17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 28 May 2018 06:00

Camat Kota Bojonegoro, Moch Farid Naqib

Ajak Manfaatkan Lahan Kosong untuk Ditanami

Ajak Manfaatkan Lahan Kosong untuk Ditanami

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Kecintaannya dengan aneka hasil pertanian, membuat Camat Kota Bojonegoro, Moch Farid Naqib ingin terus menciptakan serta membangun setiap desa yang mempunyai agrowisata unggulan yang menjadi Ikon tersendiri. Oleh karenanya, Camat Kota ingin membangun dan mendorong tiap desa untuk memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tumbuhan buah agar nantinya bisa bermanfaat terlebih menjadi Ikon bagi tiap desa.

Meski begitu, pria lulusan Univesitas Jember (Unej) jurusan Pertanian ini, saat ini tengah menciptakan kawasan agro wisata buah kelengkeng jenis New Kristal di salah desa di Kota Bojonegoro. Pasalnya dengan menciptakan agrowisata bisa menghidupkan pemberdayaan masyarakat desa untuk terus dikembangkan serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut.

Banyak hal yang harus dikerjakan pria kelahiran 13 September 1963 ini dalam menciptakan agrowisata buah di daerah yang dipimpinnya. Selain lahan pertanian yang kian menyempit, pria asli Kelurahan Ledokkulon, Kecamatan Kota ini juga menginkan SDM di tiap desa mampu menggunakan ITE guna mempromosikan Ikon setiap desa agar bisa dilenal oleh masyarakat luas.

"Karena memang memanfaatkan lahan pertanian itu banyak peluang untuk menghasilkan pundi rupiah asal bisa dikelola dengan baik, tak perlu lahan luas sudah bisa menghasilkan rupiah," cakap bapak 4 anak ini kepada blokBojonegoro.com

Untuk mewujudkan itu semua, Farid sapaan akrabnya terus memberikan motivasi bagi jajaran desa untuk terus bisa memunculkan inovasi atau Ikon yang bisa menjadi identitas setiap desa. Oleh karenanya koordinasi terus dilakukan agar pihak desa mampu menciptakan apa yang menjadi keinginannya.

Bapak 3 putra dan satu putri ini tidak ingin hanya manfaatkan lahan kosong tapi, juga mengingkan masyarakat desa untuk memanfaatkan tulang ayam menjadi olahan pupuk, sehingga nantinya pupuk tersebut bisa dijadikan untuk memupuk lahan buah kelengkeng agar tumbuh subur.

"Selain kelengkeng, kini ada juga desa yang tengah mengembangkan tanaman palawija Jenis Lada (Merica)," terang pria yang juga lulusan S-2 Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya ini

Bagi dia, cintanya dengan menanam itu pasti mendapatkan buah dari hasil yang ditanamnya. Oleh karena saat dirinya menjabat sebagai Camat Kota Bojonegoro, dirinya ingin menjadikan desa Campurejo menjadi Ikon agrowisata Kebun Kelengkeng meski lahan yang tersedia sangat minim yakni tidak sampai 1 hektar.

"Yang terpenting agrowisata buah itu pengelolaan harus tepat dan melibatkan banyak masyarakat," imbuh Pria yang suka makan Nasi Buwohan ini.

Sebelummya, suami dari Sri Hardiyani juga pernah menjabat Camat Padangan, dalam kepimimpinanya itu, dirinya juga telah membuat agrowisata buah Jambu di Desa Dengok Kecamatan padangan.

Namun Farid akan terus mengajak kepada seluruh masyarakat terlebih aparaur desa untuk selalu memanfaatkan lahan kosong atau tanah yang kurang produktif untuk dimanfaatkan dengan menanam tanaman yang sesuai, agar bisa menghasilkan rupiah sehingga ekonomi masyarakat dapat meningkat.[saf/ito]
 

Data diri Camat Kota Bojonegoro

Nama : Ir Moch Farid Naqib MSi
TTL : Bojonegoro, 13 september 1963
Istri : Sri Hardiyani, SH
Hobi : Olahraga
Anak :
1 Ryan Maulana Ramadhan
2 Ivan Fardiansyah
3 Moch Rizaldy
4 Marsya Salsabila
Pendidikan :
1976 SDN Kauman 1 Bojonegoro
1979 SMP Bojonegoro
1982 SMPP setingkat SMA Bojonegoro
S-1  Universitas Jember (Unej) Jurusan Pertanian
S-2 Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya.

Karir :
1996- Kasi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bapedda
1999- Kasi Pertanian Bapedda
1999- Kabid Sosial Budaya Bapedda
2001- Pjs Kasubdin PDE
2002- Kepala Kantor PDE
2009 Kabid Pengembangan Tekhnologi Informasi, Dinas Kominfo
2011- Kabag Kerjasama dan Penanaman Modal
2012- Kabag Organisasi dan Tata Laksana
2015- Camat Padangan
2018- Camat Kota Bojonegoro.

Tag : profil, camat, kota, farid, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat