10:00 . Berdesak-Desakan, Pemilih di Desa Campurejo Pingsan   |   09:30 . Pilkades, Kebun Belimbing Ngringinrejo Ditutup   |   09:00 . Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Disperta Lanjut di Balen   |   08:00 . Pilkades Serentak Bukan Hari Libur Daerah   |   07:00 . Riset: Anak Kedua Laki-laki Cenderung Lebih Nakal   |   21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 09 May 2018 09:00

Kemarau, Penambang Pasir di Bengawan Makin Marak

Kemarau, Penambang Pasir di Bengawan Makin Marak

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Pemandangan berbeda terlihat di bantaran sungai Bengawan Solo yang ada di Kabupaten Bojonegoro, tepanya di utara Kota Ledre.

Saat musim kemarau datang, sungai terpanjang di pulau jawa yang melintasi Kota Migas ini makin ramai para penambang pasir.

Di lokasi, Selasa (8/5/2018), perahu-perahu berjejer di tengah sungai, tak ketinggalan ada banyak orang di sekelilingnya yang silih berganti menyelam mengambil pasari yang selanjutnya dikumpulkan dalam perahu besi.

"Saat musim kemarau pasti seperti ini pemandangannya, perahu banyak yang mengambil pasir," kata salah seorang warga yang melihat penambang, Basir kepada blokBojonegoro.com.

Murut dia, pemandangan seperti itu hampir setiap hari bisa dijumpai di sungai kebanggan masyarakat Bojonegoro. Truk-truk berukuran sedang pun antre mendapat giliran mengambil pasir dari perahu para penambang.

Kondisi sungai yang tak terlalu dalam, artinya saat ini semakin dangkal dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya saat musim penghujan. Selain itu aliran sungai juga tak begitu deras. Sehingga truk-truk kian mudah berjalan di pinggir sungai untuk menghampiri perahu yang sudah terisi pasir.

"Ini sudah ada sejak bertahun-tahun yang lalu, saat bengawan surut pasti ramai tambang pasir," tungkas Basir.

Kondisi tersebut juga bisa dilihat di sisi kanan dan kiri jembatan Kaliketek yang menghubungkan antara Kabupaten Bojonegoro dengan Tuban. Perahu besi bertebaran untuk mengeruk isi perut Bengawan Solo yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

"Apabila bengawan mulai surut, bisa dipastikan penambang ramai, padahal ini juga berdekatan dengan jembatan, takutnya dasar jembatan tergerus dan bisa mengancam pondasi," jelas Ahmad warga Trucuk yang setiap hari melintas di jembatan Kaliketek. [ito/mu]

Tag : tambang pasir, kemarau

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat