01:05 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |   00:58 . Kemeriahan Panggung Konser Pemilu   |   22:30 . Tak Hanya Pop, Letto Piawai Hibur Penonton dengan Dangdut   |   22:00 . DPR Minta Polisi Usut Tuntas Pembajakan Mobil Tangki Pertamina   |   21:00 . Perdana, Letto Hibur Penonton dengan 'Permintaan Hati'   |   20:00 . Jingle Pemilu Buka Konser di Bojonegoro   |   19:30 . Ribuan Pletonic Padati Stadion Letjend H Soedirman   |   19:00 . Ketua KPU dan Kapolres Beri Arahan tentang Pemilu   |   18:00 . Sahabat Yatim Cemerlang Latihan Qiroah   |   17:00 . 200 Mahasiwa Ikuti Jagong Santai KPU Bojonegoro   |   16:00 . Kunjungi Kampus, KPU Ajak Mahasiswa Kawal Pemilu   |   15:00 . Rp.3 M untuk BPJS Kesehatan, Guru Masih Harus Iuran   |   14:00 . Disperinaker Latih Masyarakat Kreasikan Bambu   |   13:00 . Pembukaan di Lamongan, Penutupan di Tuban   |   12:00 . Presdir Pertamina EP Audiensi dengan Bupati Bojonegoro   |  
Sat, 23 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 10 May 2018 06:00

Catatan Piala Indonesia 2018

Persibo, Langkah Tertunda Piala Indonesia

Persibo, Langkah Tertunda Piala Indonesia

Oleh: Ichwan Arifin*

Setelah vakum selama 6 tahun, akhirnya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menggelar Piala Indonesia 2018.  Tahun ini, pertandingan diikuti 128 klub terdiri 18 klub liga 1, 24 klub liga 2 dan 86 klub liga 3. Sistem pertandingan dibagi dalam 7 babak (pendahuluan, 64 besar, 32 besar, 16 besar 8 besar, semifinal dan final).  Persibo vs Madura United menjadi laga pembuka pada 8 Mei 2018 di Stadion Letjen H Sudirman Bojonegoro. Pemilihan tempat laga pembuka juga merupakan penghormatan kepada Persibo sebagai juara Piala Indonesia yang digelar terakhir pada 2012.  

Peta kekuatan kedua klub Ibarat David melawan Goliath. Kondisinya tidak seimbang. Persibo bermain di liga 3 (amatir) sedangkan Madura United di kasta tertinggi kompetisi Sepakbola Indonesia, liga 1. Di atas kertas, materi pemain Persibo jauh dibawah kualitas Madura.  Meskipun demikian, semangat dan asa untuk membuat kejutan di laga pembuka tersebut sempat melambung. Persibo punya catatan emas sebagai “The Giant Killer”, mengalahkan klub papan atas superliga seperti; Arema Malang, Persik Kediri dan Pelita Jaya pada Copa Indonesia 2008.

Sayangnya, akhir pertandingan tidak “happy ending” seperti cerita alkitab pertarungan David versus Goliath atau mengulang sejarah sebagai pembunuh raksasa, namun berakhir dengan kekalahan Persibo 1-3.  Kemenangan Madura United tidak mudah, mesti melalui adu penalti setelah skor imbang 1-1 dalam waktu normal. Meski kalah, permainan Persibo patut diapresiasi. Bermain sebagai status “underdog”, diragukan banyak orang serta diprediksikan jadi lumbung gol Madura United. Ternyata Persibo mampu mematahkan persepsi tersebut dengan bermain apik, rapi dan menyulitkan tim tamu.

Catatan lain dari pertandingan tersebut: Pertama, materi pemain lokal Bojonegoro masih kompetitif. Apalagi jika dibina secara intensif di sisi teknik, kematangan mental bertanding, kedewasaan dalam ranah olahraga, dan aspek non-teknik lainnya. Usia pemain Persibo rata-rata masih muda, memungkinkan berkembang lebih baik lagi. Tantangannya, kadangkala manajemen menginginkan hasil kompetisi secara instan. Prestasi juga hanya diukur melalui kemenangan dan gelar juara. Hal ini dapat dipahami karena klub (apalagi klub profesional) membutuhkan prestasi untuk menarik sponsor, dukungan suporter, investor dan sumber pendanaan lainnya.

Kedua, pertandingan ini juga dapat dijadikan sebagai evaluasi bagi Persibo untuk melanjutkan kompetisi liga 3. Para pemain lokal yang menunjukkan performa bagus dan potensial,patut dipertahankan. Tambahan pemain dari luar Bojonegoro juga diperlukan untuk menambah kualitas sekaligus menciptakan iklim persaingan sehat di internal tim.  

Ketiga, apresiasi juga patut diberikan kepada manajemen Persibo dan panitia pelaksana (panpel) yang berhasil mengelola pertandingan level nasional dengan baik, serta suporter. Ukurannya, pertandingan berjalan lancar, tertib dan relatif tidak ada insiden yang berarti, baik selama pertandingan maupun selepasnya. Catatan negatif terkait lampu stadion yang tidak menyala juga masih dapat dimaklumi. Meskipun demikian, “room of improvement” tetap perlu dilakukan untuk penyelenggaraan pertandingan lainnya.

Sebagai catatan akhir, catatan Djajendra mengenai konsep kemenangan dan kekalahan patut dijadikan rujukan, yaitu: “Para pemenang adalah mereka yang sangat terampil menerima kekalahan dengan perasaan menang. Kalah dan menang adalah persepsi hasil akhir. Ketika nilai-nilai sportivitas dan etika hidup dalam jiwa, maka diri memiliki kekuatan untuk menerima kalah dan menang dengan tanggung jawab dan senyum.” Salam olahraga!

*Pecinta Sepakbola Indonesia dan fans Persibo

 

Tag : kolom, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more