18:00 . Diduga Kelelahan, Staf Perhutani Ditemukan Meninggal Dunia   |   17:00 . Bus Baru Pemkab, Bupati: Untuk Pelayanan dan Sosial   |   16:00 . Maba IAI Sunan Giri Antusias Ikuti Seminar Pembuatan Makalah   |   15:00 . Mekanisme Berbeda, Pemilihan Ketua Lewat Formatur   |   14:00 . Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Musda   |   13:00 . Serunya Lomba Mancing Merdeka Berebut Sepeda Motor   |   12:00 . Bupati Kunjungi Exit Tol Nganjuk ini Tujuannya   |   11:00 . Bak Moto GP, Ibu-Ibu Ikut Balap Traktor di Desa Tejo   |   10:00 . Mancing Merdeka, Berebut Ikan Dengan Bobot Terberat   |   08:00 . Ratusan Pemancing Turut Mancing Merdeka   |   07:00 . Apakah Asma Menular?   |   18:00 . Sutrac Bantu Droping Air Bersih di Tlogohaji   |   17:00 . Besok, Desa Tejo Kembali Gelar Lomba Balap Traktor   |   15:00 . MI Islamiyah Sarangan Sabet Juara Satu di Pesta Siaga Kwaran Kanor   |   14:00 . Pengusaha NU Bojonegoro Berkumpul, Mau Apa?   |  
Sun, 15 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 10 May 2018 06:00

Catatan Piala Indonesia 2018

Persibo, Langkah Tertunda Piala Indonesia

Persibo, Langkah Tertunda Piala Indonesia

Oleh: Ichwan Arifin*

Setelah vakum selama 6 tahun, akhirnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Piala Indonesia 2018.  Tahun ini, pertandingan diikuti 128 klub terdiri 18 klub liga 1, 24 klub liga 2 dan 86 klub liga 3. Sistem pertandingan dibagi dalam 7 babak (pendahuluan, 64 besar, 32 besar, 16 besar 8 besar, semifinal dan final).  Persibo vs Madura United menjadi laga pembuka pada 8 Mei 2018 di Stadion Letjen H Sudirman Bojonegoro. Pemilihan tempat laga pembuka juga merupakan penghormatan kepada Persibo sebagai juara Piala Indonesia yang digelar terakhir pada 2012.  

Peta kekuatan kedua klub Ibarat David melawan Goliath. Kondisinya tidak seimbang. Persibo bermain di liga 3 (amatir) sedangkan Madura United di kasta tertinggi kompetisi Sepakbola Indonesia, liga 1. Di atas kertas, materi pemain Persibo jauh dibawah kualitas Madura.  Meskipun demikian, semangat dan asa untuk membuat kejutan di laga pembuka tersebut sempat melambung. Persibo punya catatan emas sebagai “The Giant Killer”, mengalahkan klub papan atas superliga seperti; Arema Malang, Persik Kediri dan Pelita Jaya pada Copa Indonesia 2008.

Sayangnya, akhir pertandingan tidak “happy ending” seperti cerita alkitab pertarungan David versus Goliath atau mengulang sejarah sebagai pembunuh raksasa, namun berakhir dengan kekalahan Persibo 1-3.  Kemenangan Madura United tidak mudah, mesti melalui adu penalti setelah skor imbang 1-1 dalam waktu normal. Meski kalah, permainan Persibo patut diapresiasi. Bermain sebagai status “underdog”, diragukan banyak orang serta diprediksikan jadi lumbung gol Madura United. Ternyata Persibo mampu mematahkan persepsi tersebut dengan bermain apik, rapi dan menyulitkan tim tamu.

Catatan lain dari pertandingan tersebut: Pertama, materi pemain lokal Bojonegoro masih kompetitif. Apalagi jika dibina secara intensif di sisi teknik, kematangan mental bertanding, kedewasaan dalam ranah olahraga, dan aspek non-teknik lainnya. Usia pemain Persibo rata-rata masih muda, memungkinkan berkembang lebih baik lagi. Tantangannya, kadangkala manajemen menginginkan hasil kompetisi secara instan. Prestasi juga hanya diukur melalui kemenangan dan gelar juara. Hal ini dapat dipahami karena klub (apalagi klub profesional) membutuhkan prestasi untuk menarik sponsor, dukungan suporter, investor dan sumber pendanaan lainnya.

Kedua, pertandingan ini juga dapat dijadikan sebagai evaluasi bagi Persibo untuk melanjutkan kompetisi liga 3. Para pemain lokal yang menunjukkan performa bagus dan potensial,patut dipertahankan. Tambahan pemain dari luar Bojonegoro juga diperlukan untuk menambah kualitas sekaligus menciptakan iklim persaingan sehat di internal tim.  

Ketiga, apresiasi juga patut diberikan kepada manajemen Persibo dan panitia pelaksana (panpel) yang berhasil mengelola pertandingan level nasional dengan baik, serta suporter. Ukurannya, pertandingan berjalan lancar, tertib dan relatif tidak ada insiden yang berarti, baik selama pertandingan maupun selepasnya. Catatan negatif terkait lampu stadion yang tidak menyala juga masih dapat dimaklumi. Meskipun demikian, “room of improvement” tetap perlu dilakukan untuk penyelenggaraan pertandingan lainnya.

Sebagai catatan akhir, catatan Djajendra mengenai konsep kemenangan dan kekalahan patut dijadikan rujukan, yaitu: “Para pemenang adalah mereka yang sangat terampil menerima kekalahan dengan perasaan menang. Kalah dan menang adalah persepsi hasil akhir. Ketika nilai-nilai sportivitas dan etika hidup dalam jiwa, maka diri memiliki kekuatan untuk menerima kalah dan menang dengan tanggung jawab dan senyum.” Salam olahraga!

*Pecinta Sepakbola Indonesia dan fans Persibo

 

Tag : kolom, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 08 September 2019 15:00

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding Peringatan HUT Republik Indonesia merupakan suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat