14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |   11:00 . Alat Berat Berhenti di Ngablak, Warga Tak Seheboh di Wilayah Timur   |   10:00 . Hingga Akhir Tahun, Logam Mulia Masih Dominasi Agunan Pegadaian   |   09:00 . Manfaatkan Rumah Sebagai Spot Foto Instagramable   |   08:00 . Kartar Nusa Bakti Manfaatkan Lahan Desa Sebagai Agro Wisata   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |   01:00 . Unik, Lintasi Jembatan Kendaraan Tanpa Kepala   |   00:30 . Tunggu Alat Berat JTB Lewat, Warga Antre di Pinggir Jalan   |   00:00 . Tanpa Kepala, Alat Berat Lintasi Jembatan   |   23:30 . Pantau Lintasan Jembatan di Komputer   |   23:00 . Start Pukul 22.00 WIB, Jalanan Macet   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 10 May 2018 14:00

Geram..! Pemdes dan Warga Sarangan Obrak Penambang Pasir

Geram..! Pemdes dan Warga Sarangan Obrak Penambang Pasir

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com –
Sejak lama diingatkan untuk tidak mengambil pasir dekat bibir bengawan, namun penambang ilegal di barat Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro masih saja nekat. Bahkan, belakangan ini jumahnya bertambah banyak.

Jika dirata-rata, dalam sehari di waktu yang hampir bersamaan ada minimal 25 perahu menambang dengan cara mengerek. Jumlah tersebut bertambah banyak untuk hari-hari tertentu.

Karena geram dengan ulah penambang pasir tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) beserta Ketua RT, Linmas dan perwakilan warga mengusir penambah pasir yang masih nekat, Kamis (10/5/2018). Entah sudah bocor atau seperti apa, jumlah perahu yang menambah saat diobrak cuma ada sekitar 8 perahu.

Walaupun begitu, delapan perahu yang menambang akhirnya pergi dan membawa serta jangkar. Karena, warga juga mengancam akan membuang jangkar penambang jika tidak diambil.

“Sudah sempat kita peringatkan, namun mereka membandel dan masih terus menambang. Makanya kita kasih ketegasan,” kata Kepala Desa Sarangan, Abdus Salam.

Sebelum bergerak, Pemdes terlebih dulu telah memberitahu Muspika Kanor dan mengirim surat ke Plt. Bupati Bojonegoro, Satpol PP, hingga Balai Besar Bengawan Solo di Bojonegoro.

“Kita sudah melapor sampai atas, karena penambang pasir ini merusak lingkungan. Bibir bengawan banyak yang longsor,” terangnya. [din/lis]

Tag : penambang, pasir, sarangan, kanor


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat