. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan, kritik, saran, dan usulan yang di sampaikan. "Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas sistem aplikasi BOS di waktu mendatang," ujar Lathif.

Proses inputing data dalam BOS diharap selesai sebelum 10 Mei 2018. "Bagi seluruh SKPD untuk bekerja sama menjalankan amanat tersebut," demikian pinta Masirin.

Sebelumnya disampaikan bahwa aplikasi BOS dibuat sebagai sistem keterbukaan informasi semua tahapan pengadaan barang dan jasa. Sehingga dari keterbukaan pengadaan barang dan jasa. Masyarakat dapat terlibat berpartisipasi memonitoring pelaksaan proyek-proyek pengadaan barang dan jasa oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Seperti memantau kualitas pengerjaan, kecocokan spesifikasi pekerjaan, ketepatan waktu pelaksanaan dan lain sebagainya. [ani/lis]

Tag : bos, input, bi


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat