17:00 . 7 ODP Baru, 2 Selesai Dalam Pemantauan   |   16:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Paket Bantuan   |   15:00 . 112 Santri Lirboyo Kediri Pulang Kampung   |   14:00 . Pemuda Kedungadem, Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumahnya   |   13:00 . Tingkatkan Stok Darah, PMI Bojonegoro Beri Paket Sembako Bagi Pendonor   |   12:00 . Hujan dan Derasnya Air Kali Kedung, Jembatan di Kedungbondo Ambrol   |   11:00 . Kabar Baik, ODP di Bojonegoro Tinggal 44 Orang   |   10:00 . Perjalanan Kereta Dikurangi, Ramai-ramai Batalkan Tiket   |   09:00 . Lawan Corona, Fatayat NU Kanor Khotmil Quran Online   |   08:00 . Pelantikan Kades Digelar Online   |   07:00 . Kehabisan Masker Sekali Pakai, Bolehkah Pakaikan Anak Masker Kain?   |   06:00 . Perjalanan Kereta Dikurangi, Ribuan Tiket Dibatalkan   |   22:00 . DPRD Pertanyakan Kesiapan Dinkes Tanggulangi Corona   |   21:00 . Gerakan #DiRumahAja Cenderung Setengah Hati, ini yang Bisa Dilakukan   |   20:00 . Sejumlah Komoditi Alami Penurunan Harga, ini Sebabnya   |  
Tue, 31 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 20 May 2018 13:00

Dinas Kesehatan Bojonegoro Bentuk Tim Pengawas Jajanan Puasa

Dinas Kesehatan Bojonegoro Bentuk Tim Pengawas Jajanan Puasa

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro membentuk tim untuk mengawasi jajanan berbuka puasa, guna mengantisipasi makanan berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Pembentukan tim tersebut, Dinkes bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro untuk memeriksa kesehatan jajanan berbuka puasa di seluruh Pasar Ramadan.

"Kita sudah membentuk tim sebelum puasa kemarin dan rencananya akan berjalan setelah dua minggu puasa," terang Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati.

Ninik juga menjelaskan pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar-pasar modern saja, tetapi juga di pasar tradisional untuk memastikan makanan tersebut diolah secara higienis sesuai standar kesehatan atau tidak.

"Pengawasan kesehatan makanan jajanan berbuka puasa ini diperketat. Jangan sampai ada makanan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna kain dan lainnya yang mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya," lanjutnya.

Apabila ditemukan makanan mengandung zat kimia berbahaya dan kadaluarsa, maka akan ditindak sesuai peraturan berlaku. "Jika benar-benar ada, kita akan langsung menariknya dari peredaran agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat," terang mantan Kepala RSUD Padangan tersebut.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar meneliti dahulu sebelum membeli. Sebab, biasanya para pedagang jajanan saat berbuka puasa mengalami peningkatan dan juga minat masyarakat untuk mengkonsumsi makanan siap saji terbilang cukup tinggi.

"Jangan sampai makanan menimbulkan berbagai penyakit seperti diare yang akan mengganggu umat Muslim menjalankan ibadah puasa," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/col]

Tag : dinkes, sarden, cacing


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat