09:00 . Sempat Bikin Heboh, Alat Berat JTB Sampai Lokasi   |   08:00 . Desa Bondol Punya Sentra Produk Kayu Jati   |   07:00 . Tips buat Orang Tua yang Merasa Sudah Over Protektif pada Anak   |   22:00 . Cuaca Tidak Menentu Petani Ngambon Pasrah   |   21:00 . Hujan Angin, Kota Bojonegoro Berduka   |   20:00 . Para Pemuda Harus Jadi Pelopor Persatuan Bangsa   |   19:00 . 5 Gapoktan di Ngambon Terima 9 Ton Benih Jagung Hibrida   |   18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:30 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Angin   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |  
Sun, 08 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 06 May 2018 13:00

Murtasih, Warga Belajar Paket B

Tak Malu Bersekolah Meski Tak Muda Lagi

Tak Malu Bersekolah Meski Tak Muda Lagi

Reporter: M Safuan
 
blokBojonegoro.com - Seperti peribahasa, tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, itulah yang menjadi prinsip salah satu warga belajar Murtasih (55) yang saat ini tengah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Kesetaraan Paket B di SMAN Dander.

Meski sudah usia lanjut, dirinya  tidak malu untuk terus belajar bahkan ingin menjadi penyemangat bagi masyarakat yang berada di Kecamatan Dander. Pasalnya pasti ada puluhan warga dan anak yang putus sekolah, dia berharap agar mereka kembali bersekolah.

"Kalau di desa saya ada puluhan warga yang tidak mempuyai ijazah dan beberapa anak yang putus sekolah," ucap Murtasih saat ditemui blokBojonegoro.com usai pelaksanaan UNBK, Sabtu (5/5/2018).

Masih kata Murtasih, ada sekitar 25 hingga 30 warga yang tak memiliki ijazah di antaranya anak usia sekolah yang putus sekolah.

Meski pelaksanaan, ujian komputer ini menjadi pengalaman tersendiri baginya, dirinya mengaku, tidak ada persiapan khusus untuk belajar penuh terkait penggunaan komputer untuk menghadapi UNBK.

"Ya kalau belajar komputer, biasanya di kantor balai desa, pegawai desa yang mengajarinya, tapi biasanya menghabiskan waktu 10 menit, itupun kadang-kadang," ujar Murtasih sembari tertawa.

Dengan modal belajar tersebut, Murtasih yakin saat pelaksanaan UNBK Kesetaraan paket B tidak akan menemui kendala. Tapi dia mengaky masih belum terbiasa memegang alat komputer seperti mouse.

"Jadi kalau pegang mouse mau ngeklik masih kaku," kata Murtasih.

Seperti diketahui pelaksanaan UNBK Kesetaraan Paket B di PKBM Latansa, Kecamatan Dander diikuti sebanyak 11 Warga belajar. Namun, tingkat kehadiran warga belajar untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) masih minim. Pasalnya warga belajar pada Kesetaraan Paket B atau setara dengan jenjang SMP  didominasi warga yang sudah berusia lanjut. [saf/lis]

 

Tag : unbk, paket


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat