18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   17:00 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Disertai Angin   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |   11:00 . Alat Berat Berhenti di Ngablak, Warga Tak Seheboh di Wilayah Timur   |   10:00 . Hingga Akhir Tahun, Logam Mulia Masih Dominasi Agunan Pegadaian   |   09:00 . Manfaatkan Rumah Sebagai Spot Foto Instagramable   |   08:00 . Kartar Nusa Bakti Manfaatkan Lahan Desa Sebagai Agro Wisata   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 May 2018 14:00

Sidak, Petugas Temukan Makanan Terindikasi Boraks dan Formalin

Sidak, Petugas Temukan Makanan Terindikasi Boraks dan Formalin

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Petugas gabungan yang terdiri dari sejumlah anggota Kepolisian, Satpol PP, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan Bojonegoro menemukan makanan tak layak konsumsi dan mengandung bahan berbahaya seperti boraks dan formalin yang beredar di Pasar Tradisional Kalitidu Bojonegoro. Makanan dan minuman tak layak konsumsi itu ditemukan saat inspeksi mendadak.

Makanan yang teriNdikasi mengandung bahan berbahaya seperti pentol dan kerupuk langsung disita petugas. Tak hanya itu saja, petugas juga menemukan ikan bakar yang mengandung formalin dan jenis bahan pengawet berbahaya lainnya.

"Kita langsung sita untuk dijadikan sample produk uji laboratorium," terang salah satu satgas pangan Bojonegoro, Ahmad Jupari.

Selain itu, satgas pangan juga menemukan bahan pengawet di bahan pokok garam. Namun ini masih masuk indikasi, sehingga masih akan melakukan uji lab terlebih dahulu untuk memastikan. Namun penemuan tersebut hanya di temukan pada satu atau dua pedagang saja.

"Untuk memastikanya lebih lanjut kita tetap akan mengujinya terlebih dahulu, jika benar adanya kita akan sita semua," tutur Jupari.

Setelah diadakanya inspeksi mendadakan tersebut dirinya berharap tidak ada lagi makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya yang beredar. Namun, jika nanti masih saja ada yang bandel menjualnya, tim satgas akan bertidak dengan menyegel toko yang menjual zat-zat makanan berbahaya.

"Kita bersikap tegas karena ingin memberikan rasa aman kepada konsumen atau masyarakat, agar mereka tidak sakit setelah mengkonsumsinya," tutup Jupari.[din/lis

Tag : bpom, makanan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat