20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |   07:00 . Kesal dengan Suara Dengkuran Pasangan? Coba Lakukan Trik Aneh Ini   |   06:00 . PPKM Diperpanjang Hingga 8 Februari   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Warga Sekitar Proyek JTB Belajar Terkait Keselamatan dari Hal Kecil

blokbojonegoro.com | Monday, 14 May 2018 20:00

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com – Bulan Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) kali ini diperingati sedikit berbeda dari biasanya. Pada tahun ini operator Proyek Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB), yaitu PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mengajak masyarakat di sekitar wilayah operasi, Desa Pelem, Desa Bandungrejo, Desa Dolokgede dan juga Desa Kaliombo bersama-sama menimba ilmu mengenai arti keselamatan di dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 100 undangan yang terdiri dari Muspika Kecamatan Ngasem, Tambakrejo dan Purwosari, TP-PKK, karang taruna dan juga kader posyandu memenuhi Gedung Olahraga (GOR) Dolokgede untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Share With Community” yang juga bertepatan dengan semboyan PEPC yaitu “Spirit to Zero, Zero Accident – Kami Pilih Bekerja Selamat”.

Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya standar keselamatan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari baik dirumah, di tempat bekerja, di sekolah maupun di tempat ibadah.

Terdapat tiga materi yang disampaikan, antara lain adalah Materi Higienitas Sanitasi Makanan dan Minuman yang disampaikan oleh dr. Sari dari Puskesmas Tambakrejo. Dokter yang juga praktek di RSUD Sosodoro Djatikusumo ini menyampaikan materi mengenai pentingnya mengolah makanan dan minuman.

Peserta juga diajari bagaimana cara mengonsumsi makanan yang benar, seperti misalnya perlunya cuci tangan dengan menggunakan metode 7 (tujuh) langkah, menggunakan sabun yang dimulai dari membasuh telapak tangan dengan telapak tangan, telapak tangan kanan berada di atas telapak tangan yang lainnya, sela-sela jari dibersihkan, telapak dengan telapak, jari-jemari saling terkait, gerakan mengunci sehingga jari-jari kedua tangan saling terkait, jempol dibersihkan oleh jari tangan yang lain, jari kiri menguncup dan gosok memutar, pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan, gerakan memutar.

Materi kedua disampaikan oleh Bowo Sasmito, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Bojonegoro dan Sukirno, Staf Dinas Damkar. Dalam sesi ini, beberapa peserta dari Kader Posyandu dan TP-PKK bergantian memeragakan bagaimana cara memadamkan api ketika terjadi api tersulut dari gas elpiji yang bocor.

Contohnya Ibu Sukisti yang berasal dari Desa Bandungrejo, yang berhasil memeragakan pemadaman gas elpiji bocor dan tersulut api hanya dengan menutup katup aliran gas dengan menggunakan ibu jarinya. Sukirno mengatakan bahwa pengetahuan mengatasi kebakaran ini sangat berguna, karena memang seringkali terjadi dalam kehidupan rumah tangga, ketika Ibu-ibu banyak berkutat dengan pekerjaan rumah tangga.

Materi ketiga disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar yang menyampaikan pentingnya berlalu lintas yang diterapkan sedini mungkin. Karena sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009. Disampaikan juga mengenai hak dan kewajiban pengguna jalan raya, rambu-rambu lalu lintas yang wajib diketahui masyarakat serta penggunaan palang pintu di setiap perlintasan kereta api, khususnya di Bojonegoro.

Dalam kesempatan ini Iskandar sempat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti sinergitas antara PEPC dengan dinas terkait dan juga masyarakat. Hal ini perlu ditingkatkan seiring dengan meningkatnya proyek JTB, terutama terkait dengan para transporter yang akan segera berdatangan. Masyarakat perlu memahami bagaimana hidup berdampingan dengan proyek negara.

"Kegiatan Peringatan Bulan K3 yang bertema “Jadikan HSSE Sebagai Beyond Culture" ini sebagai kegiatan yang sekiranya dapat mendarah daging dimulai dari memahami makna safety dulu sedari kecil," ujar Benny Eza Yusuf, Pjs. Construction Early Civil Work (ECW) & Pipeline Manager dalam sambutannya.

Kegiatan hari ini merupakan satu bagian dari Kampanye K3 yang dilaksanakan dari Bulan Mei hingga Juni 2018. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah; Cerdas Cermat K3, Lomba Poster/Banner K3, Defensive Driving Awareness, Pengenalan Lifting dan Rigging serta Share With Community. [ito/lis]

Tag : jtb, warga


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat