06:00 . Lagi Tren, Ini Resep Donat Lumer Bomboloni   |   21:00 . DLH Bojonegoro Gelar Pembinaan Bank Sampah   |   20:00 . Salah Faham, Klarifikasi Kakek yang Diusir Karena Beda Pilihan Calon Kades   |   19:00 . Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham   |   18:30 . HUT, Bupati Bersama Pengurus PDIP Ziarohi Bung Karno   |   18:00 . Tingkatkan Minat Baca, Siswa SLB Kunjungi Perpusda   |   17:30 . Beda Pilihan Calon Kades, Kakek Diusir   |   17:00 . Musim Hujan, Disnakkan Minta Peternak Unggas Perlu Waspada 2 Penyakit ini   |   16:00 . BKPP: Status SN Masih Diberhentikan Sementara   |   15:00 . Tak Kunjung Turun, Harga Cabai Malah Melambung Hingga Rp72.000 per Kilogram   |   14:00 . Diduga Beda Pilihan Pilkades, Kakek 80 Tahun Diusir dari Rumah   |   13:00 . Talkshow: Cerita Inspiratif Founder Drone Emprit Asal Desa - Part 2   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Bakal Gelar Tes Simulasi CAT CPNS   |   11:00 . 3 Lowongan Kepala Dinas Masih Sepi Pendaftar   |   10:00 . 2019 Target Pengunjung Perpusda Terpenuhi Dominasi Usia 17-25 Tahun   |  
Wed, 22 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 14 May 2018 06:00

Camat Ngasem, Machmuddin

Ajak Masyarakat tak Bergantung Harapan pada Migas

Ajak Masyarakat tak Bergantung Harapan pada Migas

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Desa Bandungrejo berupa minyak dan gas bumi (Migas), menjadi banyak perhatian. Terlebih bagi masyarakat yang ada di wilayah tersebut untuk bisa turut andil dalam proses di dalamnya.

Keberadaan lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (J-TB) yang dikelola oleh operator migas, Pertamina Ekspolrasi dan Produksi Cepu (PEPC), bisa menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomian dan kehidupan yang lebih baik dengan bekerja secara langsung maupun dari aspek lainnya.

Hal itu yang menjadi salah satu tantangan bagi Camat Ngasem, Machmuddin untuk mengajak masyarakat merubah pola pikir yang bakal tergantung pada potensi migas di wilayah tersebut.

Menurut pria kelahiran Gresik 3 September 1974 itu, kegiatan di industri migas yang banyak membutuhkan tenaga kerja tidak bakal berjalan lama. Diperkirakan hanya 3 sampai 4 tahun ke depan. Sehingga harus disadari masyarakat, bagaimana kehidupan setelah itu agar tidak tergantung dengan keberadaan migas.

"Kegiatan migas hanya sementara, sedangkan masyarakat hidup di sini untuk selamanya," ujar Machmuddin.

Untuk melepas ketergantungan itu, pihaknya berusaha untuk memaksimalkan potensi-potensi lainnya yang ada di Kecamatan Ngasem yang bisa untuk langsung memutar perekonomian masyarakat di sana.

Beberapa potensi yang ada, di antaranya ada enderese, makanan yang terbuat dari singkong yang dibikin di Desa Bareng, kerupuk ares pisang di Sendangharjo, jajanan bipang di Ngasem, jenang pisang Jampet dan masih banyak potensi lainnya.

"Apa yang bisa dikembangkan, kita pasti lakukan bersama BUMDes untuk distributor dan pemasarannya. Kadang ketika ada acara, saya sendiri juga ikut promosi dan berjualan," imbuhnya.

Selain itu, ada potensi lain yang mulai dikembangkan di wilayah Kecamatan Ngasem. Yakni tanaman kayu putih yang ditanam di lahan sekitar 200 hektar milik Perhutani, yang bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Beberapa wilayah tersebut di antaranya ada di Nglambangan, Setren, Tengger, Ngasem dan Sendangharjo. Sedangkan pengolahan Kayu Putih, dilakukan di Asper Soko dan Asper Tengger, Desa Sendangharjo.

Penanaman, sudah dilakukan sejak akhir tahun 2016 silam, dan diperkirakan pada bulan September mendatang sudah bisa dipanen. Rencananya, hasil panen itu bakal dibawa ke wilayah Sukun di Malang.

"Harapan kami, dengan BUMDes bisa melakukan pengolahan kayu putih itu di sini. Hasilnya kita kembalikan ke Perhutani. Tak peduli nantinya itu produknya Perhutani, yang terpenting perekonomian masyarakat di sini bisa berputar," papar bapak dari 4 putra itu.

Dari bidang pariwisata, adanya wisata api abadi di Kahyangan Api selama ini hanya dikelola oleh Perhutani dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) saja. Mulai tahun ini, ada kerjasama juga antara LMDH dan pemerintah desa untuk bisa mengelola dengan menambah hiburan di sana. Selain itu, ada lahan 2 hektar di sana, diharapkan nanti bisa juga digunakan untuk mengelola parkir.

"Kita berusaha untuk bagaimana bisa menyambungkan dengan instansi-instansi yang ada. Seperti lahan 2 hektar itu dikelola BUMDes Ngasem, tetapi ada di wilayah LMDH Sendangharjo," tambanya.

Sementara di wilayah Migas, pihaknya juga bersama operator, yakni PEPC. Saat ini sudah membuat budidaya ayam petelor. Ke depannya memang diperuntukkan dalam menyambut era industrialisasi migas di sana. Namun selain itu, kerjasama juga dilakukan dengan pihak lain untuk pemasaran yang lebih luas.

"Dengan memaksimalkan potensi yang ada, meski tetap berharap adanya migas bisa memberi dampak yang lebih baik di sini, namun kami juga berharap agar masyarakat tidak tergantung sepenuhnya pada migas," harapnya.

Data Diri:

Nama : Machmuddin
Tempat dan Tanggal Lahir:
Gresik, 3 September 1974
Pendidikan:
-SD Muhammdiyah Gresik 1980-1985
-SMPN 2 Gresik 1985-1989
-SMAN Gresik 1989-1992
-STPDN 1994-1998
Karir:
- Kasubag Perlengkapan 2001
-Sekcam Trucuk 2006
-Sekcam Dander 2009-2010
-Kabag Humas
-Camat Sumberejo 2013
-Sekdin Koperasi 2015
-Camat Ngasem 2016- sekarang
Istri: Herin Vidia C
Anak:
-Faris FM
-Mirza M
-Ilham Nasrullah
-Falah FP
 

Tag : profil, camat, ngasem, machmuddin


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat