08:00 . Pelantikan Kades Digelar Online   |   07:00 . Kehabisan Masker Sekali Pakai, Bolehkah Pakaikan Anak Masker Kain?   |   06:00 . Perjalanan Kereta Dikurangi, Ribuan Tiket Dibatalkan   |   22:00 . DPRD Pertanyakan Kesiapan Dinkes Tanggulangi Corona   |   21:00 . Gerakan #DiRumahAja Cenderung Setengah Hati, ini yang Bisa Dilakukan   |   20:00 . Sejumlah Komoditi Alami Penurunan Harga, ini Sebabnya   |   19:00 . Respon Instruksi Bupati, Pertamina EP Asset 4 Salurkan Bantuan ke Dinkes   |   18:00 . Gedung Pusdiklat Dander Bakal Jadi Rumah Sakit Sementara   |   17:00 . Peduli Saat Social Distancing, Bagi-bagi Nasi Bungkus   |   16:00 . 10 Orang Selesai Pemantauan, 44 Orang Dinyatakan ODP   |   15:00 . Waspada Kecelakaan, Tambah 2 Palang Pintu KA di Kapas dan Kalitidu   |   14:00 . Suwarto: Kampung Lontong Lodeh Ditutup Sementara   |   13:00 . 18 Perjalanan Kereta Dibatalkan   |   12:00 . Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh   |   11:00 . Dampak Corona, Omzet Pedagang Lontong Lodeh Turun   |  
Tue, 31 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 23 May 2018 13:00

H-7 Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Naik

H-7 Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Naik

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Biasanya ketika memasuki akhir ramadan tepatnya satu minggu sebelum lebaran, harga kebutuhan pokok di beberapa daerah di Indonesia, khususnya Kabupaten Bojonegoro bisa dikatakan pasti mengalami kenaikan harga. Bahkan, hal itu sudah bisa dikatakan sebagai budaya sejak dulu.

Kenaikan harga dipicu bukan karena ketersedian bahan pokok yang langka. Namun dikarenakan ketika satu minggu sebelum lebaran banyak masyarakat yang membeli dengan tidak sesuai kebutuhan dan tidak sewajarnya atau bisa disebut budaya memborong.

"Itu sudah pasti dilakukan oleh masyarakat, karena mereka ketakutan akan kesulitan mencari kebutuhan pokok menjelang lebaran," terang Plt. Dinas Perdagangan, Agus Hariyana.

Padahal jika pemikiran masyarakat tentang budaya memborong dihilangkan ketika H-7 lebaran, dipastikan harga kebutuhan pokok di pasaran tidak akan mengalami lonjakan harga. Namun, hal tersebut kelihatanya sangat sulit direalisasikan, lantaran juga bersamaan dengan budaya masyarakat jawa satu minggu sebelum lebaran yaitu megengan.

"Mulai hari itu masyarakat sudah mulai memperbanyak stok bumbu dapur mereka sampai satu minggu setelah lebaran," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Sebagai antisipasi melonjaknya harga Dinas Perdagangan sudah menyiapkan beberapa setrategi, salah satunya akan melakukan operasi pasar yang bekerjasama dengan Bulog. Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar membeli sesuai kebutuhan saja.

"Kalau saat ini yang sudah mengalami peningkatan harga adalah ayam yang naik sekitar Rp2 ribu, karena kebutuhan masyarakat saat ramadan meningkat," tutup pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan ini. [din/mu]

Tag : harga kebutuhan pokok


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat